
Tak lama Pria itu membuka ke dua mata nya, Geisya dan Haili yang tengah memandang wajah pria itu terlihat sangat senang akhirnya Changyi sadar juga.
"Syukurlah kau sudah sadar, apa yang kau lihat?." Ucap Geisya memandang pria itu dengan penasaran.
Changyi menatap Haili dan Geisya yang sepertinya sudah sangat menantikan jawab an dari nya.
"Ke dua orang tua mu masih hidup. Mereka belum di jadikan Zombi oleh Raja ck, Raja siapa?." Ucap Changyi dengan pandangan yang penuh tanya terhadap Geisya.
"Ah maksud mu Siwang?." Ucap Geisya dengan memandang Changyi.
"Hmm, mungkin."
Dengan sedikit tidak yakin, karena dia pun juga tidak mengetahui nama dari Raja itu.
Geisya kemudian tersenyum dan memeluk changyi dengan erat. Pria itu terkejut saat Geisya memeluk nya itu kali pertama dia di peluk oleh seorang Gadis.
"Terimakasih Changyi, terimakasih syukurlah ke dua orang tau ku baik baik saja." Ucap Geisya dengan senang.
Changyi yang tengah di rangkul oleh Geisya itu merasa sangat bingung harus berkata apa karena pada saat melihat reaksi nya sangat senang setelah mendengar kabar bahwa ke dua orang tua nya belum di ubah menjadi zombi. Dia agak ragu untuk mengatakan bahwa bukan berarti ke dua orang tua nya baik baik saja di sana.
__ADS_1
"Ke dua orang tua ku baik baik saja kan?." Ucap geisya sambil memandang wajah Changyi yang berada di depan nya.
"Hmm."
Pria itu terlihat sangat ragu untuk mengatakan hal yang sebenarnya terjadi di tempat itu.
"Ada apa? jadi maksud mu ke dua orang tua ku sedang tidak baik baik saja begitu?."
Dengan cepat Gadis itu menjauh dari tubuh Changyi, pria itu hanya terdiam kemudian dia menganggukkan kepala nya.
Geisya yang melihat Changyi yang berekspresi begitu tak lama wajah nya menjadi murung kembali.
"Hei, jangan bersedih aku akan membantu dirimu, apa kau tidak mempercayai ku?." Ucap Changyi.
"Terimakasih banyak." Ucap geisya sambil memandang Changyi yang berada sangat dekat dengan dirinya.
Haili yang berada di belakang mereka berdua menatap ke dua orang itu kemudian membalikkan tubuh nya pandangan nya menatap langit yang semakin gelap.
"Kau bilang kita teman? hm." Dalam benak haili.
__ADS_1
"Oh ya hari sudah gelap bagaimana jika kita beristirahat di sini untuk malam ini?." Ucap Changyi.
Kemudian Geisya menganggukkan kepalanya.
"Ya, aku setuju."
Kemudian Changyi melirik Haili yang berada di belakang Geisya.
"Bagaimana dengan dirimu Haili?."
Haili yang tengah menatap langit malam itu segera melirik Changyi yang berada di belakang nya.
"Ah, aku ikut saja."
Changyi memperhatikan tubuh geisya yang penuh dengan luka di seluruh tubuh nya.
"Duduk di sini biar ku obati luka mu." Ucap Changyi sambil mempersilahkan geisya duduk di sebuah kursi yang berada di samping nya.
Kemudian Gadis itu menatap sebuah kursi kayu yang berada disamping changyi dengan segera dia duduk di atas kursi itu.
__ADS_1
Changyi memperhatikan Geisya yang tengah duduk di atas kursi kemudian changyi menyentuh pundak Gadis itu. Sebuah kekuatan mengalir begitu saja di dalam tubuh nya.
Gadis itu mencoba untuk menahan rasa sakit di tubuh nya, Haili yang tengah berada di depan gadis itu terus menatap Changyi dan Geisya yang terlihat begitu sangat dekat beberapa hari ini.