
Istana Hei'an.
Istana Hei'an adalah tempat dimana ke dua orang tua Geisya di sekap oleh sekelompok siluman yang di pimpin oleh seorang raja yang bernama Siwang.
Raja Siwang adalah mayat hidup yang memiliki kekuatan dapat merubah diri menjadi makhluk mengerikan yang tidak berpikiran untuk memangsa musuh nya dengan keji.
Selain raja siwang menjadi Zombi yang mengerikan dia juga memilki kaki tangan yang bernama Kieta, dia adalah siluman dari negeri Ieda tempat yang pernah di hancurkan oleh Raja Siwang dahulu. Karena dia dan pasukan nya berhasil di kalahkan mau tidak mau kieta harus menjadi pengabdi yang setia terhadap Raja Siwang.
Istana yang sangat besar itu memiliki lorong yang sangat banyak, di dalam istana itu tidak hanya Raja Siwang dan kieta saja namun masih banyak lagi Siluman-siluman yang sangat hebat yang bersedia mengabdi pada raja siwang.
Terlihat Raja Siwang tengah duduk di singgah sana nya dia, tak lama seorang Siluman Ular bernama sura memasuki istana itu.
Sura segera bersujud dihadapan majikan nya, Raja Siwang yang menatap anak buah nya itu segera berbicara.
"Ada apa sura ?, apakah kau sudah menemukan keberadaan Puteri Geisya?."
Siluman Ular itu menatap Raja Siwang yang berada di hadapan nya.
"Mohon ampun yang mulia Raja, sampai saat ini saya belum menemukan puteri sekarang. Namun saya tadi sempat bertemu dengan seorang gadis yang tengah mencari Puteri Geisya juga yang mulia."
Raja siwang memperhatikan anak buah nya itu.
__ADS_1
"Hmm, hanya mencari seorang gadis biasa saja kau tidak bisa sura. Aku sungguh merasa kecewa terhadap mu.
Bentak Raja Siwang, semua orang yang berada di dalam istana nya memperhatikan Raja Siwang yang merasa sangat kecewa terhadap salah satu anak buah nya itu.
Salah satu pria yang cukup tampan memperhatikan sura yang sangat lemah itu, dengan tatapan rendah pria yang berada di samping Raja Siwang berbicara pada Sura yang masih bersujud.
"Hmm, sungguh sia-sia Raja Siwang memperintahkan mu untuk mencari dimana keberadaan puteri Geisya, kau kembali kemari hanya untuk berbicara tentang hal yang tidak penting itu!."
Sura tertegun mendengar ucapan dari kieta yang selalu saja bersikap sombong dan angkuh terhadap diri nya.
"Maaf kan saya yang mulia."
Raja Siwang hanya terdiam memperhatikan Sura yang terus meminta maaf.
Ucap Raja Siwang pada salah seorang anak buah yang lain nya.
Segera Kuroi menghadap pada Raja nya.
"Ada apa yang mulia?."
"Ku perintahkan kau untuk mencari keberadaan Pedang Jiwa, jika kau sudah menemukan nya segera bawa kemari."
__ADS_1
"Baik yang mulia, saya akan segera pergi." Ucap Kuroi dengan segera meninggalkan istana hei'an
Ucap Raja Siwang dengan tegas. Kemudian pandangan nya tertuju pada Sura yang masih bersujud.
"Dan kau, cepat temukan Puteri Geisya dan segera bawa dia kemari jika kau tidak segera menemukan nya maka aku akan menghancurkan mu, apa kau mengerti ?!." Bentak Raja Siwang.
"Saya mengerti."
"Pergi dari hadapan ku sekarang juga."
Sura menganggukan kepala dan segera bangun dari sujud nya. Kemudian berbalik dan keluar dari istana untuk mencari keberadaan Puteri Geisya.
"Geisya, jika aku berhasil menemukan mu, maka kau akan mati di tangan ku." Dalam benak Sura dengan perasaan kesal.
Di dalam istana Hei'an, Kieta yang berada di samping raja siwang menatap nya dan segera berbicara.
"Lalu apa yang akan anda lakukan terhadap ke dua orang tua puteri geisya yang mulia?."
"Aku tetap akan membiarkan mereka berada di sini, jika tidak bisa membawa nya kemari maka aku yakin dia akan datang kemari dengan sendiri nya."
Kieta hanya terdiam mendengar penjelasan dari tuan nya.
__ADS_1
"Puteri Geisya aku sudah sangat menunggu kedatangan mu." Dalam benak Raja Siwang.