
Pada saat mereka semua saling bertarung tiba-tiba terlihat sebuah kabut berwarna hitam yang memenuhi tempat itu. Geisya dan Yoyo terkejut dan terbatuk-batuk karena sesak akibat kabut hitam itu.
"Ukhuk Ukhuk."
Dengan bersamaan mereka semua terbatuk-batuk dan tak terlihat apapun dipandangan mereka saat itu. Mata tidak mampu terbuka karena kabut yang membuat pedih. Tak lama kabut itu hilang dan Geisya yang tengah terpejam segera membuka mata nya betapa terkejutnya dia tengah berada di suatu tempat yang tidak dikenal oleh dirinya. Changyi, Coco, Haili dan Yumika pun tidak ada ditempat itu hanya ada dia dan Yoyo.
Geisya segera melirik Yoyo yang tengah tergeletak disebuah pasir putih. Kemudian Geisya mencoba untuk membangunkan Yoyo yang tidak sadarkan diri itu.
"Yoyo.... Yoyo bangun." Ucap Geisya dengan Terus menggoyangkan tubuh Yoyo.
Geisya memandang sekeliling tempat itu sangat terpencil bahkan dia juga harus berpisah dengan teman-teman nya.
Tak lama Yoyo menggerakkan jari-jemari nya dengan perlahan dia membuka ke dua matanya dan terlihat sangat bingung saat tengah berada di sebuah pantai yang terlihat sangat sunyi dan terbengkala itu.
__ADS_1
"Yumika." Teriak Yoyo yang kemudian terbangun dan melirik sekeliling.
Geisya memandang Yoyo yang sudah sadar kemudian dia bangun dari duduknya.
"Kau sudah sadar?." Ucap Geisya sambil memandang Yoyo.
"Kita sedang berada di mana? tempat apa ini? Dimana yang lain nya? Geisya?." Ucap Yoyo dengan kebingungan.
"Aku tidak tau kita sedang berada di mana, tetapi sepertinya kabut hitam itu lah yang membuat kita terpisah dari yang lainnya, sekarang kita harus temukan mereka, Cepat berdiri kau sudah baik-baik sajakan?." Ucap Geisya dengan tatapan dinginnya.
"Heh, kau itu galak sekali sih! Tidak seperti Yumika yang terlihat sangat lembut, anggun dan baik. Jadilah wanita yang seperti itu." Ucap Yoyo yang segera bangun dari duduknya.
Geisya memandang Yoyo dengan tampang tidak perduli kemudian dia berjalan meninggalkan Yoyo. Yoyo melihat Geisya yang tidak menggubrisnya gadis itu nampak dingin dan cuek.
__ADS_1
"Hmm, sekarang kita harus pergi kemana?." Tanya Yoyo yang segera mengikuti Geisya.
Geisya Melirik Yoyo yang berada di belakang nya. Kemudian dia berjalan perlahan untuk mencari jalan agar dapat keluar dari tempat aneh itu.
"Bukan kah kau pria?! Bukan kah seharusnya pria yang memimpin wanita?!." Ucap Geisya dengan serius.
Yoyo tertegun mendengar ucapan dari Geisya yang tidak secara langsung dirinya sendiri lah yang telah merendahkan harga diri sebagai seorang pria.
"Aaa maksud ku, aku hanya mengetes mu saja. Aku sudah tau kemana kita harus pergi." Ucap Yoyo dengan sedikit gugup saat mencoba untuk mengelak.
"Tampang mu itu sungguh tidak memungkinkan, sebaiknya kau tetap di belakang ku dan ikuti saja langkah ku." Ucap Geisya yang terus berjalan untuk mencari jalan keluar dan mencari keberadaan teman-teman nya.
Geisya melihat sebuah jalan bebatuan setapak yang sangat kecil dan sempit. Kemudian dia memutuskan untuk menyusuri jalan itu. Yoyo yang melihat Geisya yang berjalan terus meninggalkan dirinya.
__ADS_1
"Yumika semoga kau baik-baik saja." Dalam benak Yoyo dengan Khawatir.