Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 24 : Dunia ilusi, ketakutan geisya 2


__ADS_3

Gadis itu sangat terkejut melihat seluruh Prajurit di Istananya tergantung di atas Pohon besar, dengan cepat dia segera menghindar dari tempat itu kemudian dia segera berlari agar dapat menemukan jalan keluar nya.


Saat Gadis itu tengah berlari kencang tak lama dia menghentikan langkahnya dia melihat sekeliling entah mengapa dia kembali ke tempat semula.


"Ah, bagaimana ini semua dapat terjadi?."


Gadis itu terlihat sangat bingung kemudian dia mendengar suara gemuruh dan Kilatan Petir yang menyambar dari atas Langit.


Geisya mengangkat kepala nya dan melihat Langit yang semakin gelap, air hujan perlahan lahan membasahi bumi. tubuh nya mengeluarkan banyak darah. juga terkena air dari hujan itu rasa sakit yang dirasakan nya terasa sangat nyata.


Changyi yang berada di depan geisya memperhatikan Gadis itu yang terus menggerakan tubuh nya.


Wajah Geisya yang sedang tertidur itu terlihat sangat resah, takut, dan terlihat sangat pucat.

__ADS_1


Di dalam mimpi Geisya.


Gadis itu memperhatikan sekeliling kemudian dia melihat pedang milik haili yang tengah berada di atas istana nya yang sudah terlihat berantakan.


"Itu pedang milik Haili, aku harus mendapatkan nya kembali aku mulai merasakan sesuatu yang buruk akan segera terjadi."


Dia melihat ada sebuah dua jalan untuk mengambil pedang itu, jalan pertama adalah dengan memanjat reruntuhan bangunan istana atau jalan kedua dengan menaiki sebuah jembatan yang sudah terlihat tua.


Dalam fikir Gadis itu dia akan memilih jalan pertama, jarak nya yang tidak terlalu jauh dan juga posisi pedang berada di atas reruntuhan.


Dia terus merangkak untuk menuju pedang itu, saat dia menyentuh bangunan istana dengan tangan nya. dia sangat terkejut bangunan yang menjadi pijakan untuk nya runtuh, sekarang Gadis itu hanya berpegangan dengan satu tangan nya yang menyentuh Tembok Istana.


Dia melirik ke arah bawah, sungguh tidak di sangka dia memanjat sudah sangat tinggi.

__ADS_1


"Huh....Aku pasti bisa."


Dengan terus memanjat ke atas, tubuh nya terombang ambing tanpa adanya pegangan lain, hanya sebuah tembok yang menjadi pijakan untuk nya.


Saat sudah beberapa lama akhirnya di dapat berada di atas Istana nya, dia berlari dan segera mengambil pedang milik Haili itu.


Dia sama sekali tidak memperdulikan tubuh nya yang penuh dengan darah dan air hujan, pakaian putih nya berubah menjadi merah kecoklatan, bercampur aroma darah segar dan tanah hitam.


Entah mengapa dia memikirkan tentang kekuatan yang pernah di berikan oleh seorang Pria misterius kepada nya.


"Apa bisa aku mengunakan kekuatan itu? aku belum mampu menguasai ilmu Deinto, tetapi aku akan mencoba nya." Dalam benak nya.


Gadis itu meletakkan pedang milik Haili di samping nya kemudian Gadis itu mengangkat ke dua tangan nya dan menyatukan jari telunjuk dan jari tengah membentuk segitiga aliran kekuatan perlahan memenuhi jari jemari nya.

__ADS_1


Saat sebuah cahaya yang di hasilkan oleh beberapa Elemen yang terdapat pada bumi dan di serap oleh Langit membentuk sebuah kekuatan Cahaya listrik, memenuhi tubuh Geisya dengan perlahan dan berlangsung menjadi sangat cepat, Gadis itu kemudian memejamkan mata nya.


__ADS_2