Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 113~ Siasat


__ADS_3

Pria aneh dengan kulit putih pucat itu kemudian menyeringai dihadapan Putri Geisya, ketika ia mendengar Wanita itu tengah bertanya kepada dirinya. Senyumnya tampak mengerikan, seakan tersirat sebuah makna yang sangat dalam.


Sepasang bola Mata kuning, yang tampak seperti Mata ular itu terlihat tengah menatap Putri Geisya dengan dalam.


"Hehe... Ikutlah denganku terlebih dahulu, maka akan aku ceritakan siapa diriku yang sebenarnya kepada dirimu." Ucap, Pria asing itu yang segera mengangkat lengan kanannya dihadapan Putri Geisya.


Yoyo yang terlihat begitu sangat bingung dan cemas, terlihat sangat enggan jika nantinya Putri Geisya akan memilih Pria asing itu dibandingkan dirinya.


"Hmh?! Tunggu... Seberapa kuatkah kau, sehingga aku harus ikut dengan dirimu?" timpal Putri Geisya yang terlihat semakin tertantang akan perkataan dari Pria asing itu.


Pria asing itu kembali menyeringai dihadapan Putri Geisya, dengan suara lantang dan terlihat sebuah kesombongan yang ia tunjukkan dihadapan Putri Geisya, sambil tertawa besar dihadapan Putri Geisya.

__ADS_1


"Hahaha... Apakah sesulit itu mempercayai diriku? Baiklah... Baiklah, aku akan katakan kepadamu, apakah kau tau siapa yang membuat lubang sebesar itu?" balas Pria asing itu dengan tersenyum licik kepada Putri Geisya.


Putri Geisya yang mendengar perkataan dari Pria asing itu, membuat dirinya terpinga-pinga ia bahkan tidak menyadari bahwa Pria itulah dalang dibalik lubang hitam penghisap energi seseorang.


"Jadi itu ulahmu?!" Jawab, Putri Geisya dengan perasaan tak menyangka dalam dirinya.


Yoyo yang masih dalam kondisi yang lemah, terlihat sangat tidak terima, karena Pria itu saat ini tubuhnya begitu amat menderita.


"Sial! Jadi ini semua adalah perbuatanmu?! Kurang ajar!" Kata, Yoyo yang segera mengangkat lengan kanannya untuk dapat memukul tubuh Pria asing itu dengan sekuat tenaga.


"Sial!" Dalam benak Putri Geisya yang segera menurunkan lengannya.

__ADS_1


Yoyo yang melihat ketika serangannya dapat hentikan oleh Pria itu membuat diri Yoyo berpikir kembali bahwa Pria itu bukanlah seseorang yang sembarangan. Ia mampu menciptakan sebuah lubang besar untuk dapat menyerap kekuatan orang lain, mungkin saja kekuatan yang dimiliki Pria itu jauh diatasnya.


Putri Geisya kemudian kembali berbicara kepada Pria asing itu, raut Wajahnya tampak begitu tenang.


"Hmh... Kau pikir aku akan dengan mudahnya mempercayai dirimu? Jika kau ingin aku berada disisimu perlihatkanlah suatu hal yang menarik kepadaku." Ucap, Putri Geisya yang terlihat tengah menantang Pria asing itu dengan jelas.


Pria asing dengan pakaian berwarna putih ke-unguan terlihat tengah menunjukkan raut Wajah bingung dihadapan Putri Geisya. Namun, karena sikap tenang yang telah Putri Geisya berikan membuat dirinya merasa bahwa Putri Geisya tidak sedang mengelabui dirinya.


"Baiklah... Akan aku tunjukkan seberapa hebat diriku ini." Ucap, Pria asing itu yang terlihat tengah tertantang akan perkataan dari Putri Geisya, sesegera mungkin ia melepaskan lengannya yang saat itu tengah menggenggam erat pergelangan tangan dari Yoyo.


Kemudian Pria asing itu segera berjalan mundur, Putri Geisya terlihat hanya terdiam ketika melihat Pria asing itu akan menguji kebolehannya, dengan langkah perlahan Putri Geisya berjalan keluar dari dalam gubuk, untuk dapat menyaksikan Pria asing itu.

__ADS_1


Yoyo kemudian menarik lengan Putri Geisya seakan ia tidak ingin Putri Geisya mengikuti Pria asing itu dan meninggalkan dirinya sendirian.


Putri Geisya yang tertegun ketika lengannya digenggaman erat oleh Yoyo, ia segera menghentikan langkahnya, lalu ia memalingkan pandangannya untuk dapat memperhatikan diri Yoyo. Putri Geisya kemudian memanguk dihadapan Yoyo, hal itu membuat diri Yoyo tersentak, kemudian dia melepaskan genggamannya dan mengizinkan Putri Geisya untuk menghampiri Pria asing itu.


__ADS_2