Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 75


__ADS_3

Haili memperhatikan Geisya yang tengah termenung. Haili menatap kelabang yang cukup besar akan mengenai tubuh Geisya, dengan segera Haili mengeluarkan jurus Faidoragon.


Ke dua telapak tangan Haili saling bertemu. Bola matanya mengeluarkan sinar berwarna hijau. Dari bayangan di belakang nya terlihat Naga besar berwarna hijau dengan mata yang menyala.


"Faidoragonsutairu!." Teriak Haili dengan cukup keras.


Membuat Geisya yang berada di depannya terkejut dengan hawa panas yang terasa dari dalam tubuh Haili.


"Jurus itu?!." Ucap Geisya.


Dengan segera Geisya menghindar dari ribuan kelabang yang terus saja datang. Kelabang itu berubah menjadi sangat besar dengan tubuh berwarna merah. Dan bola mata merah menyala.


Haili segera mengarahkan Kekuatan nya yang seperti api dengan sinar berwarna hijau ke arah ribuan kelabang itu. Tak lama Kelabang yang sangat banyak itu menghilang. Namun terlihat tanah yang di injak oleh mereka bergetar dengan cukup kencang. Tak lama Monster Kelabang yang sangat besar dan mengerikan ke luar dari dalam tanah dan berada di hadapan mereka.

__ADS_1


Geisya memandang Monster itu dengan agak Khawatir dia merasakan kekuatan yang di miliki oleh Monster itu semakin bertambah dua kali lipat dari sebelumnya.


"Gawat!." Ucap Geisya Yang berada di samping Haili.


"Kau tau apa yang harus kau lakukan bukan?." Ucap Haili kepada Geisya sambil memandang Monster besar itu.


Geisya menganggukkan kepalanya dan dengan segera Geisya mengangkat pedang nya ke atas pandangan Geisya nampak serius. Bola mata yang berwarna biru seketika terdapat sebuah garis berwarna Oranye yang berada di tengah nya.


"Deinto!." Ucap Geisya.


Monster besar itu segera mengeluarkan racun pada tubuh nya. Geisya segera menarik pedang Petirnya dari perut Monster itu. Suara yang sangat keras dan aneh menggema dari dalam gua.


Geisya segera menghindar ke belakang. Haili dan Geisya memandang Monster Kelabang itu yang tiba-tiba merubah tubuhnya menjadi separuh tubuh manusia namun separuh lagi jelmaan dari Monster Kelabang.

__ADS_1


"Jadi dia itu sebenarnya Monster atau Siluman?." Ucap Geisya dengan bingung.


Haili memperhatikan Monster Kelabang itu dengan pandangan dingin. Dengan segera dia berjalan ke depan sambil mengeluarkan kekuatan yang memenuhi pedangnya.


"Siapapun dia itu tidak lah penting! Yang terpenting saat ini adalah menghancurkannya!." Ucap Haili.


Geisya memandang Haili yang terlihat sangat serius untuk menghadapi Monster itu. Kemudian pandangan Geisya tertuju pada Changyi yang tengah bertarung hebat dengan Siluman Yin eyu. Namun, tak lama keduanya menghilang dari dalam gua.


"Changyi!." Teriak Geisya dengan terkejut.


Di suatu tempat yang berdimensi lain Changyi tengah bertarung hebat dengan Siluman Yin Eyu. beberapa kali serangan yang siluman itu berikan kepada Changyi, Namun dengan gesitnya Changyi menghindar kemudian berlari dan meloncat ke atas dan menginjak kepala Siluman itu.


"Jurus Mata langit." Ucap Changyi.

__ADS_1


Dengan segera Changyi memejamkan ke dua mata nya tanda dibalik punggung milik Changyi yang berwarna putih, Menyala. Suasana yang tadi terasa sangat panas dan kering tiba-tiba angin berhembus perlahan jari telunjuknya segera dia letakkan tepat di ubun-ubun siluman itu. Cahaya putih yang keluar perlahan dari dalam tubuh Changyi segera mengaliri tubuh Siluman Yin Eyu.


Siluman yang merasakan ketidak nyamanan teriak dengan sangat keras. Dia mencoba menggerakkan tangan nya untuk meraih tubuh Changyi yang berada di atas kepalanya. Tak lama Changyi membuka ke dua mata nya. Rasa sesak yang dia rasakan teramat sakit, karena dia menggunakan kekuatan mata langit yang seharusnya tidak digunakan olehnya sebelum dia menemukan seseorang yang juga memiliki tanda mata langit di punggung nya sama seperti dirinya.


__ADS_2