
Geisya berusaha dengan keras untuk menghancurkan batu yang tengah menelan tubuh nya itu.
"Huh, dia sungguh sangat totalitas untuk melatih diriku Batu ini sudah di beri sihir oleh nya jadi aku tidak akan dengan mudah menghancurkan nya, harus tetap berusaha." Dalam benak Geisya yang mengeluarkan kekuatan yang di miliki nya.
Lalu dengan cepat batu itu menelan hidup hidup tubuh Geisya, Haili terkejut dia kemudian menatap Changyi yang berada di samping nya.
"Chang...Changyi Puteri Geisya, dia..."
Changyi hanya melirik haili yang berteriak pada nya kemudian dia menghiraukan kawan nya itu.
Changyi terus memperhatikan batu besar yang sudah menelan tubuh Geisya, dia kemudian sedikit menyipitkan mata.
Tak lama sebuah cahaya berwarna oranye ke emas an keluar dari batu besar itu terlihat sebuah Pedang keluar dari dalam Batu dan batu itu bergoyang goyang, terlihat Batu besar itu retak sedikit demi sedikit.
Changyi tersenyum menyaksikan kegigihan Geisya yang begitu besar. entah apa yang sedang di lakukan nya di dalam sana namun Changyi merasa Geisya bukan lah Seorang Gadis biasa.
Tak lama batu itu hancur dan geisya berhasil keluar dengan selamat, dia meloncat kebawah dan memperhatikan Changyi dan haili yang tengah memandang nya.
"Bagus, sekarang latihan yang ke dua."
Haili memperhatikan Changyi yang begitu kejam terhadap Puteri Gege. Pandangan Pria itu lalu tertuju pada puteri Geisya yang terlihat sudah sangat kelelahan itu.
"Tetapi jika kau ingin beristirahat sejenak itu tidaklah masalah."
__ADS_1
Geisya menatap Changyi yang kemudian berjalan menjauh dari hadapan nya.
"Tidak, kita bisa lakukan latihan berikutnya sekarang juga."
Changyi segera menghentikan langkah nya dan sedikit melirik Geisya yang tengah berada di belakang nya dengan bibir tersenyum.
"Baik, ikut dengan ku dan kau haili tetap berada di sini."
Pandangan Changyi segera tertuju pada haili yang berada di samping nya, Haili yang mengerti segera menjalan kan perintah dari Changyi.
"Puteri geisya semangat."
Haili memperhatikan Puteri Geisya yang akan mengikuti langkah changyi, puteri Geisya melirik Haili dengan memasang wajah ramah pada Pria itu.
"Siap saya akan menjaga singa anda dengan baik puteri."
"Tolong panggil aku Geisya saya agar kita terlihat lebih akrab."
Haili memperhatikan Puteri Geisya yang terlihat sangat ramah pada nya tidak seperti waktu pertama kali mereka berjumpa.
Geisya segera meninggalkan Haili dan mengikuti Changyi yang sudah berada jauh dari nya.
"Hmm , Puteri Geisya."
__ADS_1
Haili memperhatikan Geisya yang berjalan bersama dengan Changyi, dari kejauhan Haili tersenyum pada dua orang itu.
"Kau ini ingin membawa ku kemana?." Tanya Geisya sambil terus berjalan di samping Changyi.
"Kau lihat di sana ada sebuah Bukit yang cukup tinggi, kau akan ku latih di sana."
Geisya memandang Bukit yang cukup tinggi yang memang tidak terlalu jauh pada Gua Yatapa.
"Baik lah, kita harus cepat menuju kesana."
Changyi memperhatikan Geisya yang berada di samping nya, dia melihat Gadis itu sangat ingin menyelamatkan keluarga nya yang tengah di sekap. bahkan dia tidak memperdulikan keselamatan nya sendiri.
Setelah sampai di atas bukit Geisya memperhatikan sekeliling, Changyi memperhatikan Gadis itu kemudian dia menyuruh nya untuk berbaring di atas batu besar.
"Geisya, berbaring lah di batu besar itu dan pejamkan mata mu."
Geisya terlihat sedikit bingung maksud dari Changyi yang menyuruh nya untuk berbaring di atas batu besar.
"Untuk apa?."
"Bukan kah kau ingin berlatih ? aku hanya akan melatih mu saja tidak ada niat buruk terhadap mu."
"Ah , bukan begitu maksud ku, baiklah aku akan mengikuti perintah mu."
__ADS_1
Geisya segera berjalan menuju batu besar itu kemudian dia membaringkan tubuh nya di atas sana, dia melirik Changyi yang berada di samping nya. pria itu hanya menganggukan kepala nya sekali, dan Geisya segera memejamkan ke dua mata nya itu.