Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 13


__ADS_3

Geisya memandang i Gua itu dia melihat sekeliling, Gua itu terlihat agak aneh namun apa yang di saran kan oleh Changyi benar ada nya dia membutuhkan tempat untuk berteduh sementara waktu.


"Jika kau mengizinkan maka aku akan bermalam di sini."


Changyi memandang Geisya kemudian dia berdiri dan berjalan untuk membelakangi gadis itu.


"Baiklah, namun Gua Yatapa adalah sebuah Gua yang kramat, jadi mungkin kau akan sering di ganggu oleh makhluk yang tidak dapat kau lihat."


"Tak apa, aku tak mempermasalahkan hal itu, aku tidak takut dengan hantu."


Memang benar di dalam Gua itu terasa aneh, suasana di dalam pun membuat siapapun akan ketakutan.


**

__ADS_1


Di Istana Singtan


Puteri Yumika sedang berada di dalam kamar nya, kemudian dia menatap sebuah kotak berwarna hitam yang berada di atas meja.


Yumika yang merasa sangat penasaran itu segera bangkit dari duduk nya dan menghampiri kotak hitam itu.


"Sedari dulu aku sangat penasaran dengan kotak hitam ini, sebenarnya apa yang terdapat di dalam nya?."


Tanpa ragu Yumika membuka kotak hitam itu, dia melihat sebuah kalung dengan Liontin yang berbentuk oval dengan Kristal berwarna biru.


Saat kalung itu berada di leher nya, sebuah cahaya berwarna ke abu abuan keluar dari liontin itu, Yumika yang terkejut mencoba untuk melepaskan Kalung itu dari leher nya. Namun, dia sama sekali tidak dapat melepaskan nya.


Cahaya itu mengelilingi tubuh nya, seperti ada sebuah dorongan yang membuat tubuh nya terangkat ke atas. Dan tak lama cahaya itu perlahan menghilang, ke dua kaki Yumika menyentuh lantai dengan perlahan.

__ADS_1


Yumika sangat bingung apa yang baru saja terjadi pada diri nya dia merasakan sesuatu yang aneh tengah berada di dalam tubuh nya.


"Apa yang baru saja terjadi pada diriku?."


Yumika menatap wajah nya yang berada di cermin, bentuk tubuh dan wajah nya masih normal tidak ada sesuatu yang hilang tau bertambah, namun di dalam jiwa nya dia merasakan sesuatu yang sangat aneh mengalir dalam diri nya.


Entah apa yan sudah terjadi pada dirinya. Namun, dia merasakan kekuatan yang cukup besar mengalir dalam diri nya.


Dia menatap Liontin itu dari balik Cermin, kemudian dia mengangkat satu tangan nya dan menunjuk diri nya yang berada di dalam Cermin.


Sebuah Cahaya berwarna ke abu-abu an memenuhi telunjuk nya dan terlihat wajah sumringah dari bibir nya.


"Aku tidak perduli dengan apa yang baru saja terjadi padaku namun aku sangat senang dengan diri ku yang sekarang, mungkin dengan Kalung ini aku dapat terbebas dari Istana yang penuh penderitaan ini."

__ADS_1


Gadis itu sungguh sangat senang dapat menjadi seseorang yang tidak lemah lagi, di dalam fikir nya jika dia memiliki kekuatan maka siapapun akan patuh terhadap nya.


Keinginan nya untuk menjadi seseorang yang kuat memang lah sudah ada pada diri nya sejak dahulu, namun ke dua orang tua nya selalu melarang nya untuk belajar bela diri di mana pun dan dengan siapapun, alasan yang di terimanya selalu sama yaitu karena tidak ingin melihat Puteri nya berada dalam kesulitan.


__ADS_2