
Putri Geisya yang melihat Wanita berjubah hitam itu hanya terdiam ketika seusai mendengar apa yang ia katakan, tak lama kemudian Wanita berjubah hitam itu kembali menatap Wajah Putri Geisya, ia sedikit melirik ke arah samping Yoyo saat itu tengah menghadapi Monster miliknya dengan sekuat tenaga. Tak lama kemudian Wanita berjubah hitam itu menundukkan pandangannya kembali. Didalam pandangannya saat itu ia melihat kobaran api yang begitu sangat panas, dimana-mana ada api yang menyala mengelilingi dirinya.
"Ayah..! Ibu... Bangunlah aku mohon, huhuhu...!" Terlihat seorang anak kecil tengah bersimpuh dihadapan Pria dan Wanita dewasa yang tengah tergelatak diatas tanah.
Tubuhnya yang kecil terlihat tengah bergetar seakan ia merasa begitu sangat takut, darah merah mengalir membasahi Wajah putihnya, luka di keningnya tampak sangat dalam dan hal itu pastilah akan membekas, seperti rasa sakit hatinya ketika ia melihat kedua orang yang paling disayanginya telah tiada, dan akan pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya.
"Hmh! Pergilah, cari apa yang akan kau cari, tetapi selalu ingat apa yang saat ini kau perjuangkan mungkin saja tidak akan setara dengan imbalan yang nantinya akan kau dapatkan!" Ucapnya, dengan segera memandang Wajah Putri Geisya dengan tatapan dari sepasang bola Mata tajam.
__ADS_1
Putri Geisya yang mendengar perkataan dari Wanita itu merasa sangat terkejut, ia tidak menyangka Wanita itu mau melepaskan dirinya, entah apa yang sebenarnya telah terjadi namun, ia merasa bahwa Wanita itu masih memiliki hati nurani.
"Aku tidak mengerti mengapa kau dengan tiba-tiba saja melepaskan diriku, tetapi apapun yang terjadi aku hanya ingin mengambil kembali kebahagiaan yang seharusnya aku dapatkan." Ucap, Putri Geisya yang masih menatap Wajah Wanita berjubah hitam itu dengan sepasang bola mata biru tajam.
Tak lama kemudian Monster yang akan menerkam tubuh Yoyo, menghentikan pergerakannya, hal itu membuat Yoyo merasa sangat terkejut, Monster itu seakan terpanggil oleh sesuatu yang membuatnya dengan segera menghentikan pertarungan dan kembali ke arah suara yang tengah memerintahkannya itu.
Yoyo yang saat itu tengah jatuh diatas tanah, dengan perlahan ia bangkit, lalu dilihatnya Putri Geisya yang saat itu tengah berdiri dihadapan Wanita berjubah hitam itu, sesegera mungkin Yoyo berjalan untuk dapat menghampiri Putri Geisya, ia dengan segera berdiri dihadapan Putri Geisya sambil merentangkan lengannya, Putri Geisya yang melihat hal itu tampak sangat terkejut, tetapi Wanita berjubah hitam yang melihat sikap dari Yoyo yang begitu sangat menghawatirkan Putri Geisya hanya terdiam tak ada ekspresi apapun yang ia tunjukkan, hanya terdiam sambil menatap tajam ke arah Putri Geisya dan juga Yoyo.
__ADS_1
Putri Geisya yang mendengar perkataan dari Yoyo, dengan segera ia mengangkat lengannya, ia menyentuh pundak Yoyo dengan perlahan, sambil berbicara kepada dirinya.
"Iya, aku baik-baik saja, tidak perlu melanjutkan pertarungan lagi aku pikir tenagamu saat ini sudah terkuras habis, jika kau masih memaksakan diri untuk melawannya aku tidak yakin kau akan mampu melindungi diriku." Ucap, Putri Geisya yang tengah menatap Yoyo, kemudian pandangannya segera ia berikan kepada Wanita berjubah hitam itu.
Yoyo yang mendengar perkataan dari Putri Geisya merasa sangat terkejut, ia tidaklah mengerti dengan apa yang telah diucapkan oleh Putri Geisya kepada dirinya. Dengan segera Yoyo memalingkan kepalanya ke arah belakang untuk dapat melihat Putri Geisya.
"Apa maksudmu?" tanya Yoyo dengan bingung.
__ADS_1
Putri Geisya dengan segera berjalan untuk dapat meninggalkan Yoyo sambil berbicara ditengah langkahnya itu.
"Ayo cepat kita harus pergi dari tempat ini, hari sudah gelap." Ucap, Putri Geisya yang terus berjalan untuk dapat meninggalkan Yoyo dan juga Wanita berjubah hitam itu.