Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 31 : Berkelana


__ADS_3

Akhirnya mereka semua memutuskan untuk meninggalkan Gua Yatapa yang di rasa sudah tidak aman lagi untuk mereka tinggali. Changyi, Geisya yang bersama dengan singa nya juga Haili bergegas untuk mencari tempat tinggal yang lebih aman.


Mereka berjalan menyusuri hutan yang cukup lebat di malam hari itu suasana di hutan terasa sangat sunyi dan mencekam, tiba-tiba mereka mendengar suara tangisan Wanita dan berubah menjadi suara tawa Seorang awanita yang sangat keras.


Suara itu memenuhi tempat yang mereka sedang lalui, kemudian Changyi melirik ke kanan dan ke kiri, Geisya dan haili sudah sangat bersiap siap jika nanti nya akan ada penyerangan secara tiba-tiba.


Benar saja sesuatu berwarna merah dan hitam melesat begitu cepat ke arah mereka dengan suara tawa yang sangat keras.


Wuussss....


Hihihi....Hihihi...


Geisya segera mengeluarkan pedang nya begitu juga dengan Haili, kemudian Hantu itu mendaratkan diri di atas pohon yang sangat besar.

__ADS_1


"Hihihi....hai kalian Manusia berani nya datang ke wilayah ku!! cari mati ya?!." Ucap salah satu Hantu yang mengenakan pakaian berwarna hitam dan juga berwajah hitam dengan lidah menjulur keluar.


"Hihihi...seperti nya aku merasakan sesuatu pada dirimu? hei pria! aroma pedang jiwa itu sungguh sangat kental aku rasakan." Sahut hantu wanita yang duduk di atas pohon dengan mengenakan pakaian berwarna merah, berambut Ular dan bermata satu.


Changyi memperhatikan ke dua hantu itu dengan pandangan biasa saja, kemudian Geisya yang tidak ingin mengulur waktu lebih lama lagi segera mengeluarkan kekuatan internal nya kepada dua hantu itu.


Geisya mengangkat satu tangan kanan nya yang sudah terkumpul sebuah kekuatan internal, kemudian dia mengarahkan nya pada dua hantu itu.


Hantu wanita itu yang terkejut segera menghindari kekuatan milik Geisya dan ke dua hantu itu melayang layang di udara.


Kemudian hantu itu mencium aroma yang sangat harum dari dalam tubuh Geisya.


"Aroma ini?."

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Hantu berambut Ular itu segera mendekati Geisya sambil memasang wajah dengan penuh kebahagiaan.


"Jadilah santapan malam ku, hihihi."


Tangan hantu itu menjulur ke arah leher Geisya, Geisya memperhatikan tangan hantu yang akan segera mencekik leher nya dengan cepat dia mengangkat Pedang Petir milik nya dan melukai tangan Hantu itu.


Hantu berbaju merah itu terlihat sangat kesakitan sebuah aliran listrik memenuhi tangan kiri nya yang terkena goresan dari pedang milik Geisya.


Kemudian hantu yang mengenakan pakaian berwarna hitam itu segera menghampiri kakak nya yang di luka i oleh Geisya.


Ke tidak terima an terlihat jelas pada hantu itu kemudian dia segera mengeluarkan kekuatan berwarna hitam dari dalam tubuh nya, tiba-tiba Geisya haili dan Changyi terkejut melihat hantu itu dapat menggandakan diri.


"Berani nya kau melukai kaka ku!, pergilah kau ke neraka!."

__ADS_1


Kemudian Geisya memutarkan Pedang Petir nya, Haili dan Changyi yang melihat hal itu langsung bersiap siap untuk melawan Hantu-hantu itu.


Ke tiga orang itu berjalan dengan bersamaan, kemudian Changyi mengangkat satu tangan nya ke udara tak lama sebuah cahaya berwarna putih mengelilingi tangan nya dan Geisya yang memandang ke arah Pria itu sangat kagum dengan wujud asli dari Pedang Jiwa itu sendiri.


__ADS_2