Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 100 (Munculnya musuh baru)


__ADS_3

Dengan tubuh yang gemetar, Putri Geisya terlihat sangat tak menyangka dengan apa yang ia lihat.


"Tak disangka... Dengan mudahnya kalian dapat menemukan keberadaan ku." Dalam benak Putri Geisya.


Kedua lengan Putri Geisya terlihat tengah membuka dengan sangat lebar, sinar oranye dengan kilatan listrik berwarna putih perlahan memenuhi lengannya, sepasang bola Mata biru itu seakan mengisyaratkan genderang perang kepada makhluk menjijikkan yang tengah berada dihadapannya.


Angin yang masih kencang, salju yang belum berhenti jatuh, tempat itu seakan sangat mencekam, badai salju begitu kuat, menggoyahkan tubuhnya yang sudah tak kuat bertahan. Namun... Saat ini bukanlah saatnya berkata untuk pulang, tetapi bertindak agar dapat bertahan.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah mati, sebelum semua dendam ku terbalaskan! Hiah." Dengan cepat Putri Geisya berjalan untuk dapat menyerang kedua makhluk menjijikkan itu, rasa amarah, kesal, wujud kebencian seakan sudah pada puncaknya. Tatkala itu Putri Geisya tengah berhadapan dengan kedua Monster yang kapan saja akan menerkam dirinya, tampak raut Wajah kelaparan, sorotan tajam yang kosong dari dalam kedua bola Mata merah merekah, seakan ia tengah berhadapan dengan seekor Serigala yang tak punya hati.


"Beginikah caramu! Mengubah Manusia menjadi Monster tak berakal ini! Hiah...." Serangan demi serangan Putri Geisya berikan. Meskipun terlihat kelihaian dari Monster itu yang dapat menghindari serangan yang ia berikan, tak ada kata menyerah takkan pernah ada.


Menghadapi dua Monster sekaligus dapatkah ia mengalahkannya? Hmh... Putri Geisya takkan pernah tau apa yang akan terjadi nantinya.


"Haaarrr...." Kedua Monster yang tengah kelaparan itu secara bersamaan menyerang Putri Geisya yang saat itu tengah berada ditengah-tengah mereka.

__ADS_1


"Aaaarrhh...." Rasa marah dari kedua Monster itu semakin memuncak, Putri Geisya kemudian berlari untuk dapat menghindari makhluk tak berakal itu. Ia terlihat sangat lelah, tetapi tak tampak keringat yang mengucur dari dalam tubuhnya, mungkin karena malam itu salju turun semakin menjadi. Hampir saja ia tak mampu melihat jalan. Karena lebatnya salju yang menutupi pandangan, semua tampak samar-samar baginya, bayangan dari kedua Monster itu tiba-tiba saja menghilang dari pandangannya, timbul rasa curiga dalam benak Putri Geisya. Ia melirik ke arah kanan, dan kiri. lalu dengan cepat tubuhnya didekap dengan sangat erat oleh Monster itu.


"Haaarrr.... Haaaarrr...." Terlihat bola Mata merah dengan gigi beranting tajam, lengan dengan kuku tangan yang tajam dan panjang. Tengah merangkul tubuh Putri Geisya dengan sangat kuat.


Putri Geisya yang sudah sangat tak sabar, dengan cepat kedua lengannya menarik tubuh Monster itu dan membantingnya dengan sangat kuat diatas tumpukan salju putih.


"Haaaarrr!" Suara teriakan dari Monster itu, lalu dengan perlahan ia bangkit dari tempatnya, Monster itu memiliki tubuh yang sangat besar.

__ADS_1


Putri Geisya menatap tajam Monster itu. Namun, ketika Wajah Monster itu mendongak ke atas untuk dapat menatap Wajah Putri Geisya, sungguh terbelalak Putri Geisya dibuatnya. Kedua lengan mengepal begitu sangat kuat.


"Bunda...." Ucap, Putri Geisya dengan perasaan tak menyangka dalam dirinya.


__ADS_2