
Tak lama Geisya kembali ke dalam Hutan, dia melihat Changyi dan Haili tengah memandangnya.
Geisya nampak malu saat menatap Changyi, dengan cepat dia berjalan untuk duduk disamping Haili.
Changyi masih merasa tidak enak dengan apa yang sudah dilakukannya kepada Geisya, bukan maksudnya untuk mengintip Geisya yang tengah Mandi di Sungai.
Haili melirik ke Dua teman nya yang saling terdiam, entah apa yang sudah terjadi. Namun, suasana disana terasa sangat canggung.
Dengan cepat Haili segera bangun dari duduk nya dan bertanya ke pada teman-teman nya itu. Mengapa mereka terlihat seperti orang yang saling membenci.
"Hei, Ada apa dengan kalian?." Ucap Haili dengan menatap ke dua temannya itu.
Changyi yang tengah bersandar di bawah pohon sedikit mengangkat bola mata nya ke atas. Untuk melihat Haili yang tengah berbicara dengan dirinya.
"Tidak ada apa-apa." Ucap Changyi dengan sedikit gugup.
Geisya yang tengah berada di samping Haili, dengan cepat dia mengalihkan pandangan nya ke samping. Tanpa menengok kedua temannya itu walau hanya sebentar. Wajah nya terlihat memerah dia sangat lah malu dengan kejadian di Sungai.
Changyi memandang Geisya yang sepertinya sangat marah kepadanya itu. Dia merasa sangat bersalah, saat ini entah apa yang akan dilakukannya dia ingin sekali meminta maaf kepada Gadis itu. Namun dia bingung harus memulainya dari mana.
Changyi hanya terdiam diri, Haili yang memperhatikan ke dua temannya yang sangat aneh itu. Kemudian dia menggaruk rambut dengan tangan kanannya.
__ADS_1
Kemudian Haili mencoba untuk mendekati Changyi dan bertanya apa yang sudah terjadi sebenarnya, dia melihat wajah Geisya yang sedari tadi tidak ingin di lihat olehnya.
"Psst..."
Haili menatap Changyi yang berada di samping nya itu, dia memberikan kode pada Changyi, kemudian Changyi yang sedikit melirik ke atas itu hanya menggelengkan kepalanya.
Changyi kemudian bangun dari duduk nya dan berjalan untuk menghampiri Geisya yang sepertinya sangat marah kepadanya itu.
Haili memperhatikan Changyi yang menghiraukan nya begitu saja, dia melihat Changyi yang tengah berjalan untuk menghampiri Geisya.
"Hei."
Geisya hanya terdiam tanpa melirik Changyi sedikitpun, gadis itu merasa sangat malu terhadap Changyi.
"Apa kau marah terhadap ku?." Tanya Changyi dengan perasaan bersalah.
"Aku tidak ingin melihat mu, pergilah dari hadapan ku. Sekarang juga!." Ucap Geisya dengan tegas.
Changyi kemudian terkejut saat Geisya meminta nya untuk pergi, dia benar-benar sudah mengakui kesalahannya. Namun, gadis itu tetap saja marah terhadap dirinya.
"Baiklah jika itu pinta mu, aku akan pergi tetapi aku tidak bermaksud untuk melihat, lagi pula aku..."
__ADS_1
"Cukup!."
Belum sempat pria itu melanjutkan ucapan nya. Geisya sudah memotong penjelasan nya itu dengan bentakan, dia sangat terkejut saat mendengar ucapan Geisya kepada dirinya.
"Aku tidak ingin membahas masalah itu lagi, tidak perlu kau jelaskan secara rinci anggap saja hal itu tidak pernah terjadi!."
Changyi memperhatikan Geisya yang tengah berbicara dengan wajah memerah. Pria itu kemudian menyipitkan ke dua matanya, dengan cepat dia mengalihkan pembicaraan agar suasana tidak semakin terasa canggung.
Haili yang berada di antara dua insan yang tengah bertengkar itu. Merasa sangat tidak nyaman dia sudah seperti penonton yang tengah menyaksikan drama romantis antara sepasang kekasih, lebih tepatnya seorang yang tidak dianggap.
"Bisakah kalian jangan bertengkar di hadapan ku? Sungguh lingkungan percintaan sangat lah rumit." Dalam benak Haili.
"Hay teman teman, bisakah kalian mendengarkan ku sebentar saja?." Ucap Haili yang dengan tiba-tiba berada di tengah-tengah mereka.
Haili memperhatikan ke dua teman nya yang tak lama saling terdiam, saat Haili menghampiri mereka.
Krik...Krik...Krik...
Suara Jangkrik tiba-tiba terdengar.
"Seharusnya, sedari awal aku memang tidak lah ikut campur. Dasar aku pengganggu!." Dalam benak Haili dengan menangis karena dia seorang pria yang tidak pernah mengerti tentang persoalan didalam lingkaran percintaan.
__ADS_1