
Mereka mengeluarkan kekuatan nya dengan bersamaan. Sebuah cahaya berwarna-warni memenuhi Hutan.
Dengan cepat Mereka mengarahkan pedang nya pada tubuh Monster besar yang sangat menjijikkan.
Sebuah perlawanan dari sang monster terlihat sangat tinggi, Namun upaya mereka bertiga juga tidak kalah dari perlawanan Monster Kalajengking.
Ekor yang terbuat dari besi panas nya dia gerakkan sampai mengenai tubuh ke tiga orang itu. Namun dengan cepat Changyi, Haili dan Geisya meloncat ke atas agar terhindar dari serangan Monster Kalajengking.
Geisya yang berada di atas dahan pohon besar melihat Shao Lan yang akan terkena ekor besi milik Monster Kalajengking. Saat dia akan membantu Shao Lan dengan gesit Haili menangkap tubuh Shao dan membawa nya naik ke atas dahan pohon.
Geisya dan Changyi memperhatikan Haili yang telah membawa Shao bersama nya.
Changyi kemudian memperhatikan Monster itu. dia membalikkan tubuh dan mengulurkan ekornya ke arah Geisya yang tengah berada di atas dahan pohon.
"Geisya awas."
Dengan gesit Changyi yang berada di dahan pohon lain segera berlari menghampiri Geisya. gadis itu terkejut saat melihat ekor besi milik Monster Kalajengking itu akan menyerang tubuh nya. Saat ekor milik Monster Kalajengking sudah hampir mengenai tubuh Geisya dengan cepat Changyi memeluk tubuh Geisya dan mereka terjatuh dari atas pohon yang cukup tinggi. Tubuh Changyi membentur keras di tanah, Geisya menatap Changyi dengan terkejut.
"Lagi-lagi kau menyelamatkan ku." Dalam benak Geisya memandang Changyi yang berada di depan nya.
"Kau tidak apa?." Ucap Changyi yang menatap wajah Geisya dengan wajah yang tengah menahan rasa sakit di tubuh nya.
__ADS_1
"Iya." Ucap Geisya dengan tatapan sendu.
Kemudian Changyi menghentikan Monster Kalajengking yang akan mengarahkan ekor besi nya pada tubuh Changyi dan Geisya. Dengan cepat Changyi menghindari serangan dari Monster Kalajengking dengan membalikkan tubuh Geisya ke bawah.
"Awas." Ucap Changyi.
Geisya hanya terdiam saat melihat Changyi yang berada di atas tubuh nya. Kemudian pipi Geisya di tetesi oleh darah yang keluar dari kepala Changyi.
"Kau terluka." Ucap Geisya dengan tatapan panik.
"Hmm, tidak apa." Ucap Changyi.
Geisya memandang Monster Kalajengking itu yang terlihat sangat marah terhadap mereka. sebuah kekuatan berwarna hitam di keluarkan dari dalam tubuh Monster Kalajengking. Saat Haili mencoba untuk menyerang nya namun tubuh nya di lempar oleh Monster itu dengan menggunakan ekor nya. Bagaikan secarik kertas, Monster Kalajengking dengan mudahnya melempar tubuh Haili.
Kemudian dia membalikkan tubuh Changyi ke bawah dan dia segera bangkit dan melawan Monster Kalajengking. Namun serangan nya di halau oleh ekor besi milik Monster Kalajengking yang memiliki tubuh cukup besar. Bahkan pedang milik nya di lempar sangat jauh hingga sekarang dia kehilangan pedang nya.
"Gawat." Ucap Geisya.
Geisya memandang Changyi dan Haili yang mencoba untuk bangkit dan menyerang Monster itu. Sebuah kekuatan dari dalam tubuh Changyi keluar mengelilingi tempat itu. Angin berhembus sangat cepat. Pandangan yang sangat mengerikan dari tatapan mata nya yang begitu tajam menatap Monster itu.
"Menjengkelkan!." Ucap Changyi dengan Kesal.
__ADS_1
Pria itu mengarahkan kekuatan nya yang berwarna putih ke arah Monster Kalajengking itu. Sebuah ledakan yang cukup keras terdengar dari hutan. Tak lama Monster itu menghilang dari hadapan mereka. Geisya memandang Changyi yang begitu sangat lemah, tubuh nya terluka cukup parah. Segera Geisya menghampiri Changyi yang berada di samping nya.
"Kau masih bisa bertahan kan?." Ucap Geisya dengan pandangan khawatir.
Changyi memperhatikan Geisya yang begitu mengkhawatirkan nya.
"Aku tidak apa-apa."
"Syukurlah." Ucap Geisya dengan cepat dia memeluk tubuh Changyi yang tengah terluka.
"Ada apa dengan mu?." Tanya Changyi dengan pandangan penuh tanya pada Geisya yang tiba-tiba memeluk tubuh nya dengan sangat erat.
"Kau terluka, karena menyelamatkan ku, Maaf." Ucap Geisya dengan perasaan bersalah.
Haili memperhatikan Geisya yang begitu mengkhawatirkan Changyi.
"Apakah benar dia menyimpan perasaan terhadap Changyi?." Dalam benak Haili.
"Apa maksud mu?! kau tidak lihat dirimu juga terluka, Haili pun sama, kita semua terluka, Khawatirkan saja dulu dirimu sendiri jangan mengkhawatirkan orang lain!." Ucap Changyi dengan tegas.
Geisya hanya tersenyum memandang wajah Changyi. sifat pria itu membuat nya merasa sangat bingung dalam hitungan detik saja sudah berubah-ubah.
__ADS_1
"Kau benar, seharusnya aku mengkhawatirkan diriku sendiri." Ucap Geisya sambil melepaskan pelukan nya.