Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 29 : kenyataan yang tidak terduga


__ADS_3

Geisya melihat Changyi yang tengah berdiri, dia melihat sekeliling Siluman Naga merah sudah tidak ada di tempat itu.


Segera Geisya berjalan dengan cepat untuk menghampiri Changyi, pria itu yang tersadar akan kedatangan Geisya kemudian dia menatap Gadis itu yang tengah berjalan untuk menghampiri nya.


"Dimana Siluman itu?."


Tanya geisya sambil memandangi sekeliling, kemudian Changyi merangkul tubuh Geisya dengan tangan nya sambil tersenyum dia berbicara pada Gadis itu.


"Yah, bisa anda lihat Puteri saya sudah membuat makhluk yang sangat anda benci itu menghilang, karena sudah berakhir hari juga sudah menjadi gelap. Baiknya kita kembali ke Gua Yatapa, aku sangat yakin Haili pasti sangat kesepian di sana."


Gadis itu memandang Changyi yang berada di samping nya kemudian dia menatap langit yang sudah gelap.


Pria itu menepuk pundak Geisya dan berjalan meninggalkan nya, Geisya yang memandang Changyi dari belakang sangat bingung tentang jati diri Pria itu yang sebenarnya.


"Changyi."


Pria itu kemudian menghentikan langkah nya saat Geisya memanggil nama nya.


"Hmm?."

__ADS_1


Changyi sedikit melirik puteri Geisya yang berada di belakang nya, Geisya menatap pria itu lalu dia berjalan menghampiri Changyi yang berada di depan nya.


"Katakan padaku siapa dirimu sebenarnya?."


Pria itu tersenyum memandang puteri Geisya yang tengah menatap nya dengan serius.


"Aku Changyi, apakah kau sudah melupakan Dewa penolong mu ini puteri Gege?."


Sambil tersenyum Pria itu meledek Puteri Geisya yang sepertinya sudah mencurigai dirinya.


"Aku tau kau itu Changyi, tetapi tujuan dari Siluman Naga itu adalah untuk mencari Pedang Jiwa, dan yang ku lihat sepertinya dia sedari tadi mengincar dirimu?! siapakah kau sebenarnya Changyi?! katakan dengan jujur, atau aku akan benar benar membenci dirimu!."


"Kau benar-benar ingin tau siapa diriku?."


"Katakan?." Ucap Geisya dengan tegas.


Kemudian pria itu membalikkan tubuh dan menatap Geisya yang berada di belakang nya.


"Yah, kau benar aku lah Pria misterius 5 tahun lalu. Apa kau yakin dengan rumor yang beredar bahwa aku mengalahkan Raja iblis karena sebuah pedang? Hm, ku pikir kau pandai menilai diriku ternyata kau sama saja dengan yang lain. Lantas kau juga akan mengambil nya dari ku? dengan alasan untuk menyelamatkan ke dua Orang Tua mu, jika kau percaya dengan kemampuan mu sendiri kau tidak akan membutuhkan Pedang Jiwa yang bukan seharusnya menjadi milik mu."

__ADS_1


Geisya terkejut saat dia mendengar ucapan dari Changyi, dia kemudian tersadar bahwa kekuatan yang di miliki Changyi bukan karena sebuah pedang.


"Baik lah aku mengerti sekarang, Maaf sudah membuat mu merasa tidak enak."


Changyi melihat wajah Gadis itu yang terlihat sangat kecewa tehadap dirinya.


"Jika kau percaya dengan kemampuan mu sendiri maka apapun kesulitan nya kau pasti dapat melewati nya." Ucap Changyi sambil menatap Geisya.


"Untuk apa kita berteman jika kau masih menyembunyikan semua dari ku?! Aku memang tidak lah tau kebenaran tentang pedang itu, tetapi aku sangat membutuhkan nya untuk menyelamatkan ke dua orang tua ku!."


"Lalu kau akan mengambil Pedang Jiwa dari ku? Pedang ini pun bukan lah milik ku, tetapi milik seseorang yang juga berasal dari langit. Aku hanya menjaga pedang ini agar bisa sampai di tangan pemilik asli nya, apa kau tau aku juga tengah mencari pemilik asli dari pedang ini." Ucap Changyi dengan tegas


Changyi memperhatikan wajah Geisya yang tengah menatap nya dengan kesal.


"Benarkah? Jadi pedang itu tidak seperti rumor yang orang bicarakan? Baik lah jika kau sangat ingin melindungi pedang jiwa itu. Aku akan membantu untuk mengalahkan Siluman yang mencoba untuk mengambil Pedang Jiwa dan juga menemukan pemilik asli dari Pedang itu." Ucap Geisya dengan tersenyum tipis.


Changyi terkejut mendengar ucapan dari Puteri Geisya kemudian dia membalas senyum Puteri Geisya kepada nya.


"Kau?."

__ADS_1


"Kau bilang aku harus percaya dengan kemampuan ku sendiri? dan lagi kau sudah banyak membantu ku. terimakasih Changyi." Ucap Geisya.


__ADS_2