Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 26 : Siluman naga merah part 1


__ADS_3

Geisya yang tengah berdiam diri seketika terkejut mendengar suara ledakan yang cukup keras dari arah pedesaan yang berada di bawah Bukit.


Duarrr...Bumm...


Segera Geisya dan Changyi menatap arah pedesaan yang berada di bawah bukit. Changyi yang begitu sangat penasaran dengan suara ledakan itu segera dia bergegas menuju pedesaan.


Geisya yang menatap changyi segera dia mengikuti Pria itu. Mereka menuruni bukit itu dengan cepat langkah kaki Changyi begitu sangat cepat bahkan dia tidak menghiraukan Geisya yang tengah berada di belakang nya untuk mengikuti pria itu.


Geisya yang juga merasa sangat penasaran mencoba untuk mengejar Changyi yang sudah berada jauh dari nya.


Sesampai nya di sebuah pedesaan. Changyi melihat Seekor Siluman Naga merah yang tengah membuat keributan di sebuah Pedesaan yang kecil itu.


Changyi melihat beberapa penduduk desa yang sudah terkapar di tanah dengan luka-luka di seluruh tubuh nya.


Siluman Naga itu yang sudah mencium kedatangan Pedang Jiwa segera memandang Changyi dengan tatapan yang tajam dan mengerikan.

__ADS_1


"Serah kan Pedang Jiwa itu kepadaku!, jika kau tidak ingin mati di tangan ku!."


Ucap Siluman Naga merah dengan mengancam Changyi yang berada di belakang nya.


"Hmm, jadi kau ingin mengambil Pedang milik ku?, aku tidak akan menyerahkan nya kepadamu, jika kau bisa ambil saja dariku."


Siluman naga itu terlihat sangat kesal berani nya pria itu mempermainkan nya. tiba-tiba Siluman Naga merah menatap ke arah seorang Gadis yang berada di samping Changyi.


"Hah...hah...huft bisa kah kau berjalan dengan sedikit pelan ?! aku sangat lelah karena dirimu!."


"Apa tujuan dari Siluman ini tidak mungkin bukan dia datang ke mari hanya untuk menghancurkan desa sekecil ini, sangat tidak masuk di akal aku yakin dia juga tengah mencari keberadaan Pedang Jiwa itu." Dalam benak Geisya.


Gadis itu berjalan ke depan sambil menggenggam Pedang Petir milik nya dia menatap Siluman itu dengan tatapan penuh dengan kebencian.


"Hey kau makhluk yang menjijikkan datang kemari sama saja dengan kau cari mati!."

__ADS_1


Siluman Naga itu menatap Geisya yang mengajak dan mengancam diri nya.


"Hey Gadis kecil aku tidak ada hubungan nya dengan dirimu, pergilah maka kau akan selamat."


Geisya memandang Siluman itu dengan rasa benci yang teramat dalam kemudian dia menggenggam sangat erat Pedang nya itu.


"Hm, ada atau tidak nya urusan itu tergantung pada diriku, jika aku menginginkan pertarungan dengan mu maka kau harus melawan ku atau kau akan menyerah ??."


Siluman Naga merah menatap geisya dengan sedikit tersenyum licik pada Gadis itu.


"Hehe menarik, sangat menarik baik lah aku akan membunuh mu terlebih dahulu!."


Geisya berlari dengan cepat ke arah Siluman itu dia mencoba untuk menusukkan pedang nya pada Siluman naga. Namun, beberapa kali serangan nya meleset dikarenakan Siluman Naga terus menghindar.


Changyi memperhatikan Geisya yang tengah bertarung dengan Siluman Naga merah.

__ADS_1


Geisya mengeluarkan kekuatan internal nya dan mencoba untuk menyerang naga merah namun sayap milik Siluman itu begitu di kibaskan mengenai tubuh Geisya. Gadis itu terjatuh ke tanah lalu dengan sigap Changyi menahan tubuh Geisya agar tidak membentur tanah.


__ADS_2