
Wanita dengan jubah hitam itu, kemudian menatap wajah Geisya dengan sepasang matanya yang terlihat sangat licik, Geisya dan Yoyo sungguh tidaklah mengetahui siapa sebenarnya wanita itu, namun yang membuat diri Geisya terkejut wajah dari wanita itu sungguh sangat mirip dengan dirinya.
"Heh! Banyak bicara, aku paling tidak suka dengan orang yang banyak bicara! Kalau begitu lebih baik kau hadapai saja diriku!" Ucap, wanita itu dengan segera ia mengelurkan sebuah Pedang dari dalam jubah hitamnya itu.
Geisya dan juga Yoyo yang memperhatikan pergerakan dari wanita itu, membuat diri mereka semakin berwaspada terhadap wanita itu, Geisya yang sudah merasa sangat lelah itu dengan terpaksa ia harus menerima tantangan dari wanita yang tidak ia kenali itu.
__ADS_1
Tangan kanan Geiysa yang tengah berada disamping pinggulnya itu dengan segera terlihat sebuah cahaya dengan warna oranye, tidak lama kemudian kedua lengan Geisya dipenuhi oleh sinar berwarna oranye yang sudah terkumpul sempurna dengan bentuk yang menyerupai listrik. Nampaknya, Geisya sudah sangat siap untuk melawan wanita dengan jubah hitam itu.
Terlihat dari cakrawala biru yang membentang sangat luas, langit biru itu yang seakan tengah menyaksikan bagaimana kelangsungan dari pertarungan kedua wanita itu. Langit yang begitu cerah, seakan mendukung Geisya untuk dapat menyerang si Wanita dengan bertutupkan jubah hitam. Begitupun juga dengan sinar mentari yang seolah tengah menurunkan cahayanya, sebagai energi kemenangan untuk dirinya.
"Baiklah!" Ucap, Geisya yang dengan segera berjalan ke arah wanita itu dengan segala keyakinan dan tekadnya, meskipun saat ini hanya bersisakan sebuah energi yang begitu sangat minim, karena banyaknya energi yang sudah ia keluarkan untuk menyerang Monster yang sebelumnya sudah ia hadapi.
__ADS_1
Hanya bermodalkan, kekuatan seadanya tanpa bantuan dari benda tajam apapun, tidak membuat diri Geisya gentar dibuatnya, namun sebaliknya, ia sangat percaya akan keahliannya dan dapat mengalahkan Wanita dengan jubah hitam itu.
Sedangkan Yoyo, tidak hanya berdiam diri saja, namun ia juga segera mambantu Geisya untuk dapat mengalahkan Wanita dengan jubah hitam itu, saat Geisya sudah saling berhadapan dengan jarak yang cukup dekat ia segera menyerang tubuh Wanita itu dengan kekuatan yang ia miliki, dan saat si Wanita itu akan mengarahkan Pedangnya pada tubuh Geisya, dengan segera Geisya meloncati tubuh Wanita berjubah hitam itu sesaat ia telah melukai tubuh Wanita berjubah hitam itu dengan Kekuatan yang ia miliki.
Wanita itu nampak terkejut, saat Geisya dapat dengan mudah menghindari serangannya, dan dia juga cukup lihai memainkan permainan tanpa adanya bantuan dari alat yang dipergunakannya untuk bertarung. Geiysa yang tengah membelakangi Wanita berjubah hitam dan juga Yoyo, nampak tengah berlutut sambil mengatur napasnya. Kemudian, dia segera memalingkan pandangannya ke arah belakang untuk dapat melihat bagaimana keadaan si Wanita itu.
__ADS_1
Sedangkan Yoyo, segera mengelurkan kekuatan miliknya untuk dapat menyerang Wanita berjubah hitam itu, dan membantu Geisya untuk dapat mengalahkan Wanita berjubah hitam itu. Namun, sebelum Yoyo menyerang si Wanita berjubah hitam itu, ia dikejutkan dengan suara dari si Wanita yang berkata pada diri Yoyo sambil mencoba untuk menyeimbangkan tubuhnya.
"Heh, ini masalah Wanita! Jika kau juga sangat ingin bersenang-senang, maka aku akan mengabulkannya!" Ucap, sang Wanita dengan jubah hitam itu sambil mengangkat lengan kanannya dihadapan Yoyo.