
Tak terasa hari menjadi gelap, didalam Rumah Kakek Lin Tan, Changyi, tengah duduk diatas Kursi bersama dengan ketiga kawannya, ia tampak tengah termenung seperti tengah memikirkan sesuatu. Yumika yang tengah berada disamping Changyi merasa sangat bingung dengan Pria itu, perlahan Yumika berbicara kepada Changyi sambil menatap Wajahnya.
"Apa yang tengah kau pikirkan?" tanya, Putri Yumika dengan sangat penasaran.
Changyi yang masih termenung seakan tidak mendengar Yumika tengah berbicara dengan dirinya. Dalam pikirnya ia tengah memikirkan keadaan dari Putri Geisya dan juga Yoyo, ia tidak tau dimana keberadaan dari kedua temannya itu saat ini, apakah mereka dalam kondisi baik-baik saja atau mungkin malah sebaliknya.
Putri Yumika yang melihat diri Changyi tidak menjawab pertanyaannya, seakan ia tidak mendengarkan bahwa dirinya tengah berbicara dengan diri Changyi, membuat Putri Yumika mengulurkan lengannya tepat pada Wajah Changyi, tak lama kemudian Putri Yumika segera mencubit Hidung Changyi dengan sangat keras.
"Changyi...! Kau dengar aku atau tidak! Apa yang tengah kau pikirkan! Atau jangan-jangan kau tengah membayangkan sesuatu yang berbau mesum?! Ihh, Changyi....!" Teriak Putri Yumika yang terus memutar hidung Changyi dengan sangat kencang.
__ADS_1
Haili yang tengah berada disamping Coco tampak sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Putri Yumika. Tetapi mereka hanya terdiam, Haili yang tampak tidak perduli hanya sedikit tersenyum tanpa menghentikan perbuatan dari Putri Yumika terhadap Changyi. Tetapi tidak dengan Coco, ia yang saat itu masih terluka dapat tertawa ketika melihat sikap dari Putri Yumika kepada Changyi.
"Ahhh....! Yumika lepaskan ini sangat sakit, mengapa bisa ada Wanita kasar seperti dirimu didunia ini...?!" Teriak Changyi dengan Wajah merah karena rasa sakit dari hidungnya yang tengah dicubit oleh Putri Yumika.
"Aku tidak akan melepaskannya! Jawab dengan jujur, kau pasti sedang memikirkan sesuatu yang berbau mesum bukan?!" Ucap, Putri Yumika terus menarik hidung Changyi dengan sangat kuat.
Changyi yang tidak bisa bernapas, segera menggenggam lengan Putri Yumika dengan kuat, kemudian dengan cepat ia menjauhkan lengan Putri Yumika dari Hidungnya. Sambil berbicara dengan suara sedikit pelan dihadapan teman-temannya.
Haili, Coco dan juga Putri Yumika yang mendengar perkataan dari Changyi terlihat tengah terdiam, Haili dengan segera berbicara kepada Changyi dengan tegas.
__ADS_1
"Aku juga tengah memikirkan hal itu, aku hanya khawatir jika saja Siwang dapat menemukan keberadaannya saat ini, dan membawanya pergi, kau tau bukan, kekuatannya tidaklah sebanding dengan para Monster itu." Ucap, Haili yang segera menatap Wajah Changyi.
Changyi yang sudah memikirkan semuanya tampak sangat cemas dengan situasi seperti saat ini, kemudian Changyi yang tengah duduk diatas Kursi segera menjawab perkataan dari Haili.
"Hmh, baiklah aku akan mencoba untuk mencari dimana keberadaannya saat ini, semoga saja dapat berhasil." Ucap, Changyi yang segera menyilakan kedua kakinya diatas Kursi panjang tempatnya duduk.
Putri Yumika yang melihat hal itu merasa sangat cemas dengan keadaan dari Changyi saat ini.
"Tetapi saat ini kau tengah terluka, dan lukamu belum terlalu pulih? Aku mohon jangan memaksakan diri." Ucap, Putri Yumika dengan perasaan panik.
__ADS_1
Coco yang melihat hal itu, segera ia memalingkan Wajahnya, hatinya tengah terbakar api cemburu yang saat ini tengah membara. Namun, hal itu tidak dapat ia perlihatkan karena mereka adalah teman, tak sepantasnya ia menaruh rasa cemburu terhadap seorang teman yang telah banyak membantunya itu.