Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 62


__ADS_3

Setelah Geisya menjelaskan apa yang tengah dia lihat di tempat itu. Kemudian Changyi dan Haili meminta kepada Geisya agar dia tidak menghilang lagi.


"Jadi seperti itu, kau terus lah berada di samping Haili, kita akan pergi ke sana." Ucap Changyi sambil membalikkan tubuh nya.


"Benar, sekarang kemari." Kata Haili dengan mengulurkan jari telunjuk nya untuk meminta Geisya agar berada di samping nya.


Geisya hanya memandang Changyi yang nampak nya agak kesal kepada dirinya. Dia kemudian berjalan untuk menghampiri Haili.


Tak lama mereka akhirnya dapat keluar dari dalam hutan. Di lihat nya ada sebuah desa yang berada di bawah nya. Ternyata hutan itu berada di tempat yang cukup tinggi.


Changyi memperhatikan sekeliling dia kemudian melihat ada sebuah jalan setapak yang mengarah ke desa itu.


"Hati-hati tempat ini agak curam." Ucap Changyi sambil berjalan di tumpukan tanah yang tidak rata dengan hati-hati.


Setelah berada di bawah Changyi mengulurkan tangan nya untuk membantu Geisya yang masih berada di atas.

__ADS_1


Geisya hanya memandang wajah Changyi kemudian dia menghiraukan uluran tangan Changyi kepada nya. Dengan perlahan dia berjalan di atas tumpukan tanah yang tidak rata juga curam itu, Changyi kemudian tersadar dia telah melakukan kesalahan pada Geisya dengan mengulurkan tangan pada nya. Tidak lah mungkin Geisya tidak mampu melewati hal yang seperti ini. Kemudian dia menarik tangan nya dan membalikkan tubuh.


Geisya segera mendarat ke bawah di depan Changyi. Tak lama Haili segera mengikuti ke dua teman nya yang sudah terlebih dahulu berada di bawah.


Mereka melanjutkan perjalanan, wajah ke tiga orang itu tertuju pada sebuah desa yang berada di bawah, yang sudah dalam keadaan yang hancur.


"Terjadi pembunuhan disini." Ucap Geisya.


"Hmm." Ucap Changyi sambil melirik desa itu.


Geisya memandang Changyi yang tengah memeriksa korban yang tergeletak di tanah, Geisya memandang sebentar lalu dia berjalan untuk memperhatikan sekeliling. Tak lama Geisya melihat sebuah rumah yang cukup besar dia sangat penasaran dengan rumah itu. dengan cepat dia memasuki rumah warga yang sudah tidak karuan itu.


Geisya menatap sekeliling kemudian dia mendengar suara benda keras yang terjatuh ke lantai dari arah kamar. Sontak saja membuat Geisya terkejut dengan cepat dia berjalan untuk menaiki anak tangga dan dia melihat sebuah kamar yang terbuka lebar dengan mayat Laki-laki dan perempuan.


Kemudian Geisya melihat sebuah Kotak kecil yang terbuat dari kayu terjatuh ke bawah. Dia segera mengambil kotak itu di lihat nya ada sebuah foto dan giok berwarna merah di dalam nya.

__ADS_1


Geisya terus memperhatikan tempat itu dia melihat sebuah kasur yang cukup besar. Dia agak merendahkan pandangan nya di lihat nya ada seorang anak kecil laki-laki yang tengah ketakutan di dalam sana.


Geisya mencoba untuk mendekati anak kecil itu.


"Hai, Ayo kita keluar." Ucap Geisya dengan lembut.


Anak kecil itu hanya terdiam, dia nampak sangat ketakutan tubuh nya bergetar, wajah nya pun terlihat sangat pucat.


"Tidak perlu takut, aku akan melindungi mu, dan aku berjanji akan mencari pelaku nya." Ucap Geisya Sambil mengulurkan tangan nya.


Anak kecil itu memandang Geisya dengan tidak yakin, Namun saat melihat senyuman yang terlihat tulus dari Gadis itu. Dia akhir nya menggapai tangan Geisya dan keluar dari kolong kasur.


Geisya tersenyum memandang anak kecil itu. Anak kecil yang malang memandang ke dua orang tua nya yang telah tiada. Geisya memperhatikan anak lelaki itu yang nampak nya sangat sedih.


"Kita keluar dari tempat ini, dan pergi untuk mencari pelaku nya." Ucap Geisya sambil menatap anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna hitam polos.

__ADS_1


__ADS_2