Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 63


__ADS_3

Setelah itu Geisya dan anak lelaki itu keluar dari dalam rumah dia berjalan untuk menghampiri Changyi juga Haili yang tengah memeriksa para mayat.


Changyi dan Haili di dikejutkan oleh Geisya yang tengah bersama dengan seorang anak kecil.


"Siapa dia?." Ucap Changyi memperhatikan anak itu.


"Aku menemukan nya di salah satu rumah warga, seperti nya hanya dia yang berhasil selamat, ke dua orang tua nya telah di bunuh oleh penjahat itu, aku sangat curiga pelaku dari pembunuhan ini adalah pria yang tadi menemui ku." Ucap Geisya dengan serius.


Changyi memperhatikan anak kecil itu dia nampak ketakutan dan terlihat selaksa air mata yang masih tersisa di pelupuk mata nya.


"Siapa namamu?." Ucap Changyi sambil mendekati anak lelaki itu.


"Shao Lan." Ucap nya sambil memandang wajah Changyi.


"Baiklah Shao Lan aku akan membantu mu untuk menemukan pembunuh itu." Ucap Changyi.


Geisya memandang sekitar dia merasa sangat curiga dengan pembunuhan massal yang tengah terjadi di Desa itu. Beberapa tahun yang lalu dia pernah mendengar seorang penjahat bertopeng yang membunuh Penduduk desa yang berada di seluruh negeri. entah apa tujuan nya namun kabar burung yang dia dengar penjahat itu adalah seorang yang menganut ilmu hitam untuk menguasi Dunia.


"Aku jadi teringat kejadian di 3 tahun yang lalu tentang pembunuh bertopeng yang misterius itu, Dia membunuh bukan berdasarkan dendam namun, itu sebuah keharusan untuk memperkuat ilmu nya." Ucap Geisya dengan serius.

__ADS_1


Changyi memandang Geisya yang nampak nya sudah mengetahui Masalah ini bukan lah sekali atau dua kali terjadi namun, sudah sangat sering terjadi.


"Tidak menutup kemungkinan sosok yang menemui mu itu adalah pelakunya, sepertinya ada sebuah jebakan di sini kita harus berhati-hati." Ucap Changyi sambil memandang ke dua teman nya.


"Pergi dari tempat ini." Ucap Haili sambil berjalan keluar dari Desa.


Geisya sempat memandang Shao Lan dan meminta nya untuk mengikuti mereka.


Tak terasa mereka berjalan sudah membuat Matahari tenggelam. Hari berganti menjadi gelap mereka masih terus berjalan menyusuri Kota. Geisya menatap ada sebuah tempat yang sangat ramai di kunjungi oleh para pelanggan.


"Ada apa disana? Ramai sekali? Apa yang pedagang itu jual hmm, coba kita kesana." Ucap Geisya dengan penasaran.


Geisya memasuki sebuah rumah makan yang sangat ramai terlihat ada sekelompok penduduk yang tengah berkumpul di salah satu meja. tanpa ragu Geisya mendekati nya dan dia mencoba untuk melihat apa yang tengah diributkan oleh para penduduk.


Geisya memandang sebuah Giok berwarna merah yang tengah di genggaman oleh seorang pria yang mengenakan pakaian berwarna Hitam, sama persis dengan Giok yang dia temukan di dalam rumah Shao lan.


Kemudian Geisya mengingat kejadian di dalam hutan jika dia perhatikan pria itu sangat mirip dengan sosok pria yang datang menemui nya.


"Heh, teman-teman sepertinya aku menemukan pembunuh itu." Ucap Geisya dengan pandangan dingin.

__ADS_1


Cahaya berwarna Oranye memenuhi tangan Geisya, dengan cepat dia melepaskan kekuatan nya pada pria itu. Sontak saja seluruh orang yang berada di tempat itu terkejut menatap Geisya yang tiba-tiba menyerang pria itu.


Leo yang melihat Geisya tengah berada di hadapan nya, dia sangat lah terkejut gadis itu telah melukai tubuh nya.


"Kau!." Ucap Leo dengan terkejut.


Segera pria itu melesat dengan cepat ke luar dari dalam Rumah makan itu, Changyi dan Haili di buat terkejut oleh bayangan yang tiba-tiba keluar dengan sangat cepat.


"Kejar dia, pria itu lah pelaku nya." Ucap Geisya sambil memandang ke dua teman nya.


Geisya berlari mengejar pria itu dengan sangat cepat kemudian dia melihat sebuah dahan pohon yang cukup besar dia mengeluarkan kekuatan nya dan tak lama dahan pohon itu runtuh hampir mengenai tubuh Leo yang tengah menghindari Geisya.


Tak lama Leo menghentikan langkah nya dan menatap Geisya yang tengah berada di belakang nya, Geisya melihat pria itu dengan pandangan dingin.


"Heh, sudah merasa lelah berlari terus?." Ucap Geisya dengan serius.


Leo memandang Geisya yang tengah menatap nya dengan dingin.


"Aku sudah katakan padamu, jangan pernah ikut campur dalam urusan ku." Ucap Leo dengan membentak.

__ADS_1


"Bukan kau yang memutuskan nya, sekarang kau harus membayar segala kesalahan mu terhadap nyawa orang-orang yang telah kau hilangkan!."


__ADS_2