
Di dalam Gua Geisya dan Haili masih bertarung dengan sengit terhadap Monster kelabang yang saat ini telah merubah diri menjadi Siluman yang mengerikan. Tidak di sangka kekuatan dari Monster itu bertambah dua kali lipat dari sebelumnya.
Geisya dan Haili memperhatikan Monster Kelabang itu dengan tatapan tajam. Kemudian Haili menggenggam erat pedangnya dan berlari untuk menyerang Monster itu. Pandangan Monster Kelabang tertuju pada Haili saat Monster itu akan menyerang tubuh Haili dengan cepat dia meloncat ke atas dan memutarkan tubuhnya kebelakang.
Geisya yang berada dibelakang Haili segera mengangkat pedang petirnya tetap didepan wajah Geisya.
"Deinto!." Ucap Geisya dengan pandangan dingin sebuah sinar berwarna Oranye ke emasan dan cahaya listrik memenuhi pedangnya. Saat Monster itu terfokus pada Haili dengan segera Geisya melepaskan kekuatannya pada tubuh Monster kelabang. Haili yang sudah mendaratkan diri di samping Geisya, Menatap Tubuh Monster Kelabang itu. Tak lama Suara teriakan yang terdengar dari dalam gua perlahan menghilang dan senyap bersama Monster Kelabang itu.
"Fiuh akhirnya." Ucap Geisya sambil memejamkan ke dua matanya.
Haili memperhatikan Geisya kemudian dia menatap sekeliling Changyi dan Siluman Yin Eyu sudah tidak berada di dalam gua.
"Dimana Changyi dan Siluman itu?." Ucap Haili.
Geisya memandang Haili kemudian dia menjawab tanya Haili.
"Aku tidak tau, Namun aku melihat mereka menghilang mungkin saja saat ini mereka tengah bertarung disuatu tempat." Ucap Geisya menjelaskan.
"Hmm baiklah kita tunggu sampai Changyi kembali." Ucap Haili dengan Terus memandangi Gua itu, kemudian Dia melihat tetesan air yang keluar dari balik tumpukan tulang yang sangat banyak.
__ADS_1
"Apa itu?." Ucap Haili.
Geisya memandang ke arah samping nya kemudian mereka ber dua menghampiri tulang-tulang itu. Kemudian, Geisya menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan tumpukan tulang yang sangat banyak. Saat tulang itu sudah hancur air mengalir deras Geisya dan Haili yang berada didepannya segera menghindar ke arah samping.
"Hm, jadi ini yang membuat sungai menjadi kering." Ucap Geisya sambil memandang derasnya air yang mengalir ke luar.
Saat Geisya dan Haili tengah memperhatikan air itu kemudian sinar berwarna putih terlihat dari samping Gua Changyi segera memandang ke dua temannya yang sudah berhasil mengalahkan Monster itu.
Changyi kemudian berjalan untuk menghampiri temannya. Geisya dan Haili yang merasakan ada sesuatu yang mendekat segera menoleh ke belakang.
"Changyi?!." Ucap Geisya dengan sedikit terkejut.
"Iya, kalian sudah berhasil?." Ucap Changyi sambil memperhatikan air yang sudah mengalir.
"Hmm, lalu sekarang kita akan pergi kemana? hanya kau yang mengetahui keberadaan ayah dan ibu ku Changyi." Ucap Geisya sambil memandang Changyi yang berada di sampingnya.
"Baiklah kita akan pergi ke Istana Hei'an Istana para siluman." Ucap Changyi.
Segera mereka ber tiga keluar dari dalam Gua dan pergi untuk menuju Istana Hei'an.
__ADS_1
***
Di dalam hutan.
Yumika tengah duduk di atas batu yang cukup besar dia tengah termenung. Kemudian Coco yang memperhatikan Yumika segera berjalan untuk menghampirinya.
"Hei, Apa yang sedang kau pikirkan?." Ucap Coco yang berada di samping Yumika.
Yumika yang tengah melamun itu terkejut melihat Coco yang sudah berada di sampingnya.
"Ah, aku hanya ingin bertemu dengan teman ku." Ucap Yumika dengan sedih.
Coco memandang Wajah Yumika yang tengah bersedih. Kemudian mereka dikejutkan dengan kedatangan Yoyo yang tiba-tiba saja menyela pembicaraan mereka berdua.
"Hmm, bagimana jika kita mencari keberadaan teman mu itu. Dan lagi tempat ini sangatlah tidak aman untuk kita tinggali lagi." Ucap Yoyo.
Yumika memandang Yoyo yang tiba-tiba saja datang menghampiri mereka.
"Benar juga, bagaimana jika kita pergi sekarang?." Ucap Yumika dengan semangat.
__ADS_1
Yoyo dan Coco yang memandang Wajah Yumika yang kembali riang terlihat sangat senang akhirnya Yumika dapat tersenyum kembali setelah beberapa hari terlihat sangat sedih.