
Kaili yang memandang Geisya itu lalu
menjawab tanya Gadis itu.
"Maksud Nona, Singa besar itu?."
Geisya yang memandang Pria itu segera menganggukkan kepala nya.
"Jika yang kau maksud adalah Singa, maka dia sedang berada di luar untuk makan."
Perasaan Gadis itu cukup lega karena Diego tidak apa-apa.
Kemudian terdengar suara aneh yang berasal dari perut Geisya, jelas saja di sangat lapar karena beberapa hari itu dia belum memakan apapun.
Changyi kemudian menatap Haili yang berada di samping nya.
"Bukan kah kau masih memiliki beberapa makanan?."
"Ah , benar Nona akan ku ambilkan beberapa makanan untuk mu." Jawab Kaili sambil berjalan mengambilkan beberapa makanan yang masih tersisa.
Geisya hanya terdiam tubuh nya masih terasa sangat lemah, tubuh nya pun sangat kotor juga pakaian yang di kenakan nya.
"Ini nona makanan untuk mu."
__ADS_1
Ucap Haili sambil memberikan beberapa makanan dan minuman yan masih tersisa untuk Geisya santap.
Geisya mengangkat ke dua tangan nya untuk menerima makanan itu.
"Lalu siapa namamu?."
Ucap Changyi yang duduk di samping Geisya.
"Namaku Geisya."
Ucap Gadis itu sambil meneguk air yang berada di dalam Kendi.
"Oh , bagaimana jika aku memanggil mu Gege?."
"Terserah kau saja."
Changyi menatap Geisya yang kembali terdiam, kemudian dia kembali bertanya pada Gadis itu.
"Hmm, jika ku lihat dari pakaian yang kau kenakan, pasti lah kau ini Seorang Wanita dari Keluarga Bangsawan, apakah kau ini adalah Seorang Puteri Nona ?."
Tanya Changyi dengan nada yang lembut, Geisya terkejut mendengar ucapan dari Changyi terhadap nya.
"Aku hanya lah Seorang Pengembara saja, aku mendapatkan pakaian ini dari Seorang Puteri dari kerajaan dialah yang memberikan ku pakaian ini."
__ADS_1
Sambil mengalihkan pandangan geisya telah membohongi Changyi dan Haili.
kaili memperhatikan Geisya yang berada di depan nya itu.
"Dia adalah Seorang Puteri namun mengapa dia tidak mengakui nya, apa yang telah membuat nya menjadi seperti ini, menyembunyikan identitas asli, apakah dia tidak berfikir alasan semacam itu tidak lantas membuat Changyi percaya begitu saja." Dalam benak Haili.
Changyi memperhatikan Geisya yang lebih memilih untuk menyembunyikan identitas nya.
"Oh jadi begitu , lantas apa yang tengah kau cari Nona, ku lihat kau melakukan perjalanan yang panjang demi mencari sesuatu?."
Geisya melirik Changyi yang bertanya pada nya , dalam fikir nya yang paling dalam dia dengan jelas menyatakan tujuan nya mengapa dia melakukan perjalanan itu.
"Kau benar, aku melakukan perjalanan yang sangat panjang tidak lain untuk mencari sesuatu."
Changyi memperhatikan raut wajah Gadis itu yang seketika berubah, sebuah kemarahan, kesedihan dan ketidak terima an terlihat jelas dari raut wajah nya.
"Jika aku boleh tau apa yang sedang kau cari itu ? dan untuk apa ?."
Geisya terkejut menatap Changyi yang terus bertanya pada nya, kemudian dia segera mengalihkan pembicaraan agar Changyi tidak terus bertanya pada nya.
"Hmm, itu tidak ada kaitan nya dengan dirimu bukan, aku sepertinya sudah terlalu banyak berbicara itu sangat lah tidak sopan mohon maaf kan aku tuan Changyi."
Changyi hanya tersenyum memandang Geisya yang tidak menjawab tanya nya lagi, kemudian dia menjatuhkan tubuh nya ke batu besar itu.
__ADS_1
"Aku juga hanya lah seorang pengembara biasa seperti dirimu Nona , jika kau sedang mencari tempat untuk berteduh kau bisa beristirahat di Gua ini."