Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 114 ~ Kejelian Geisya.


__ADS_3

Terlihat Pria berpakaian hitam itu tengah berdiri dihadapan Putri Geisya, Putri Geisya yang tengah menatap tajam Wajah Pria asing itu, tampak ia tengah mendambakan suatu hal.


Ketika melihat raut Wajah dari Putri Geisya yang tampak merasa sangat penasaran dengan apa yang akan ditunjukkan oleh Pria itu kepada dirinya, membuat sang Pria merasa begitu sangat angkuh, dalam benaknya Putri Geisya telah terpancing akan perkataan dari dirinya.


Yoyo kemudian segera berjalan untuk dapat melihat apa yang akan dilakukan oleh Pria asing itu, sambil sedikit melirik ke arah Putri Geisya, yang saat itu tengah memperhatikan Pria asing itu dengan teliti. Yoyo tidak tau apa yang tengah Putri Geisya rencanakan saat itu. Namun, Yoyo berpikir bahwa rencana Putri Geisya lebih mengesankan dibandingkan dengan niat buruk dari Pria asing itu.


Tak lama kemudian Pria asing itu segera menunjukkan kekuatannya dihadapan Putri Geisya dengan perasaan sombong, ia mengeluarkan beberapa ekor ular berbisa dari dalam pakaiannya. Tak lama kemudian, keluarlah sekumpulan Ular dengan warna putih dan hitam yang tengah menatap Wajah Putri Geisya dengan tajam.


Sepasang bola Mata merah dari ke-dua Ular itu, tampak sebuah maksud terselubung yang tengah Pria itu rencanakan, Putri Geisya hanya terdiam, ia menantikan sesuatu yang menarik dari pertunjukan Pria itu.

__ADS_1


Putri Geisya yang terlihat begitu sangat tenang, ia kemudian sedikit merendahkan bola Matanya untuk dapat melihat sepasang kaki dari Pria itu, tanah yang tengah diinjak oleh Pria itu seketika tampak sebuah sinar yang dapat terdeteksi oleh Mata telanjang Putri Geisya.


Tak lama kemudian sinar itu menghilang dari tempatnya, Putri Geisya agak tertegun. Namun, ia segera menatap Wajah Pria asing itu dengan tatapan yang terlihat tidak mencurigakan.


Putri Geisya tampak tidak memperdulikan kemampuan dari Pria asing itu dalam menjinakkan seekor Ular yang berbisa, ia hanya tertuju pada setiap gerakan yang menimbulkan kejanggalan.


"Ternyata dia memiliki kekuatan itu, hmh... Dia terlahir dari keluarga yang tidak biasa, tetapi hanya mampu menegakkan tiga pilar? Hmh... Sungguh angkuh dan sombong sekali." Dalam benak Putri Geisya yang terlihat tengah memperhatikan setiap gerakan yang ditunjukkan oleh Pria asing itu.


Yoyo yang tengah berdiri dibelakang tubuh Putri Geisya tampak sedikit terkejut ketika ia melihat Pria itu dapat menghidupkan pilar tanah dengan cukup cepat. Namun, kemampuan yang dimilikinya terlihat masih amatir.

__ADS_1


Pria asing itu kemudian menatap Wajah Putri Geisya yang saat itu tengah memperhatikan dirinya, dengan perasaan senang karena menurutnya ia dapat meluluhkan hati Putri Geisya dengan kekuatan yang ia miliki membuat Pria itu segera berbicara kepada Putri Geisya dengan nada bicara angkuh.


"Bagaimana? Terpinga-pinga tidak?" ucap, Pria asing itu dengan perasaan senang.


Putri Geisya yang masih mengamati pergerakan dari Pria itu, dengan seketika ia tersadar bahwa Pria itu tengah berbicara kepada dirinya.


"Hmh... Tidak sama sekali, pemilik kekuatan pilar tanah yang masih amatiran, dan lagi kau melupakan satu hal, sepertinya jika dibiarkan sekuat apapun dirimu kau pasti akan tetap dapat terkalahkan!" Kata, Putri Geisya yang tengah menatap Wajah Pria asing itu dengan tenang.


Pria itu tampak tertegun ketika mendengar perkataan dari Putri Geisya, ia sungguh tidak mengerti mengapa Putri Geisya dapat berkata seperti itu kepada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2