
Geisya yang mendengar perkataan dari Wanita asing itu, segera menatap ke arah Yoyo yang saat itu tengah berada disampingnya. Tak lama kemudian sinar kemerahan segera menyambar tubuh Yoyo, Yoyo yang terkejut dengan segera ia menghindari sinar itu, dilihatnya kini tengah berdiri Monster hitam dengan tubuh yang dipenuhi dengan cairan hitam yang sangat lengket tengah berada dihadapannya.
Yoyo dan juga Geisya yang melihat hal itu tampak sangat terkejut, sungguh keduanya sangat bingung dengan apa yang tengah mereka lihat. Wanita itu memiliki seekor Monster yang ia rawat degan sangat baik, entah siapa dirinya. Namun, dengan tiba-tiba saja Wanita itu menantang dirinya.
"Kita tidaklah saling mengenal, bukan? Lalu untuk apa kau menghalangi jalan kami?!" Ucap, Geisya dengan perasaan kesal terhadap Wanita asing itu.
Wanita dengan jubah hitam itu tampak sangat sinis menatap Wajah Geisya, kemudian dia segera mengangkat sebuah Pedang yang tengah berada dalam genggamannya itu dihadapan Geisya.
"Hehe... Bukankah aku sudah mengatakannya kepada dirimu sejak awal, tempat ini adalah Wilayahku, hei kau peniru sungguh tidaklah pantas Wajahku itu kau jadikan topengmu! Siakapmu yang lemah lembut heh! Aku sudah dapat memastikan bahwa kau pasti tidak akan pernah bisa mengalahkan diriku!" Ucap, Wanita itu dengan tatapan licik dihadapan Geisya.
__ADS_1
Geisya yang merasa sangat kesal dengan perkataan dari Wanita sombong itu segera menggenggam dengan erat Pedang yang tengah ia genggam.
"Aku akan membuat dirimu berhenti berkata lagi, kemarilah dan hadapi diriku, dasar Wanita sombong, aku tidak pernah meniru siapapun, kau lah si Peniru itu!" Ucap, Geisya dengan perasaan kesal terhadap Wanita itu.
Wanita berjubah hitam itu dengan segera memutar Pedangnya dengan senyum yang melintang dikedua sisi pipinya itu, ia segera mengangkat lengan kanannya jari jemarinya ia gerakan dihadapan Geisya, ia terlihat tengah minta kepada Geisya untuk berjalan mendekat ke arah dirinya. Geisya yang melihat hal itu tanpa berpikir panjang ia segera berjalan untuk dapat mendekati Wanita itu.
"Aku tak perduli berapa banyak orang yang memiliki Wajah yang serupa dengan diriku, tetapi siapapun dia yang menghalangi langkahku maka aku tidak akan segan untuk melukainya!" Ucap, Geisya dengan tampang tegas dihadapan Wanita itu.
Wanita berjubah hitam yang mendengar perkataan dari diri Geisya tampak tengah tersenyum geli, ia terlihat begitu sangat tidak mempercayai kemampuan yang Geisya miliki.
__ADS_1
"Uh! Benarkah itu? Hmh, aku jadi semakin penasaran, tidak perlu menunjukkan tampang sok menakutkan seperti itu, apakah kau tau tampangmu itu terlihat begitu sangat menggemaskan, ingin rasanya aku menyakar Wajahmu itu!" Ucap, Wanita berjubah hitam itu dengan tampang sinis dihadapan Geisya.
Geisya yang mendengar perkataan dari Wanita berjubah hitam itu, ia dengan segera tersenyum kecil dihadapan Wanita itu sambil memiringkan kepalanya ke arah samping, rambutnya yang panjang terurai dengan perlahan terbawa angin kecil ditempat itu.
"Benarkah? Jika benar begitu kemari lawan lah diriku ini, aku sungguh sangat ingin melihat seberapa hebatnya dirimu, pastinya kekuatan yang kau miliki itu jauh dibandingkan apa yang aku miliki, bicaramu saja sudah besar bukankah akan sangat memalukan jika perkataanmu itu hanya seperti angin lalu saja?" ucap, Geisya dengan tersenyum kecil dihadapan Wanita berjubah hitam itu.
Wanita berjubah hitam itu yang mendengar perkataan dan juga mimik Wajah yang Geisya berikan membuat dirinya sangat kesal, dengan perasaan murka Wanita berjubah hitam itu segera berlari untuk dapat menghampiri Geisya yang saat itu masih tengah memandanginya dari kejauhan.
"Kurang ajar beraninya dia berkata seperti itu kepada diriku! Akan aku perlihatkan seberapa besar kekuatanku ini! Dasar Peniru!" Dalam benak Wanita berjubah hitam itu dengan perasaan kesal dalam dirinya. Sambil memutar pedangnya ia bergerak dengan sangat cepat untuk dapat menyerang Geisya.
__ADS_1