
Yumika yang mendengar ucapan dari siluman itu merasa sangat kesal, dia tidak begitu saja menyerah dalam pertarungan ini.
Kekuatan angin segera di kumpulkan oleh nya, dengan perasaan tidak terima Yumika melesatkan kekuatan nya pada tubuh Ular itu.
Namun, sungguh di sayangkan kekuatan nya tidak dapat mengalahkan siluman ular itu. Dia masih menggeliat dengan bebas, tanpa rasa sakit bahkan sedikitpun Tubuh nya tidak terluka. Yumika hampir putus asa.
Kemudian dia kembali mengingat Geisya yang memang terlihat sangat berbeda jauh dengan diri nya, tatapan mata nya, tingkah laku nya dia sebenarnya adalah seorang pendekar yang hebat namun dia tidak memperlihatkan kehebatan nya hanya untuk ajang agar terlihat hebat.
Yumika merasa malu pada diri nya sendiri. Jika di bandingkan dengan Geisya dia tidak lah sepadan dengan Gadis itu.
"Seharusnya aku berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak terlalu jauh, ah tapi karena sudah sampai di sini aku tidak akan pernah menyerah." Dalam benak Yumika.
Tanpa berputus asa Gadis itu mengeluarkan semua kemampuan ya untuk melawan Siluman Ular itu. Namun lagi-lagi dia selalu gagal entah apa yang membuat nya tidak bisa mengalahkan siluman ular itu.
Karena di rasa kekuatan Siluman Ular itu sangat tidak sebanding dengan nya. Yumika memutuskan untuk mengakhiri pertarungan dengan menghilangkan diri tanpa meninggalkan jejak.
Siluman ular itu memperhatikan sekeliling Yumika sudah tidak berada di tempat itu.
__ADS_1
"Hmm, dasar Gadis sombong, aku pun sebenarnya tidak tertarik untuk bertarung dengan mu. Geisya aku akan menemukan mu."
Ucap siluman ular itu sambil merubah dirinya menjadi manusia biasa, dia segera menghilang dari tempat itu.
Masih di dalam hutan yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka bertarung. Yumika terlihat sangat lelah, hampir seluruh tenaga nya sudah terkuras hanya menghadapi Siluman Ular itu.
"Sial, ternyata dia sangat kuat."
Yumika menyentuh batang pohon dan bersandar di bawah pohon itu. Dengan terengah engah Yumika menenangkan diri.
**
Geisya keluar dari Dalam gua dia melihat Changyi dan Haili yang sedang duduk di semak semak sambil berbincang berbincang.
Entah apa yang sedang mereka bicarakan Geisya tidak ingin mengetahui nya.
Dia menatap langit malam yang di taburi oleh ribuan bintang yang berada di angkasa.
__ADS_1
"Ayah ibu, ku mohon bertahan lah sebentar lagi aku akan menyelamatkan kalian."
Changyi yang sedang berbincang dengan kawan nya itu tidak sengaja menatap Geisya yang berada di depan Gua.
Changyi berdiri dari duduk nya, dan berjalan untuk menghampiri Geisya yang berada di depan Gua.
Haili memperhatikan Changyi yang tiba- tiba pergi meninggalkan diri nya.
"Hey, Changyi kau ini ingin pergi kemana ? perbincangan kita belum selesai.
Haili lalu memperhatikan Changyi yang berjalan untuk menghampiri Geisya yang tengah menatap langit.
"Gege, kau ingin ikut bergabung dengan kami di sana?."
Ucap Changyi yang berdiri di hadapan Geisya. Geisya yang terkejut segera dia menatap Changyi yang sudah berada di depan nya.
"Hm, terimakasih namun itu tidak perlu aku hanya ingin sendiri."
__ADS_1
Changyi memandang wajah geisya yang terlihat sedih kembali.
"Aku juga pernah merasa sangat ingin sendirian, namun saat aku tersadar bersama dengan kawan itu akan menjadi lebih baik, bahkan mampu membuat suasana hati yang tadi nya sedih, kesal, marah jadi hilang begitu saja berkat seorang kawan."