Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 82


__ADS_3

Di tempat lain.


Changyi yang segera sadar dan melihat sekeliling. Entah dimana dia saat ini namun yang lebih mengkhawatirkan diri nya adalah lah Geisya dan Yoyo tidak bersama dengan mereka.


Tak lama Yumika dan Haili tersadar Yumika sangat merasa bingung dengan apa yang sudah terjadi dengan dirinya. Kemudian Yumika menatap Changyi yang berada di samping nya.


"Apa yang sudah terjadi?." Tanya Yumika dengan Panik.


Changyi yang berada di samping Yumika sedikit melirik gadis itu dan segera menjawab tanyanya.


"Siluman itu lah yang membuat permainan ini, sekarang Geisya dan Yoyo tidak ada bersama kita. Kita Harus mencari keberadaan mereka dan keluar dari tempat ini." Ucap Changyi dengan tegas.


Yumika yang baru tersadar di tempat itu tidak ada Yoyo dan Geisya segera dia memasang wajah panik.


"Aku baru tersadar Geisya dan Yoyo tidak bersama dengan kita." Ucap Yumika dengan Khawatir.


Haili kemudian memandang Coco yang tengah terkapar di jalan bebatuan.


"Hmm, Changyi lalu bagaimana dengan dia? Bukan kah kita harus menyembuhkannya?." Ucap Haili.


"Iya kau benar." Ucap Changyi Yang segera bangun dari duduknya.


Namun entah apa yang sudah terjadi dada Changyi merasa sangat sakit sekali. Tubuh nya pun juga lemas sakit yang terasa amat menusuk itu dikarenakan luka 5 Tahun lalu hingga membuat tubuhnya terasa amat kesakitan.

__ADS_1


"Uh." Ucap Changyi yang mencoba untuk bangun dari duduknya. Dia kemudian menyentuh dadanya yang terasa amat sakit.


Haili yang melihat tubuh Changyi terlihat kesakitan itu segera bangun dari duduknya dan menghampiri Changyi.


"Kau tidak apa-apa?." Ucap Haili yang segera memapah tubuh Changyi yang lemas.


Yumika yang berada di depan ke dua pria itu segera bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri Changyi dan Haili.


"Apa yang sudah terjadi padamu?." Ucap Yumika dengan Khawatir.


Haili segera menatap Yumika yang tengah berdiri di hadapannya. Changyi yang terlihat sangat lemah segera tersenyum pada Yumika.


"Aku Hanya kelelahan saja." Ucap Changyi.


"Mengapa dia bisa terluka dengan sangat parah seperti ini?." Ucap Haili yang memandang tubuh Coco.


Yumika yang masih berada di tempat nya segera membalikkan tubuh dan berjalan menghampiri Changyi dan Haili. Dengan tatapan bersalah dia menjawab tanya Haili.


"Ini semua memanglah kesalahan ku, jika saja.... Jika saja dia tidak menyelamatkan ku dari serangan Siluman itu mungkin saat ini aku lah yang tengah menggantikan posisinya sekarang." Ucap Yumika dengan sangat sedih.


Changyi dan Haili memperhatikan Yumika yang merasa bersalah. Kemudian Changyi memperhatikan tubuh Coco yang sudah membiru dengan bola mata berubah menjadi putih.


"Hmm, tidak perlu menyalahkan diri sendiri Yumika ini bukan lah kesalahan mu. Terkadang, saat seseorang yang menyayangi diri kita, mereka akan terus berusaha untuk selalu melindungi dan tidak ingin orang yang di sayangi itu terluka sedikitpun meskipun itu melukai diri nya sendiri." Ucap Changyi yang menatap tubuh Coco dengan pandangan sendu.

__ADS_1


"Kau dimana?." Dalam benak Changyi.


Yumika menatap Wajah Changyi yang terlihat sangat sedih kemudian Yumika memandang tubuh Coco yang terluka parah karenanya.


"Jadi dia....?!." Ucap Yumika yang terkejut dia tidak lah menyangka bahwa selama ini Coco sangat menyayangi dirinya.


Dengan tubuh yang gemetar, wajah pucat, bola mata yang berkaca-kaca kemudian basahnya pipi karena satu tetesan dari air matanya yang mengalir perlahan. Yumika segera berjalan menghampiri Tubuh Coco dan menjatuhkan dirinya di depan tubuh Coco.


"Mengapa!! Mengapa kau lakukan ini padaku! Aku tidak butuh bantuan mu! Dasar bodoh! Bangun aku mohon jangan pergi!." Ucap Yumika yang terus menangis dihadapan Coco yang tidak sadarkan diri.


Changyi dan Haili melihat Yumika yang merasa sangat sedih segera menengkannya.


"Hei apa gunanya menangis?! Dasar gadis cengeng! Usap air mata mu! Kau fikir dengan kau menangisinya dia akan segera bangun begitu?! berhenti menyalahkan diri sendiri kita harus mencari tabib di kota yang kelihatannya sangat terpencil ini." Ucap Haili dengan tegas.


Wajah Changyi seketika terlihat sangat menyeramkan kemudian dia memandang Wajah Yumika yang tengah di penuhi air mata.


"Jangan pernah menangis! Aku paling tidak suka melihat seorang gadis menangis di hadapan ku." Ucap Changyi.


Yumika menatap Changyi yang memandangnya penuh dengan kemarahan.


"Maaf." Ucap Yumika dengan sedih.


Changyi kemudian mengerutkan dahinya dan segera menyentuh pundak Yumika dengan lembut.

__ADS_1


"Aku kesal bukan padamu, tetapi karena Siluman itu yang membuat semuanya menjadi sangat merepotkan. Jadi berhentilah menangis, kau terlihat sangat jelek saat menangis." Ucap Changyi yang tersenyum tipis pada Yumika.


__ADS_2