
Putri Geisya segera melirik ke arah belakang tatapan yang ia berikan tampak dingin dan tajam, Yoyo yang melihat hal itu merasa sangat bingung dengan apa yang telah terjadi, seakan ia telah melupakan kejadian dimana dia diserang oleh para Zombie.
"Ternyata kalian juga ada disini? Syukurlah... Akhirnya kita dapat berkumpul kembali." Ucap, Yoyo yang segera bangkit dari duduknya, raut Wajahnya terlihat sangat canggung ketika ia mengatakan hal semacam itu, lalu pandangannya tertuju kepada seorang Wanita dewasa yang tengah berada dalam dekapan Changyi, Yoyo tampak semakin bingung dengan apa yang telah terjadi, semua yang ia alami dengan cepat menghilang didalam ingatannya. Terasa sangat aneh dan membingungkan.
Putri Geisya yang telah bangkit dari tempatnya dengan cepat ia berjalan untuk dapat mendekati Changyi, ia bermaksud ingin melihat kondisi Ibundanya saat itu, Putri Geisya menyentuh kening Ratu Fahrani dengan sangat lembut, Changyi yang tengah menatap Wajah Putri Geisya hanya terdiam.
"Kita harus pergi dari tempat ini, kalian semua bersiaplah." Ucap, Changyi dengan tegas.
Putri Geisya hanya terdiam, dengan tatapan lesu, sepasang Mata biru itu tampak sendu, Putri Geisya tak mampu menampik hal buruk yang nantinya akan terjadi kepada Bundanya, maka dari itu Putri Geisya sudah menyiapkan sebuah rencana.
"Bunda... Tenanglah... Aku akan membawa mu pergi, aku pasti akan menyembuhkan dirimu, setelah itu... Aku akan membalaskan dendam mu kepada Raja biadab itu! Aku berjanji! Bertahanlah sebentar saja." Dalam benak Putri Geisya yang tengah memandangi Wajah Ratu Fahrani.
Sinar putih segera menyelimuti tubuh mereka, Yoyo terlihat bingung ketika Putri Geisya menghampiri Wanita yang tengah berada didalam dekapan Changyi, satu kesimpulan yang dapat Yoyo tarik ketika melihat perilaku dari Putri Geisya kepada Wanita itu. Namun... Masih terlihat jelas sebuah bentuk tanda tanya didalam dirinya.
"Sudahlah...." Dalam benak Yoyo yang segera memalingkan Wajahnya.
Salju perlahan mereda... Desiran angin pun sudah tak sehebat sebelumnya, hari sudah hampir menjelang fajar rupanya... Putri Geisya segera menapakkan kakinya diatas jalanan, dalam penglihatannya terlihat sebuah Rumah dengan lentera yang menerangi. Changyi segera berjalan untuk dapat masuk ke dalam Rumah itu. Disusul dengan Haili, Yoyo yang terlihat masih teramat bingung dengan cepat ia menatap ke arah Putri Geisya.
"Putri... Ada apa dengan mu?" ucap, Yoyo dengan perasaan bingung, lalu pandangannya tertuju pada luka yang terdapat dipunggung Putri Geisya, Yoyo terbelalak dibuatnya.
__ADS_1
"Kau terluka... Apa yang tengah kau pikirkan, ayo cepat masuk, dan biarkan Putri Yumika yang merawat mu." Ucap, Yoyo yang segera menarik lengan Putri Geisya, terlihat ia tengah memaksa Putri Geisya untuk masuk ke dalam Rumah itu.
"Lepaskan! Tanpa kau suruh pun aku pasti akan masuk... Lagipula aku cukup mengerti ilmu medis, jadi untuk apa aku membutuhkan bantuan dari Yumika, aku bisa melakukannya sendiri, memang seharusnya begitu... Semuanya sendiri." Ucap, Putri Geisya yang segera menarik lengannya dengan kasar, raut Wajahnya tampak sangat tidak senang, dengan cepat ia berjalan untuk dapat meninggalkan Yoyo sendirian diluar sana.
Yoyo yang mendengar perkataan dari Putri Geisya tampak terkejut, ketika Putri Geisya meninggalkan dirinya, pandangannya segera ia tunjukkan ke arah Putri Geisya yang telah meninggalkan dirinya begitu saja.
"Apa yang telah terjadi sebenarnya?" dalam benak Yoyo yang tengah merasa bingung.
