
Putri Geisya kemudian menarik napas, lalu ia menghembuskannya dengan perlahan. Kekuatan Deinto yang ia miliki memanglah tidak telalu besar, terkadang ia cukup ragu akan kemampuan yang ia miliki. Namun, Putri Geisya mencoba untuk dapat membuat Pria itu terkecoh.
Telapak Kaki kanan yang jenjang itu terlihat tengah bergerak setengah memutar diatas tanah. Percikan sinar berwarna biru itu sedikit mengkilat diatas tanah yang hitam. Pria asing yang sedari tadi tengah memperhatikan Putri Geisya, terlihat begitu amat enggan meninggalkan sedikitpun celah yang membuat Putri Geisya dapat melawan dirinya.
"Huh, aku belum menunjukkan sebuah permainan yang menarik dihadapanmu, dan kini kau sudah mulai menilai diriku?!" Ucap, Pria asing itu dengan tatapan tajam.
Saat Putri Geisya melihat bola Mata Pria asing itu dengan tegas, ia mulai tersadar bahwa Pria itu adalah keturunan dari keluarga Ular api, Pilar tanah yang ia tunjukkan pun terlihat samar-samar, seakan itu hanyalah permainan anak-anak untuk dirinya.
"Sungguh sangat lucu, jika dia melawanku menggunakan kekuatan semacam itu, mungkinkah ini bukanlah yang dia inginkan? Tetapi ada maksud lain yang tersembunyi dari caranya ini?!" Dalam benak Putri Geisya, lalu ia segera menatap ke arah kaki kiri Pria asing itu, terlihat sinar hitam yang tampak dengan sangat jelas didepan Matanya. Dengan segera Putri Geisya melirik ke arah Yoyo yang saat itu tengah berusaha untuk dapat mendekati Pria asing itu.
Lalu, dengan isyarat kedipan Mata, Putri Geisya meminta kepada Yoyo untuk tidak melakukan aksinya, dan memintanya untuk mundur. Yoyo yang melirik ke arah Putri Geisya merasa sangat tertegun ketika melihat Wanita itu tengah memperingati dirinya, entah apa yang tengah Putri Geisya rencanakan. Namun, apapun itu pastilah sebuah rencana yang sangat bagus.
Yoyo kemudian menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia telah mengerti apa yang Putri Geisya perintahkan kepada dirinya. Yoyo segera menjauh dari Putri Geisya, akan tetapi dia terus memperhatikan pergerakan dari kedua orang itu.
__ADS_1
Putri Geisya dengan perlahan mengeluarkan kekuatan Deinto, telapak tangannya kini tengah dipenuhi dengan sinar oranye yang cukup terang.
Crecek! Suara percikan Petir yang terlihat dari telapak Tangan Putri Geisya.
Pria asing itu, kemudian melirik ke arah samping bawah. Dilihatnya sinar yang cukup binar disamping tubuh Putri Geisya.
"Hehe! Apakah hanya itu kemampuan yang kau miliki?!" Ucap, Pria asing itu yang terlihat tengah memperhatikan diri Putri Geisya dengan tatapan rendah.
"Banyak omong!" Putri Geisya terlihat sangat tidak sabaran terhadap Pria aneh yang menganggu dirinya. Pukulan keras dia berikan kepada Pria itu, tepat pada Perutnya, kemudian saat Pria itu mencoba untuk menghidar darinya, Putri Geisya menarik Pakaian dari Pria itu dan Tangan kirinya, segera mengeluarkan sinar Oranye yang dia sebut dengan kekuatan Deinto. Tangan kirinya mengayun dengan sangat cepat, tanpa memperhitungkan apapun lagi, dia terlihat sangat percaya akan dirinya sendiri, setidaknya itulah yang selalu dia pikirkan setiap waktu.
"Mungkin selama ini aku selalu bergantung kepada terhadap orang lain! Namun, kini harus aku sadari satu hal, tidak ada yang bisa kau jadikan sebagai sandaran dimanapun dan kapanpun! Hanya diri sendiri, dan itulah yang selamanya akan terus berlaku!" Dalam benak Putri Geisya yang terlihat sangat kesal kepada Pria asing itu.
"Hiahh!!!!" Dengan sangat keras Putri Geisya mencengengram Wajah Pria itu, dan mendorong tubuhnya sampai terbentur pada dahan Pohon yang sudah mati.
__ADS_1
"Tidak ada salahnya terlahir menjadi seorang Wanita! Dan yang harus kau tahu, tidak ada seorang Wanita terlihat harus menjadi lemah, sesungguhnya aku tidak memiliki ruang waktu untuk mengurusimu! Namun, ini adalah peringatan terkahir dariku untukmu! Hiahh!" Putri Geisya mencengengram dengan sangat erat Wajah Pria itu. Terlihat telapak Tangannya mengeluarkan darah dan menetes dari celah jarinya.
"Dia?! Bagaimana bisa!" Dalam benaknya dengan perasaan terkejut
Pria asing itu, tiba-tiba saja menggerakkan kakinya, kemudian dia menghentakkan beberapa kali, sampai tanah yang berada disekeliling mereka bergerak ke atas. Dan memutari tubuh keduanya.
Wusss....
Wusss....
Wusss....
Yoyo yang melihat hal itu sungguh tampak terkejut, kemudian dia segera berteriak sambil berlari untuk dapat menghampiri Putri Geisya dan memberikan sedikit bantuan kepadanya.
__ADS_1
"Tidak!!!" Teriak Yoyo dengan sangat keras.