
Changyi memperhatikan Geisya yang tengah berada di samping nya, beberapa kali dia melirik Gadis itu. Kemudian dia menghampiri Gadis itu dengan perlahan.
"Maaf ya, aku hanya bercanda apa kau masih marah?." Ucap Changyi sambil memandang wajah Geisya.
Geisya yang tengah memperhatikan pedang nya kemudian tatapan nya tertuju pada wajah Changyi yang berada di samping nya itu.
"Akut tidak lah marah." Ucap Geisya.
Changyi memperhatikan Geisya yang kembali berjalan meninggalkan dirinya. Kemudian, pria itu melirik Haili yang berada di samping nya itu.
"Dia tidak menyukai ku, Kau pasti sudah membohongi diriku?!." Ucap Changyi dengan sedikit kesal.
Kemudian Haili yang tengah menatap Geisya, tak lama pandangan nya mengarah pada Changyi yang agak nya kesal pada dirinya itu.
"Haha...jika dia tidak menyukai mu maka kau lah yang menyukai nya?." Ucap Haili dengan menyipitkan ke dua mata nya.
Kemudian Changyi tertegun mendengar ucapan dari haili kepada dirinya, pria itu memperhatikan Geisya yang sudah berada jauh di depan nya.
__ADS_1
"Itu tidaklah mungkin." Ucap Changyi sambil memandang wajah Haili.
"Apa maksud mu dengan tidak mungkin? atau jangan jangan kau hanya bermain main saja dengan nya ya?." Ucap Haili dengan perasaan kesal.
"Ada apa dengan dirimu ini Haili? apa kau benar benar sudah tidak mengenaliku sekarang?." Ucap Changyi dengan berakar tegas pada kawan nya itu.
"Hmm, sudah lah tidak perlu membahas hal yang seperti itu, apa kau yakin dengan putusan mu untuk membawa Puteri Geisya ke Istana Siluman?." Ucap haili dengan perasaan khawatir.
Changyi memperhatikan wajah Haili yang seperti nya begitu mengkhawatirkan Geisya.
Mereka terus berjalan menyusuri hutan, matahari mulai tenggelam. Geisya menatap ke arah langit yang sudah mulai gelap.
"Teman teman sebaik nya kita beristirahat di sini terlebih dahulu, aku sudah mulai lelah." Ucap Geisya.
Changyi dan Haili menatap Gadis itu kemudian Changyi menjatuhkan tubuh nya ke semak semak sambil memejamkan mata nya.
"Haha, melelahkan sekali hari ini." Ucap Changyi.
__ADS_1
Haili menatap Changyi yang tengah membaringkan tubuh nya di atas semak. Pria itu kemudian duduk di samping Changyi dengan menghela nafas nya.
Geisya menatap ke belakang di melihat ke dua teman nya yang begitu sangat lelah.
"Baiklah, aku akan mencari sungai di sekitar sini." Ucap Geisya.
Gadis itu kemudian berjalan memasuki hutan dan meninggalkan Changyi juga Haili.
Dia terus memperhatikan sekeliling di tempat itu suasana terasa sangat sunyi. Suara-suara Burung dan Jangkrik menggema di telinga Gadis itu.
Kemudian dia menatap sebuah pohon bambu yang cukup menjulang tinggi. Gadis itu mengangkat tangan kanan nya sebuah cahaya berwarna oranye memenuhi pohon bambu itu. Sebuah cangkir yang terbuat dari bambu kini sudah berada di genggaman nya.
Geisya kemudian berjalan untuk mencari mata air di sekitar tempat itu. Dia melihat ke atas langit terlihat beberapa segerombolan burung terbang dengan cepat meninggalkan sarang nya. Gadis itu merasa sangat curiga dengan hal itu, namun dia terus melanjutkan langkah nya untuk mencari mata air.
Tak lama dia melihat sebuah sungai yang sangat jernih tanpa pikir panjang Gadis itu menuju ke arah sungai yang terlihat sangat jernih itu.
Gadis itu mengambil air dengan menggunakan gelas bambu nya, dan segera kembali ke tempat nya semula untuk menemui Changyi dan Haili.
__ADS_1