Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapters 116 ~ Bangkit Kembali.


__ADS_3

Putri Geisya kemudian mulai memalingkan Wajahnya ke arah belakang, dan sekeliling. Di sungguh tidak menyangka Pria itu jauh lebih hebat dari yang ia kira.


"Sungguh! Dia telah membuat diriku terkecoh! Huh... Baiklah!" Dalam benak Putri Geisya, yang segera menambah tingkat listrik didalam kekuatannya.


Akan tetapi, tiba-tiba saja ada suatu benda yang mengarah ke arahnya dengan sangat cepat dan melukai Tangannya dengan cukup dalam. Putri Geisya sungguh sangat terkejut, karena benda yang hampir mirip dengan pisau itu melesat begitu saja saat dia tengah sangat fokus kepada Pria itu.


Untuk menghindari serangan dari benda tajam itu, Putri Geisya dengan terpaksa melepaskan cengkeramannya, dan berjalan mundur, sambil terus memperhatikan arah sekitar.

__ADS_1


"Sial! Ternyata ada yang membantunya! Mungkinkah ini sudah direncanakan?! Sungguh tidak ada waktu lagi! Tetapi jika aku pergi begitu saja, mereka pasti tidak akan melepaskanku dengan mudah! Ahh...!" Putri Geisya segera memperhatikan Tangannya yang terluka akibat benda tajam yang melukainya.


"Deinto!!" Putri Geisya kembali mencoba untuk mengeluarkan kekuatan yang dia miliki, Sinar Oranye memenuhi telapak Tangannya. Dengan langkah cepat dia segera berlari untuk dapat menghampiri Pria asing itu. Tatapannya begitu sangat tajam, Wajahnya yang pucat, tampak letih. Akan tetapi dia sadar untuk dapat menjadi Wanita yang hebat, dia harus mampu melindungi dirinya sendiri, lalu setelah itu ia baru akan bisa membantu semua orang.


Langkah Putri Geisya semakin cepat, tujuannya adalah Pria yang tengah berdiri dihadapannya. Akan tetapi saat sudah siap untuk menyerang, tiba-tiba dihadapannya sudah berdiri tegak seorang Pria dengan berwajahkan putih dan memiliki garis merah menyilang pada Wajahnya.


Putri Geisya begitu sangat terkejut, dengan cepat Pria itu mengangkat tangan kanannya untuk dapat menyerang Putri Geisya. Dengan sekali pukulan, tubuh Putri Geisya terhempas dan membentur Pohon besar, hingga membuat dirinya terjatuh ke tanah.

__ADS_1


"Dimana dia?!" Kata, Yoyo yang terlihat cukup panik.


Kemudian, Pria yang tengah berada didekat Pohon segera mengeluarkan Ular yang berada didalam tanah, untuk dapat menyerang Yoyo.


"Huh! Ternyata si tidak berguna ini, mencoba untuk bermain denganku! Kita lihat apa yang bisa kau lakukan untuk membuatku merasa senang! Byumii...!" Ucap, Pria itu yang segera menatap ke arah tanah yang dipijak oleh Yoyo.


Tak menunggu lama, ribuan Ular yang cukup besar keluar dari dalam Tanah, dan mendekati Yoyo. Yoyo yang terlihat sangat terkejut segera dia melihat sekitar, "Ular-Ular ini!" Kemudian.... Bebapa puluh ekor Ular itu, menyemburkan sinar berwarna hitam ke arah Yoyo. Dengan sigap Yoyo menghindarinya. Lalu, dia mulai mengangkat Tangan kanannya, ke udara. " Ini tidak bisa dibiarkan! Akan aku bunuh kalian semua, Midori no hashira...!" Dengan cepat Telapak tangan Yoyo dipenuhi dengan sinar hijau yang cukup terang, kemudian, kedua Tangannya dia dekatkan ke arah depan, membentuk seperti segitiga. "Hak!" Dengan cepat sinar hijau berbentuk segitiga itu berganti menjadi bentuk panah ke arah puluhan Ular yang cukup besar itu.

__ADS_1


Putri Geisya segera bangkit dari tempatnya, kemudian dia mengepalkan telapak tangannya, dengan cepat dia berjalan untuk dapat mendekati tempat dimana kabut tanah tengah berputar.


Luka pada Tangannya terlihat cukup dalam. Darah yang semula merah berganti menjadi hitam pekat. Hal itu menandakan bahwa kadar racun yang dia terima cukup membahayakan dirinya.


__ADS_2