
Changyi pun merasa bingung dengan diri nya sendiri saat dia tengah bertapa entah mengapa Roh nya keluar dari dalam tubuh nya untuk menyelamatkan Geisya.
Dia tidak mengerti mengapa hal itu dapat terjadi pada diri nya, dan saat mendengar bahwa Geisya tengah berkelana seketika dia merasakan Gadis itu berada dalam kesulitan sehingga dia mencari Geisya dan benar saja Gadis itu dia temukan sudah hampir mati karena kelelahan.
"Hmm, aku pun tidak tau semua nya seperti tidak terkendali, aku merasa saat pertama kali bertemu dengan nya aku harus melindungi nya."
Haili memandang Changyi yang tengah berada di samping nya itu.
"Hmm , mungkin kah......"
Changyi memperhatikan Haili dengan penasaran, raut wajah nya sangat serius dia ingin mengetahui apa yang akan di katakan oleh kawan nya itu.
"Apa?."
"Hmmm.....tidak tau."
"Ahh ,kau ini."
Changyi yang sudah mengira bahwa hai Haili akan mengatakan sesuatu yang penting, namun ternyata jawaban nya hanya membuat diri Changyi merasa kesal saja.
"Hahaha, sudah lah sekarang yang terpenting bagaimana cara nya agar puteri Geisya tidak mengetahui identitas mu yang sebenarnya, kau harus ingat tujuan nya adalah untuk mengambil pedang jiwa."
"Kau benar, jika dia mengetahui identitas asli ku maka sudah dapat ku pastikan dia akan mencoba untuk mengambil Pedang itu."
__ADS_1
Saat mereka sedang berbincang Geisya yang sudah kembali dari Sungai berjalan mendekati Changyi.
Changyi yang terkejut karena dengan tiba-tiba Geisya sudah berada di samping nya.
"Puteri Gege."
"Iya? ,ada apa dengan kalian?."
Geisya memperhatikan ke Dua Orang itu yang nampak nya sangat terkejut melihat kedatangan nya di situ.
"Ah tidak." Ucap Haili dengan bibir yang tersenyum.
Geisya memandang Haili yang berbicara dengan senyuman terpaksa.
Changyi memperhatikan Geisya yang terlihat biasa saja pada dirinya , dia merasa bahwa Gadis itu belum mendengar apapun dari pembicaraan mereka berdua.
"Baik, aku akan segera melatih mu, sekarang aku minta kepadamu untuk berdiri di atas batu besar yang berada di sana."
Changyi menunjuk sebuah Batu besar yang berada di samping Pepohonan yang Rindang, Gadis itu segera memperhatikan Bebatuan yang cukup besar itu.
"Baiklah."
Dengan segera Geisya berjalan menuju batu itu dan menginjakkan Kaki nya di atas Batu itu.
__ADS_1
Changyi yang masih berdiam diri segera mengikuti Geisya yang sudah berjalan terlebih dahulu.
"Bagus lah dia belum mendengar apapun." Dalam benak Changyi.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan?."
Tanya Gadis itu yang tengah berdiri di atas batu besar, Changyi yang tengah berjalan segera menghentikan langkah nya saat sudah berada di depan Batu besar.
"Aku ingin bertanya padamu, kekuatan apa yang kau miliki?."
"Hmm, aku memiliki beberapa namun ada salah satu kekuatan yang masih belum bisa aku gunakan dengan baik."
Ucap Geisya yang berada di atas batu memandang Changyi yang berada di depan nya.
"Tunjukan."
Changyi menatap Geisya dengan pandangan yang sangat serius, wajah nya seketika berubah menjadi sangat berbeda dengan yang sebelum nya.
"Baik lah."
Puteri Geisya mengangkat ke dua tangan nya ke udara dan segera menyatukan ke dua jari Telunjuk dan Jari tengah untuk membentuk segitiga.
Segera Puteri Geisya memejamkan ke dua mata nya dengan perlahan, angin berhembus perlahan lahan dan menjadi sedikit kencang Changyi menatap wajah Geisya yang tengah fokus pada kekuatan nya.
__ADS_1