Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 58


__ADS_3

Wanita itu sangat terkejut saat melihat pembunuh berdarah dingin itu yang ternyata adalah anak nya sendiri.


"Leo?! mengapa nak? Apa yang sudah membuat mu menjadi seperti ini? Mengapa kau pergi meninggalkan ibu? mengapa kau menjadi seperti ini?." Ucap wanita itu dengan sedih.


Pria itu hanya terdiam, dia memejamkan mata nya sejenak lalu dengan cepat dia membunuh ibu nya sendiri.


"Maaf." Ucap pembunuh itu.


Saat dia telah membunuh ayah dan ibu nya sendiri. Kemudian Pria itu berjalan ke luar dari dalam kamar dengan melangkahkan kaki nya perlahan lahan.


Seorang anak lelaki yang berada di bawah kasur itu tidak lah menyangka. Kaka nya sendiri tega untuk membunuh ayah dan ibu mereka. Anak kecil laki-laki itu tubuh nya bergetar hebat, jantung bergedup sangat cepat dia menangis tanpa suara.


Tiba-tiba pembunuh berdarah dingin itu membalikkan tubuh dan berjalan menuju kasur. Dia kemudian menundukkan pandangan nya, dan di lihat nya adik laki-laki itu yang tengah merasa sangat ketakutan.


"Hey, jangan takut ini kaka." Ucap pria itu dengan lembut.


Anak kecil itu sangat ketakutan sekali. Dia menitihkan air mata yang sudah tidak dapat lagi terbendung. Kaka dari anak kecil itu menatap adik nya dengan pandangan sedih.

__ADS_1


"Maaf kan kaka." Ucap nya.


"Aku benci kepada kaka!." Ucap anak kecil itu dengan suara lirih. Suara nya bahkan hampir tidak terdengar karena di campur dengan suara tangisan nya yang cukup keras.


Pria itu hanya terdiam, kemudian dia pergi meninggalkan adik nya sendirian di dalam kamar. Pria itu menghilang begitu saja sesaat sudah membunuh seluruh penduduk di desa itu.


Anak kecil itu terus menangis terisak di bawah kasur. Sekarang dia tidak tau apa yang harus di lakukan nya saat ini. Dia hanya berharap akan ada orang yang datang ke desa nya untuk menguburkan seluruh penduduk dengan layak.


"Ayah..Ibu...Huhuhu...."


Tangisan nya tidak segera berhenti, dia terus menangis dengan terisak.


Geisya terbangun dari tidur nya. Kemudian dia menatap ke dua teman nya yang masih tertidur dengan lelap. Gadis itu melihat api yang sudah padam dan hanya menyisakan abu hitam.


Geisya berjalan meninggalkan teman nya yang masih tertidur dia menuju sungai yang akan di gunakan nya untuk sekedar minum atau pun membersihkan diri.


Setelah beberapa lama Gadis itu akhirnya sampai di sungai yang sangat jernih. Dia mengambil air sungai dengan ke dua tangan nya, kemudian dia meminum air yang sangat jernih dan juga segar itu. Air sungai itu sangat lah dingin dan membuat tenggorokan nya merasa sangat segar.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Gadis itu segera mandi di sungai.


**


Di tempat lain Changyi yang tengah tertidur itu kemudian terbangun karena sinar matahari yang telah menyilaukan mata nya. Dengan perlahan dia membuka ke dua mata nya di lihat nya Geisya sudah tidak berada di tempat nya.


Pria itu merasa sangat khawatir kemudian dia segera duduk sejenak dan berjalan untuk mencari keberadaan Geisya.


Dia kemudian sampai di sebuah sungai yang sangat jernih. Tanpa pikir panjang Pria itu berjalan untuk menghampiri sungai itu. Dia mengambil air dengan ke dua tangan nya dan segera meminum air itu.


Tak lama saat Changyi tengah meminum air sungai dia di dikejutkan oleh Geisya yang tiba tiba ke luar dari dalam air.


Wajah pria itu seketika memerah saat melihat Geisya yang berada di hadapan nya. Geisya yang melihat Changyi yang tengah berada di depan nya itu dengan sangat keras dia berteriak.


"Aaaaa."


Dengan cepat Gadis itu memasukkan diri nya ke dalam sungai. Kemudian Changyi menundukkan pandangan nya dia merasa sangat tidak enak terhadap geisya.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak sengaja, aku akan segera pergi dari sini." Ucap Changyi dengan segera dia berjalan meninggalkan geisya di sungai.


__ADS_2