Ketika, Putri Yumika tengah berada didalam sebuah kamar, ia mendengar suara Changyi dan Haili, Putri Yumika terlihat sangat senang, karena tanpa ia bersusah payah untuk mencari keberadaan dari Changyi, mereka sudah kembali tanpa harus berjuang dengan keras dan menghabiskan tenaganya.
"Itu mereka...." Ucap, Putri Yumika dengan senang.
Dengan segera ia membalikkan tubuh dan berjalan untuk dapat keluar dari dalam kamar, perlahan Putri Yumika membuka pintu kamar yang saat itu tengah tertutup, kemudian ia berjalan untuk dapat menghampiri Changyi yang tengah berada diruang tamu. Coco yang baru saja keluar dari ruangan Kakek Lin Tan, tampak mereka tengah berbincang-bincang.
Coco tersenyum simpul kepada Kakek Lin Tan, lalu ia segera menjawab pertanyaan dari Kakek itu sambil berjalan menuju ke arah ruang tamu.
"Terima kasih... Karena berkat anda saya dapat pulih kembali." Ucap, Coco yang tengah menatap Wajah Kakek Lin Tan.
Kakek Lin Tan hanya tersenyum ketika mendengar perkataan dari Coco, kemudian pandangannya tertuju kepada Putri Yumika yang tampak begitu sangat terburu-buru berjalan ke arah ruang tamu.
__ADS_1
"Ada apa dengan kawan mu itu? Dia tampak begitu sangat tergesa, mari kita lihat... Mungkin saja kawan lelakinya sudah kembali." Ucap, Kakek Lin Tan yang segera mempercepat langkahnya.
Benar saja Changyi dan Haili sudah kembali, bersama dengan Putri Geisya dan juga Yoyo, Putri Yumika yang melihat kedatangan dari Changyi tampak begitu sangat senang. Namun, langkahnya sedikit terhenti karena ia melihat seorang Wanita Dewasa tengah berada dalam dekapan Changyi. Timbul rasa curiga dalam diri Putri Yumika, tatapannya terlihat cukup dingin. Namun... Ia segera melangkahkan kakinya untuk dapat menghampiri Changyi.
"Kalian sudah kembali... Syukurlah... Aku sangat khawatir jika terjadi sesuatu yang buruk menimpa kalian." Ucap, Putri Yumika yang tengah berdiri dihadapan Changyi dan yang lainnya.
Kemudian Putri Yumika melirik ke arah seorang Wanita dewasa yang tengah berada didalam dekapan Changyi, dengan segera Putri Yumika bertanya kepada Changyi tentang Wanita itu.
"Siapakah Wanita ini, Changyi?" tanya Putri Yumika dengan raut Wajah polos dan lugu.
Putri Geisya yang mendengar perkataan dari Putri Yumika hanya terdiam sambil memandang ke arah Bundanya, Changyi kemudian segera meletakkan tubuh Ratu Fahrani diatas tempat duduk panjang.
"Dia adalah Bunda dari Putri Geisya, ia telah dijadikan Makhluk kejam yang tidak berperasaan oleh Raja Siwang yang telah menyekap Ayah dan Bundanya beberapa waktu lalu." Ucap, Changyi yang tengah meletakkan tubuh Ratu Fahrani dengan perlahan diatas tempat duduk panjang.
Putri Yumika yang mendengar perkataan dari Changyi terlihat sangat terkejut, ia tak menyangka bahwa Bunda Putri Geisya sudah dijadikan korban. Haili yang tengah berada disamping Changyi tampak begitu sangat tidak suka akan keberadaan dari Ratu Fahrani ditempat itu. Putri Yumika yang telah memperhatikan sikap dari Haili tampak sedikit tersenyum licik. Pandangannya kemudian ia arahkan kepada Putri Geisya yang tengah terdiam tak bersuara, Putri Yumika terdiam dengan raut Wajah dingin ketika melihat ke arah Putri Geisya.
"Hmm... Menarik... Semuanya terlihat begitu sangat mudah." Dalam benak Putri Yumika yang tengah menatap dingin Wajah Putri Geisya.
Tak lama kemudian Kakek Lin Tan dan juga Coco menghampiri Changyi, mereka mendengar semua yang telah Changyi ucapkan.
__ADS_1
"Hmh... Dia harus segera dibinasakan!" Ucap, Kakek Lin Tan dengan tegas, raut Wajahnya pun tampak sangat dingin ketika menatap ke arah Ratu Fahrani.
Semua orang yang tengah berada ditempat itu tersentak, terlebih lagi Putri Geisya.