
Kakek Lin Tan kemudian melirik kearah Haili, yang nampaknya mengenal cucunya itu.
"Kau mengenalnya, anak muda?" tanya kakek Lin Tan dengan penasaran.
Haili kemudian segera memperhatikan wajah kakek Lin Tan, dia sedikit berpikir lagi dan segera menjawab tanya dari kakek Lin Tan.
"Hmm. Tidak, hanya saja Wajah cucu kakek itu, serupa dengan seseorang yang saya kenal. Tapi tidak mungkin itu dia." Ucap, Haili dengan tegas.
Kakek Lin Tan memperhatikan Changyi dan Coco yang tengah terluka. Raut wajahnya kemudian nampak terkejut saat dia menatap wajah Coco yang seluruh tubuhnya sudah membiru.
"Tunggu sebentar." Ucap Kakek Lin Tan, yang segera berjalan kearah suatu tempat didalam rumahnya.
Changyi, Yumika dan Haili nampak terkejut, dia tidaklah tau apa yang akan dilakukan kakek Lin Tan didalam ruangannya.
Namun, dengan segera Chang yi menoleh kearah Coco, tubuhnya sudah membiru.
"Gawat, jika dia tidak segera diselamatkan maka kita akan kehilangan Coco." Ucap, Changyi yang tengah berbaring diatas kursi, sambil menahan lukanya.
__ADS_1
Yumika nampak terkejut segera dia memperhatikan Coco, Yumika terlihat sangat cemas, dia sangatlah tidak ingin melihat Coco mati dihadapan dirinya, dan terlebih lagi semua itu karena kesalahannya.
"Jika saja dia tidak menyelamatkan diriku." Ucap, Yumika dengan perasaan sedih.
Haili terkejut saat Yumika mulai menyalahkan dirinya sendiri. Kemudian dengan segera Haili membantah ucapan Yumika dengan nada bicara cueknya.
"Sudahlah, tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri." Ucap, Haili yang terus memperhatikan wajah Coco.
Tak lama Kakek Lin Tan keluar dari dalam sebuah ruangan, sambil membawa sesuatu ditangan kanannya. Changyi yang memperhatikan Kakek Lin Tan nampak pemasaran dengan apa yang dibawa oleh Kakek Lin Tan itu.
Dengan perlahan, Kakek Lin Tan menghampiri tubuh Coco yang sudah membiru, sambil menggenggam sebuah Giok berwarna merah, diletakkannya tepat didada Coco, Haili, Yumika dan Changyi memperhatikannya dengan amat serius.
Tak lama kemudian lengan kanan dari Coco bergerak dengan perlahan, wajahnya nampak sangat kesakitan, dia mengepalkan tangannya sendiri sambil menahan sakit. Yumika sudah mulai khawatir, namun tubuh yang biru itu lama-kelamaan berganti menjadi kulit putih.
"Uhuk!"
Tak lama Coco terbangun dengan terbatuk-batuk, darah berwarna hitam keluar dari dalam mulutnya. Yumika yang melihat hal itu sungguh sangat senang.
__ADS_1
"Syukurlah." Ucap, Yumika dengan tersenyum menatap wajah Coco.
Kakek Lin Tan kemudian menarik kembali Gioknya, Haili yang berada disamping Coco dengan segera menyentuh pundak Coco, sambil menatap wajahnya.
"Hei, kau sudah tidak jadi mati, jika sudah sekali membaik kita harus bergegas untuk mencari Geisya dan juga Yoyo." Ucap, Haili dengan raut wajah dingin.
Coco terlihat sedikit bingung, kemudiam Yumika yang berada disamping Changyi menatap wajah Coco dengan perasaan bersalah.
"Terima kasih, tapi lain kali jangan pernah membahayakan dirimu sendiri." Ucap, Yumika dengan tegas.
Coco menoleh kearah Yumika, kemudian dia hanya membalas sebuah senyuman tipis kepada Yumika.
"Apa yang sudah terjadi, selama aku tidak sadarkan diri?" tanya Coco dengan tegas, kemudian Coco segera menatap wajah Kakek Lin Tan yang tengah berada dihadapan dirinya.
"Kakek ini siapa?" tanya Coco dengan penasaran.
Haili yang kesal segera memukul kepala Coco dengan tangan kanannya.
__ADS_1
"Hei, bodoh. Kakek Lin Tan lah yang menyembuhkan dirimu!" Ucap, Haili dengan kesal.