
"Ayolah bangun! Yoyo kau tidak selemah itu! Bangunlah, jangan terus merepotkan diriku!" Ucap, Putri Geisya yang tengah menatap Wajah Yoyo dengan tatapan tajam, ia terlihat semakin melemah. Namun, sebelum Yoyo sadar Putri Geisya tidak akan pernah berhenti untuk menyalurkan kekuatan kepada diri Yoyo.
Tak lama kemudian Putri Geisya merasakan suhu pada tubuh Yoyo mulai kembali stabil, setelah beberapa waktu lalu terasa sangat panas yang sangat membakar, Putri Geisya mengeluarkan tenaga dalamnya semaksimal mungkin untuk dapat mengembalikan Yoyo seperti sedia kala.
Haili terlihat tengah menatap ke arah Putri Geisya dengan dingin dan seakan tidak perduli terhadap kondisinya saat itu, rasa bencinya kepada para Siluman yang telah membunuh kedua orang tuanya itulah yang membuat Haili bersikap seperti itu kepada Putri Geisya, ia sangat membenci Makhluk semacam itu, meskipun Ibunda Putri Geisya adalah korban. Namun, semua sama saja karena pada akhirnya mereka yang menjadi korban akan memakan banyak korban.
"Ukhuk... Ukhuk...." Terdengar suara batuk dari Mulut Yoyo, tak lama kemudian ia memuntahkan darah hitam yang sangat kental, Wajahnya masih terlihat sangat pucat, ia juga belum mampu membuka sepasang Matanya, terlihat raut Wajah yang sangat menderita, Yoyo menggigit bibir bawahnya dengan sangat kuat, Putri Geisya yang melihat tindakan dari Yoyo segera ia mengangkat lengan kirinya untuk dapat menyentuh bibir Yoyo, Putri Geisya tampak tengah berusaha untuk tidak membiarkan Yoyo terus menggigit bibirnya sendiri, karena jika hal itu tidak dihentikan maka Yoyo akan melukai dirinya sendiri dan itu akan membuat kondisinya semakin memburuk.
"Yoyo... Yoyo... Sadarlah...." Ucap, Putri Geisya yang tengah menatap tajam Wajah Yoyo. Lengan kanannya terus ia tekan tepat pada jantung Yoyo, terasa degup dan aliran darah yang mulai kembali normal. Namun tampaknya membuat Yoyo sadar tidaklah semudah itu, meskipun kini tubuhnya sudah mulai membaik. Namun, rasa trauma yang Yoyo rasakan tidak dapat begitu saja menghilang dari bayangannya.
__ADS_1
"Yoyo... Yoyo sadarlah, ini aku Geisya, tidak akan ada yang melukai dirimu lagi, ingatlah mereka hanya sekelompok Monster yang menjijikkan tidak ada apa-apanya dengan Manusia tangguh seperti dirimu! Sadarlah, buka Matamu! Sekarang juga! Yoyo!" Ucap, Putri Geisya dengan tegas dan terlihat raut Wajah khawatir.
Yoyo terlihat sangat ketakutan entah apa yang tengah menghalangi dirinya untuk membuka sepasang Matanya, sampai pada akhirnya Putri Geisya kembali berbicara kepada diri Yoyo yang tengah dalam pengaruh sihir alam bawah sadar, tentunya itu sudah dikendalikan oleh seseorang yang tengah menginginkan nyawa Yoyo dan dia akan dijadikan sebagai korban selanjutnya, sebelum hal itu terjadi Putri Geisya sebisa mungkin menyadarkan Yoyo agar dia tidak jauh dalam melangkah.
"Sadarlah bodoh!" Teriak Putri Geisya dengan sangat keras. Raut Wajahnya saat itu tampak sangat panik, Changyi dan Haili terlihat acuh kepada dirinya, seakan semua masalah ini dibebankan kepadanya dan ia harus menanggungnya seorang diri. Seakan semua yang terjadi adalah karena ulahnya, meskipun seperti itu Geisya tetap berusaha untuk menyembuhkan Yoyo, hal itu ia lakukan untuk Ibundanya yang saat itu tengah ditangan Changyi, ia takut jika dirinya tak mampu menyembuhkan luka Yoyo maka Changyi akan berbuat buruk kepada Ibundanya. Selain itu ia juga tengah menjadikan tubuh Yoyo sebagai bahan percobaan mungkin itu terdengar sangat menyakitkan, tetapi karena Yoyo adalah pasien pertamanya maka Putri Geisya terpaksa melakukan hal se nekat itu, jika saja Yoyo tidak terselamatkan itu bukanlah kesalahannya tetapi ini adalah ulah dari Changyi dan juga Haili, bukan dirinya. Itulah yang Putri Geisya pikirkan.
Tak lama kemudian Yoyo menggerakkan lengan kanannya dan menggenggam erat lengan kiri Putri Geisya, bibirnya terbuka dengan mengeluarkan oksigen, Putri Geisya yang melihatnya merasa sangat senang karna pada akhirnya Yoyo dapat ia sembuhkan.
Yoyo membuka sepasang Matanya yang tertutup selaput dengan perlahan-lahan, ia melihat Putri Geisya tengah bersimpuh dihadapannya. Segera Yoyo bangkit dengan perasaan terkejut, Yoyo dengan segera menyentuh tubuh Putri Geisya.
__ADS_1
"Apa yang telah terjadi?! Mengapa kau bisa berada disini? Cepat, lihatlah kau sangat menderita, kau tidak boleh ditempat ini terlalu lama, nanti kau akan demam." Ucap, Yoyo dengan panik.
Putri Geisya yang terlihat sangat terkejut dengan apa yang telah Yoyo lakukan dengan segera ia memasang raut Wajah dingin dan tegas, tatapan dari sepasang Mata besar Putri Geisya terlihat sangat tajam dan mengerikan.
Bletak....
"Dasar bodoh! Apakah kau tau, karena ulah mu aku jadi seperti ini!" Ucap, Putri Geisya yang segera memukul kepala Yoyo dengan sangat keras.
Yoyo yang terlihat kesakitan dengan segera ia menyentuh Kepalanya, dengan tegas dan dingin Haili segera berbicara.
__ADS_1
"Sampai kapan kalian akan melakukan hal konyol semacam itu? Apakah kalian sangat menginginkan mati kedinginan ditempat ini!" Ucap, Haili dengan tegas dan dingin.
Yoyo yang terkejut ketika mendengar suara dari Haili segera ia menatap ke arah kanan disana ternyata sudah ada Changyi dan Haili yang tengah berdiri dengan hawa dingin yang begitu sangat kental, bahkan melebihi dingin dari salju yang menghujani tubuh mereka.