Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 71


__ADS_3

Geisya terlihat sangat kesal dengan ke dua pria itu kemudian dia mengepalkan ke dua tangannya dan diarahkan ke wajah Changyi dan Haili. ke dua pria itu yang sudah mengetahui gerakan Geisya dengan segera menghindar.


"Aku sudah tau apa yang akan kau lakukan Nona." Ucap Haili sambil tersenyum tipis.


Changyi memperhatikan Geisya yang hanya terdiam. Kemudian dia berjalan meninggalkan Changyi dan Haili di belakang.


"Kau marah lagi ya?." Tanya Changyi dengan penasaran.


Geisya segera menghentikan langkahnya dan menghela nafas sebentar.


"Hah...Bukankah kita harus segera memenuhi janji untuk membantu para penduduk disini?." Ucap Geisya.


Tak lama Haili dan Changyi tersadar dengan tujuan mereka sedari awal.


"Huft...Lelah sekali bisakah kita beristirahat sejenak?." Ucap Haili dengan lesu.


Changyi memperhatikan Haili yang nampak kelelahan. Sedari kemarin pun mereka belum sempat memakan apapun.


"Benar apa yang di katakan Haili, sedari kemarin kita belum sempat memakan sesuatu hanya air yang terakhir kali memenuhi perut ku. saat ini tenaga ku juga sudah terkuras, bagaimana jika esok kita pergi ke Gua itu. Sebaiknya sekarang ini kita mencari tempat beristirahat di suatu tempat yang tidak terlalu jauh darisini?." Ucap Changyi.


Geisya sedikit melirik ke belakang, Kemudian dia membalikkan tubuh dan berjalan menghampiri ke dua temannya yang terlihat sudah sangat lelah.


"Baiklah, kita cari sebuah tempat untuk beristirahat sejenak." Ucap Geisya.

__ADS_1


Kemudian Changyi memperhatikan seluruh penduduk yang keluar dari rumah mereka. Setelah melihat Changyi,Geisya dan Haili telah mengalahkan Pembunuh bertopeng itu.


"Tuan, Nona, mohon maaf kan atas tindakan kami yang sudah keterlaluan terhadap kalian, saya dengar kalian tengah mencari tempat untuk beristirahat? kalian bisa beristirahat di rumah saya." Ucap Salah seorang warga yang berdiri dihadapan mereka bertiga.


Geisya, Changyi dan Haili memperhatikan para penduduk yang terlihat sangat berubah tidak seperti pertama kali bertemu. Pandangan mereka terlihat sangat ramah.


"Terimakasih Nyonya." Ucap Geisya dengan tersenyum kepada salah seorang warga yang telah menawarkan mereka tempat untuk beristirahat.


"Mari ikuti saya." Ucap Wanita itu.


Seluruh warga yang berada di tempat itu sangat senang melihat kehadiran Changyi dan kawannya. Mereka baru tersadar bahwa ke tiga orang itu memang bukanlah orang jahat.


Geisya, Changyi dan Haili segera mengikuti langkah wanita itu. Lalu mereka berhenti disebuah rumah yang sederhana.


"Silahkan masuk." Ucap Wanita itu dengan tersenyum kepada Geisya.


"Nama saya Huanran." Ucap Wanita itu sambil berjalan memasuki rumahnya.


"Anda tinggal disini sendirian Nyonya?." Tanya Changyi sambil duduk di sebuah kursi.


Nyonya Huanran melirik Changyi dengan pandangan sedih, seketika tatapan matanya menjadi sendu.


"Hmm...Dahulu saya tinggal bersama dengan suami dan anak saya. Namun, mereka telah di bunuh oleh Leo penjahat itu." Ucap Nyonya Huanran sambil duduk di kursi yang berada di hadapan Changyi.

__ADS_1


Lalu mereka bertiga merasa sangat sedih saat mendengar hal itu.


"Anda tidak perlu sedih lagi, Oh ya lalu bagaimana dengan masalah sungai yang kering itu, sudah berapa lama hal itu terjadi?." Ucap Geisya sambil duduk di samping Nyonya Huanran.


"Benar." Ucap Haili yang terduduk disamping Changyi.


"Sudah lama sekali, kami setiap hari nya harus mengambil air di desa bing lai yang sangat jauh dari sini." Ucap Nyonya Huanran.


"Hmm, anda tidak perlu Khawatir lagi. Kami pasti akan membantu masalah yang sudah menimpa seluruh penduduk ditempat ini." Ucap Geisya dengan suara lembut.


"Gadis ini meskipun dia terlihat sangat dingin, dan kuat namun tidak disangka dia memiliki sisi yang lembut terhadap orang lain." Dalam benak Changyi yang memperhatikan Geisya.


"Oh iya, kalian pasti sangat haus dan merasa lapar kan, sebentar saya akan ambilkan beberapa makanan untuk kalian." Ucap Nyonya Huanran sambil berdiri dari duduknya dan memasuki salah satu ruangan untuk mengambil beberapa makanan.


"Hmm, Bagaimana jika nanti malam saja kita ke Gua itu? kita tidak memiliki banyak waktu bukan?." Ucap Geisya dengan tegas.


"Hmm, kau ini tergesa sekali." Ucap Changyi.


Geisya memperhatikan Changyi yang membalas ucapannya.


"Aku tidak ingin membuang waktu ku, Aku ingin segera menyelamatkan ke dua orang tua ku." Ucap Geisya dengan pandangan serius.


Changyi dan Haili memperhatikan Geisya dengan tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah, istirahat sebentar saja." Ucap Changyi sambil memejamkan ke dua matanya.


Geisya hanya terdiam saat melihat ke dua temannya yang tengah terpejam.


__ADS_2