
Geisya, Changyi dan Haili memutuskan untuk pergi meninggalkan desa itu mereka segera menuju Istana Hei'an.
Beberapa lama kemudian mereka berjalan, tak terasa hari sudah berganti menjadi petang lagi. Sudah beberapa hari mereka berjalan dan kembalilah mereka ke sebuah Hutan.
"Aku lelah sekali." Ucap Geisya sambil menyandarkan dirinya di bawah pohon besar.
Haili memperhatikan Geisya yang terlihat sangat kelelahan, kemudian Changyi yang berada di belakang Haili menatap ke arah samping dia melihat sebuah Gubuk dengan di sinari oleh dua obor api.
"Hmm, teman-teman sepertinya aku menemukan tempat untuk kita beristirahat sejenak." Ucap Changyi.
Geisya dan Haili memperhatikan Changyi yang tiba-tiba berbicara kepada mereka.
"Benarkah?." Ucap Geisya sambil mengangkat tubuhnya.
"Iya, coba kalian lihat di sana ada sebuah Gubuk tua, mungkin saja ada seseorang yang bisa kita temui." Ucap Changyi sambil menunjuk Gubuk itu.
Geisya dan Haili memperhatikan Gubuk yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka sekarang.
"Wah benar baguslah kita bisa meminta izin untuk menginap semalam saja di sana." Ucap Geisya dengan senang.
Kemudian mereka ber tiga segera berjalan untuk menghampiri Gubuk itu, sesampainya di Gubuk.
"Permisi?." Ucap Geisya.
Yoyo yang tengah duduk si ruang tamu bersama dengan Coco saling menatap satu sama lain, sebelum nya tidak ada orang yang berkunjung ke rumah mereka itu.
__ADS_1
"Siapa itu?." Ucap Coco dengan bingung.
"Entahlah, coba kau buka pintunya." Ucap Yoyo yang tengah mempersiapkan pakaian yang besok akan dia kenakan untuk menemani Yumika mencari Geisya.
Tanpa ragu Coco segera bangun dari duduknya dan berjalan untuk membukakan pintu.
"Iya, siapa?." Ucap Coco.
Coco dibuat terkejut dengan keberadaan Geisya dan kedua pria yang tengah bersamanya.
"Hmm, jika saya boleh tau anda ini siapa? dan ada perlu apa dateng kemari?." Ucap Coco bingung.
"Maaf Tuan jika kami mengganggu waktu istirahat anda, jadi begini kami ini hanyalah seorang pengembara dan kami tidak tau harus mencari tempat tinggal dimana lagi, uang kami tak punya, jadi boleh kah kami tinggal di sini untuk sementara?." Ucap Geisya dengan tersenyum.
Coco merasa sangat iba dengan ke tiga orang itu. Tanpa rasa ragu dia akhirnya mengizinkan ke tiga orang itu untuk masuk.
Geisya terlihat sangat senang saat dia diperbolehkan untuk menginap di Gubuk itu semalam.
"Terimakasih." Ucap ke tiganya.
Akhirnya mereka memasuki Gubuk itu, Yoyo yang tengah duduk di kursi di buat terkejut karena kehadiran tiga orang yang terlihat sangat tampan dan cantik.
"Ah, Coco siapa mereka?." Ucap Yoyo dengan bingung.
Coco memandang Wajah Yoyo yang terlihat sangat kebingungan itu, kemudian Coco menjelaskan apa yang sudah terjadi di luar.
__ADS_1
Setelah beberapa lama menjelaskan, akhirnya Changyi dan ke dua temannya dipersilahkan untuk duduk.
"Jadi begitu." Ucap Coco yang tengah duduk di kursi.
"Oh, jadi Tuan dan Nona ini adalah pengembara?." Ucap Yoyo.
"Betul sekali." Ucap Geisya dengan tatapan ramah.
"Oh, Kami hanya memiliki Dua kamar, yang satu sudah terpakai oleh teman kami. Jadi hanya tinggal satu kamar saja Nona Geisya dan Tuan Changyi jika berkenan maka kalian boleh menempati kamar itu untuk beristirahat." Ucap Yoyo dengan ramah dalam fikir nya Changyi dan Geisya adalah pasangan suami isteri.
Geisya dan Changyi saling menatap satu sama lain.
"Apa maksud dari perkataannya itu? aku dan Changyi?!." Dalam benak Geisya.
"Hah?! maksud nya tidur bersama dengan Gadis es ini?!." Dalam benak Changyi.
"Kami bukanlah pasangan!." Ucap Geisya dengan Tegas.
Yoyo dan Coco terkejut melihat ekspresi wajah Geisya yang tiba tiba terlihat sangat menyeramkan.
"Hahaha?!." Ucap Yoyo.
Haili yang memperhatikan ke dua temannya yang terlihat tidak baik, tak bisa menahan tawa.
"Hahaha.... Yoyo mereka bukanlah Sepasang suami isteri, kita ber 3 hanya lah teman saja. Tetapi tebakan mu ini boleh juga." Ucap Haili dengan Terus tertawa.
__ADS_1
Geisya terdiam sejenak kemudian dia mengepalkan tangan nya dan segera memukul kepala Haili dengan sangat keras. Haili tengah tertawa itu kemudian berteriak dengan cukup keras.
"Aww." Ucap Haili sambil memegangi kepala nya.