
"Siapa yang sudah berani melakukan ini pada nya."
Yumika segera menyentuh tubuh Qua Win yang lemah itu, dia mengangkat nya perlahan dan memapah nya untuk keluar dari hutan.
Yumika menghentikan langkah nya sejenak. Dia memperhatikan para prajurit yang sudah tidak bernyawa.
Kemudian Yumika melanjutkan langkah nya yang terhenti tadi. Dengan segera dia berjalan sangat cepat untuk kembali ke Istana Singtan.
Setelah beberapa lama akhirnya dia berhasil keluar dari hutan dan kembali ke Istana Singtan. Para Prajurit Istana yang tengah berjaga di depan Istana ingatan terkejut melihat Puteri Yumika berada di luar Istana dengan membawa Pangeran Qua Win yang tidak sadarkan diri.
"Puteri Yumika anda darimana saja?. Jika kaisar sampai mengetahui anda keluar dari istana sendirian kami lah yang harus menerima hukuman dari kaisar."
Yumika memperhatikan Prajurit itu sejenak lalu dia kembali melangkah kan kaki nya untuk memasuki Istana.
"Jika kalian sangat takut pada ayahku, maka katakan saja jika aku yang bersalah tidak mau menuruti peraturan yang sangat ketat ini."
__ADS_1
Prajurit yang terkejut melihat Yumika, segera berjalan untuk mendekati nya.
"Biar saya bantu, sebenarnya apa yang sudah terjadi pada pangeran Qua Win?. Mengapa anda bisa bersama dengan nya?."
Prajurit itu memapah tubuh pangeran Qua Win yang lemah itu. Dengan rasa penasaran dia sangat ingin mengetahui apa yang sudah terjadi pada pangeran dan Puteri.
"Tidak perlu banyak tanya, cepat bawa dia kedalam istana, dan cepat panggil tabib untuk mengobati nya."
Raut wajah Yumika terlihat sangat sedih dia sangat kesal dengan peraturan yang ayah dan ibu nya berikan padanya. Dia bagaikan Burung dalam Sangkar.
"Selalu begini, aku ingin bebas seperti yang lain nya, aku ingin memiliki Seorang Teman."
Yumika terus bergumam di sepanjang jalan nya sampai sampai dia menghiraukan Pelayan Istana yang menyapa nya.
ke dua Pelayan Istana sangat bingung apa yang sudah terjadi pada puteri Yumika sebenarnya. Sampai mereka menatap seorang prajurit yang tengah membawa pangeran Qua Win yang tidak sadarkan diri itu.
__ADS_1
"Apa yang sudah terjadi?."
"Aku pun tidak tau, hey apa kalian tau jika puteri Yumika baru saja keluar dari hutan sendirian dimana kalian ? mengapa kalian sangat ceroboh membiarkan Puteri pergi sendirian, jika masalah ini sampai di ketahui oleh Kaisar dan Permaisuri maka tamat lah kalian."
Prajurit yang tengah berbicara dengan kedua Pelayan itu di depan Istana terlihat sangat marah karena mereka berdua sangat teledor dalam menjaga puteri. Ke Dua Pelayan itu saling memandang mereka sangat terkejut bahwa Puteri Yumika baru saja keluar dari hutan.
"Aku berada di Dapur untuk memasak."
"Dan aku sedang menemani Puteri wuang Si."
Elak ke dua pelayan itu dengan serentak. Prajurit yang tengah berdiri dihadapan ke dua pelayan itu terlihat sangat kesal.
"Menemani puteri Wuang Si katamu?! Kau itu hanya di tugaskan untuk menjaga Puteri Yumika dengan baik namun berani nya kau menemani anak dari Selir itu, jika Kaisar mengetahui semua ini maka tamat lah kalian, menyingkir dari jalan ku!."
Pelayan sangat terkejut dengan suara bentakan dari Prajurit Istana itu. segera mereka menghindar dari jalan nya.
__ADS_1