
"Menjauh darinya sekarang Putri Gege!" Perintah Changyi dengan tatapan tajam bagai belati ketika menatap ke arah Ibunda Putri Geisya yang terlihat sudah tidak dapat dikendalikan lagi.
"Tidak! Dia Ibuku! Jika kalian sakiti dia, bertarunglah dengan ku!" Bentak Putri Geisya dengan perasaan cemas, ia tau betul kekuatan milik Changyi cukup tinggi, jika Bundanya sampai berada ditangan Changyi mungkin saja hal buruk akan terjadi kepada dirinya.
Changyi dan Haili terdiam, kemudian Changyi menatap ke arah Yoyo yang sudah bermandikan darah, raut Wajah Changyi semakin masam ketika melihat hal itu. Dengan cepat ia mengangkat lengan kanannya dan Pedang jiwa segera bangkit dari tempatnya, mengarah kepada Putri Geisya, ketika itu ia berpikir mungkin saja Changyi berniat untuk melukai dirinya, tetapi ketika Putri Geisya menatap tajam Pedang jiwa itu yang segera mengarah kepada dirinya, dengan begitu saja melaluinya tanpa melukai tubuhnya sedikitpun.
__ADS_1
"Haarrr!" Teriak Ratu Fahrani kepada Putri Geisya, dengan cepat ia mendorong tubuh Geisya sampai jatuh diatas tumpukkan salju, luka pada tubuh Putri Geisya karena Pedang jiwa milik Changyi terasa sangat perih saat menyentuh tumpukan salju yang sangat dingin.
Changyi yang melihat hal itu, dengan segera Changyi bergerak dengan sangat cepat, seperti kilat tubuhnya saat berlari untuk dapat mendekati Putri Geisya, Changyi menarik tubuh Bunda Putri Geisya dengan lengan kirinya, hal itu membuat Putri Geisya terbelalak, ia begitu sangat takut jika Changyi akan membinasakan Bundanya.
"Changyi... Aku mohon jangan sakiti dia, yang membunuh Yoyo bukan Bundaku, tetapi tadi aku melihat dua Zombie lain yang telah melakukan hal itu, Changyi aku mohon... Aku mengizinkan dirimu untuk menghukum ku, tapi jangan Bundaku, aku hanya ingin menyelamatkan dirinya Changyi... Aku berjanji aku pasti akan menyembuhkannya, tolong beri aku kesempatan." Ucap, Putri Geisya yang segera bersimpuh dihadapan Changyi.
__ADS_1
"Jika saja hari ini aku tidak mengorbankan kekutanku untuk mencari keberadaan mu, dan datang disaat yang seperti ini, menurutmu apa yang akan terjadi kepada dirimu?! Ketahuilah Putri, seekor binatang buas meskipun dididik dan dirawat sebaik mungkin suatu saat nanti ia akan tetap menerkam mu!" Ucap, Changyi dengan tegas.
Putri Geisya yang mendengar suara Changyi begitu dingin dan tajam, segera ia memberontak dengan tuduhan yang telah Changyi berikan.
"Dia bukan binatang! Dia Ibuku! Terima kasih sudah mencoba mencari keberadaan ku, maaf sudah merepotkan dirimu, tetapi... Aku tidak butuh bantuan darimu, aku tidak butuh kalian! Jika saja... Jika saja aku lebih berguna lagi mungkin keadaannya tidak akan menjadi seperti ini! Jika saja aku berhasil mencuri Pedang itu, mungkin saat ini keadaannya tidak akan menjadi seperti ini! Semua ini adalah kesalahan mu! Kembalikan Bundaku! Jangan lakukan itu kepada dirinya!" Bentak Putri Geisya yang segera bangkit dari tempatnya.
__ADS_1
Haili yang tengah memastikan kondisi dari Yoyo, terlihat tengah sangat berkonsentrasi lengan kanannya ia dekatkan pada jantung Yoyo, tubuhnya saat itu sudah bersimbah dengan darah merah yang begitu sangat kental, Haili terdiam sejenak ketika tengah merasakan aliran darah yang masih bergerak dan terasa sangat panas.
"Dia masih hidup... Hmh, lukanya parah sekali! Sungguh keterlaluan Raja itu!" Dalam benak Haili yang tengah memeriksa tubuh Yoyo.