Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 61


__ADS_3

Geisya, Haili dan Changyi melanjutkan perjalanan mereka setelah perdebatan usai dan terdengar suara Burung gagak yang bersahut-sahutan menuju ke arah barat. Mereka semakin curiga ada sesuatu hal yang tidak beres tengah terjadi di suatu tempat yang tidak terlalu jauh dari dalam hutan.


Ke Tiga orang itu saling memandang satu sama lain tanpa mengulur waktu lebih lama lagi, mereka segera berjalan ke luar dari Hutan dan ingin memastikan apa yang tengah terjadi di arah barat itu.


Geisya segera mengikuti Changyi yang sudah berdiri di hadapan nya, dia nampak penasaran dengan hal itu.


"Kita lanjutkan perjalanan." Ucap Changyi dengan memperhatikan suasana di dalam hutan.


Geisya dan Haili hanya menganggukkan kepala mereka dan berjalan mengikuti Changyi yang tengah berjalan di depan mereka.


Tak lama Geisya mendengar suara aneh dari arah belakang, dengan cepat dia menghentikan langkah nya dan menoleh ke belakang di lirik kan bola mata nya ke kanan dan ke kiri. Namun, tak ada apapun di sana.


Haili yang tersadar Geisya tidak bersama dengan mereka kemudian menghentikan langkah dan memanggil Changyi yang terus berjalan.


"Changyi, Geisya dimana?." Tanya Haili dengan sedikit panik.


Kemudian Changyi menghentikan langkah nya dan menoleh ke belakang.


"Bukan kah dia tadi bersama dengan mu?."

__ADS_1


"Iya, Namun aku sempat meninggalkan nya di belakang ku."


Changyi dan Haili sungguh merasa khawatir dengan Geisya yang tiba-tiba menghilang.


"Anak itu, senang sekali menghilang." Ucap Changyi sambil berjalan untuk kembali ke tempat mereka semula.


"Changyi kau akan kemana?." Ucap Haili yang memperhatikan Changyi dari belakang.


"Tentu saja untuk mencari Gadis itu, ah cepat lah kita harus segera menemukan nya." Changyi menjawab tanya Haili dengan agak kesal.


Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke tempat semula. Di tengah hutan Geisya memandang sosok hitam yang terbang dengan cepat ke arah nya.


Tatapan tajam dan terus fokus, saat bayangan itu semakin membesar dan mendekat ke arah nya dengan cepat dia mengangkat tangan kanan. Jari telunjuk nya menyentuh bayangan itu sampai terlihat lah sosok pria yang tengah memandang Geisya dengan tatapan kesal.


"Jangan pernah pergi ke arah barat, jika kau tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada dirimu!." Ucap Pria misterius itu.


Tak lama Pria itu menghilang dengan cepat dari hadapan nya, Geisya memeriksa sekeliling namun pria itu sudah menghilang.


"Aneh, karena kau melarang ku hmm. Aku jadi sangat ingin untuk pergi ke sana." Dalam Benak Geisya.

__ADS_1


Geisya yang tengah terdiam itu dikejutkan oleh suara Haili dan Changyi yang memanggil nama nya.


"Geisya, apa yang sedang kau lakukan di sini?." Tanya Changyi dengan menatap tubuh Geisya dari belakang.


"Benar, aku terus saja menghilang." Ucap Haili yang berada di samping Changyi.


Tak lama Geisya segera membalikkan tubuh nya dan memandang Changyi juga Haili yang sudah mencari dirinya itu.


"Maaf, tadi aku mendengar suara aneh jadi nya aku memberikan sebentar untuk memastikan suara apa yang aku dengar itu." Ucap Geisya menjelaskan.


"Jangan suka membuat orang lain khawatir." Ucap Changyi yang berada di hadapan nya.


"Maaf kan aku yang sudah membuat kalian merasa khawatir." Ucap Geisya dengan memohon. Agar ke dua teman nya itu memaafkan nya.


Changyi memperhatikan Geisya yang terlihat sangat menyesal, kemudian Changyi kembali bertanya pada Geisya.


"Kau bilang tadi kau mendengar suara aneh, jadi itu suara apa? apa kau tau itu?."


"Iya aku tau, tadi aku melihat bayangan Hitam melesat begitu cepat, mendekat ke arah ku. Dia berkata bahwa kita jangan pergi ke arah barat atau kita akan mengalami sebuah masalah. Hanya itu yang di katakan nya, tak lama dia pun menghilang." Ucap Geisya dengan tegas.

__ADS_1


__ADS_2