
Saat bersamaan Changyi, Geisya dan Haili mengangkat pedang mereka sinar berwarna Hijau, putih dan oranye memenuhi pedang mereka.
Dengan cepat Mereka ber tiga menyerang pria itu, Leo yang melihat dirinya tengah di kepung segera megeluarkan sebuah pedang yang di miliki nya.
Shao Lan terus memperhatikan Ke tiga orang itu tengah menyerang kaka nya. perasaan marah terpancar dalam diri Shao. Dia mengepalkan ke dua tangan nya yang berada di pinggang.
Serangan bertubi-tubi di berikan oleh ke tiga orang itu. Changyi yang berada di belakang Haili segera terbang dan menendang Dada Leo dengan sangat keras.
Saat Geisya melihat ada peluang dia berlari ke belakang sebelum pria itu jatuh ke tanah tubuh nya di tendang dari belakang. Saat Leo terjatuh ke tanah dengan luka yang amat parah Geisya memperhatikan pria itu kemudian dia mencoba untuk mendekati nya.
"Geisya berhati-hati lah." Ucap Changyi yang berada di depan pria itu.
Geisya hanya menganggukkan kepalanya dia kemudian mendekati tubuh Leo yang sudah lemah. Saat dia tengah berjalan mendekat dari dalam tanah keluar lah seekor Kalajengking hitam yang cukup besar. Tubuh Geisya di lilit oleh ekor Kalajengking raksasa itu. ekor nya ternyata dapat berubah menjadi sebuah besi yang cukup besar, kuat dan panas.
"Sial ini jebakan." Ucap Geisya dengan kesal.
Tak lama Leo yang tengah terkapar di atas tanah itu menghilang dan tiba-tiba dia sudah berada di atas dahan pohon yang cukup besar dan segera berlari meninggalkan tempat itu.
"Kalian semua jangan menghiraukan ku, Cepat kejar dia dan segera bunuh dia!." Ucap Geisya dengan Terus berusaha untuk melepaskan diri dari ekor kalajengking raksasa itu.
__ADS_1
"Ck, Apa maksud mu! Kita bunuh dia bersama-sama aku akan membantu mu!." Bentak Changyi dengan keras.
Geisya memandang Changyi dengan perasaan kesal.
"Apa maksud mu! kau akan kehilangan dia, jika nanti kita tidak bertemu lagi dengan nya akan lebih banyak lagi korban yang berjatuhan!." Ucap Geisya dengan Tegas.
"Aku tidak perduli, Membantu seorang teman adalah tugas ku." Ucap Changyi sambil mengarahkan pedang nya di hadapan Monster Kalajengking itu.
Geisya hanya terdiam saat melihat Changyi yang berkata begitu terhadap nya.
"Hmm, Teman?." Dalam benak Geisya.
Seluruh tenaga sudah Geisya keluarkan namun, Kekuatan yang di miliki nya memang lah tidak seberapa. Dengan tiba-tiba pedang nya menghilang dengan cepat.
Changyi memperhatikan Geisya yang terlihat sangat menderita.
"Hei ada apa dengan mu! Apa kau fikir saat kau menyerah semua nya akan berakhir! Begitu?!." Ucap Changyi dengan Kesal.
Geisya memandang Changyi dan Haili yang tengah menghadapi Monster besar itu. Kemudian dia kembali tersadar bahwa semua nya belum berakhir. Setidak nya dia masih memiliki Seorang teman yang baik terhadap dirinya.
__ADS_1
Saat Geisya kembali mencoba untuk bertahan dia kemudian menatap langit yang gelap sambil berteriak.
"Kekuatan Deinto!."
Dengan cepat sebuah cahaya listrik memenuhi tubuh Geisya dan itu membuat tubuh Monster Kalajengking merasa tidak nyaman dengan cepat dia melepaskan tubuh Geisya.
Geisya terjatuh ke tanah dengan semua luka yang berada di tubuh nya. Kemudian dia mencoba untuk berdiri kembali.
"Iya benar apa yang Changyi katakan. Aku harus tetap hidup untuk membunuh Siluman-siluman rendah seperti kalian dan menyelamatkan ke dua orang tua ku. Aku Geisya bukan lah Gadis lemah yang takut dengan Rintangan." Ucap Geisya.
Haili dan Changyi memandang Geisya dengan tersenyum.
"Bagus, itu baru Geisya yang ku kenal." Ucap Haili sambil memandang wajah Geisya.
"Baiklah, teman-teman kita serang monster ini." Ucap Geisya dengan Tegas.
Kekuatan Deinto segera memenuhi tangan Geisya yang menggenggam Pedang nya. Changyi dan Haili yang berada di samping Geisya menatap tajam Monster itu.
Shao Lan yang memandang ke tiga orang yang tengah berjuang tanpa kenal lelah itu. Dia semakin merasa bangga dan sangat menginginkan menjadi seseorang yang hebat membela Kebenaran untuk menyelamatkan Dunia dari para monster yang kejam.
__ADS_1