
Salah seorang Prajurit yang tengah berjaga diluar Istana terkejut melihat kedatangan Puteri Yumika.
"Puteri Yumika sudah kembali." Teriak prajurit itu.
Kaisar dan Permaisuri yang berada didalam istana terkejut, segera mereka menemui puterinya yang berada di luar istana.
"Oh, Yumika kemana saja kamu nak. bunda sangat mengkhawatirkan mu." Ucap Permaisuri Azayika.
Perasaan panik dan khawatir dari dalam diri Permaisuri sangat terlihat jelas, dia memeluk erat tubuh puterinya dan mencium kening anak semata wayangnya itu.
"Aku hanya bermain sebentar, bunda dan ayah tidak perlu merisaukan ku, aku ini sudah lah dewasa, aku bisa menjaga diriku sendiri." Ucap Yumika meyakinkan bundanya.
"Tetap saja kami khawatir padamu." Ucap Kaisar Yousa Sin dengan sangat tegas.
Yumika hanya tersenyum memandang ayah dan bundanya yang begitu mengkhawatirkannya.
"Maafkan aku bunda, ayah." Ucap Yumika.
__ADS_1
Ke dua orang tua Yumika hanya tersenyum memandang anaknya, Namun tidak lantas membuat mereka melupakan peraturan yang harus Yumika patuhi.
"Tidak masalah, sekarang yang terpenting kau baik-baik saja, ayo kita masuk." Ucap Permaisuri Azayika."
Akhirnya mereka memasuki Istana.
**
Didalam hutan Geisya sedang duduk di tanah sambil menyandarkan tubuhnya pada Singa besarnya itu.
Tak lama Geisya memejamkan mata nya, saat dia terpejam didalam mimpi nya terlihat sebuah tempat terpencil ,didalam hutan yang cukup jauh dari tempatnya sekarang. Namun, di dalam mimpinya dia melihat sebuah sinar yang menyelimuti kotak yang cukup besar terbuat dari pahatan kayu yang rapih berada diatas meja.
Pagi hari nya Geisya terbangun dari tidurnya dia mengingat kembali mimpinya semalam.
"Apa maksud dari mimpi ku? apakah itu ada kaitannya dengan Pedang Jiwa itu?, ah sebaiknya aku pergi untuk membersihkan diri terlebih dahulu." Ucap Geisya dengan yakin.
Segera dia duduk dan mengangkat tubuhnya untuk berdiri, Geisya menatap Singanya yang masih tertidur pulas.
__ADS_1
Geisya berjalan menghampiri sungai yang berada tidak jauh dari hutan, dia membasuh tubuh nya dan meneguk air sungai yang jernih itu dengan ke dua tangannya.
"Ah segar sekali."
Tak lama dia selesai membersihkan tubuhnya dan kembali ke tempatnya semula, Singa miliknya menatap Geisya sangat lama.
"Ada apa ? apa kau lapar? pergilah cari makanan sana namun ingat jangan lupa untuk kembali." Ucap Geisya.
Kemudian Singa itu pergi meninggalkan Geisya, tak lama terdengar suara keroncongan dalam perut Geisya.
"Sebaiknya aku juga mencari makanan, hmm lapar sekali." Gumamnya sambil berjalan mencari buah-buahan segar di sekitar hutan.
Saat Geisya sedang mengambil beberapa buah segar yang berada di atas pohon. dia mendengar suara auman Singanya yang ketakutan.
Dengan segera Geisya menjatuhkan buah-buahan yang berada di tangannya itu, lalu pergi mencari hewan kesayangannya.
Suara Auman itu terdengar jelas dari dalam Hutan, Geisya berlari dan meloncati setiap dahan pohon satu demi satu dengan cepat.
__ADS_1