
Malam hari itu juga Puteri Yumika memutuskan untuk pergi dari Istana Singtan dia tidak ingin berada di dalam tekanan istana itu.
"Lebih baik aku pergi dari sini, maaf kan aku ayah bunda. Sejujur nya aku sangat mencintai kalian namun aku tidak bisa terus menerus seperti ini, aku butuh kebebasan dan aku ingin menentukan jalan hidup ku sendiri."
Tekad nya yang sudah bulat, di malam itu dia pergi meninggalkan istana singtan dengan hati-hati. Dia pergi melalui Kaca Jendela yang mengarah ke Pedesaan.
Puteri Yumika membuka kaca jendela dengan cepat segera dia keluar dari istana, beberapa kali dia memandang sekeliling. Di rasa situasi sudah aman kemudian dia pergi meninggalkan Istana nya.
Saat berada di tembok belakang istana Yumika memperhatikan Prajurit yang tengah berjaga ke dua Prajurit itu sedang berdiri memantau kondisi Istana.
Terbesit sebuah ide dalam fikir nya Gadis itu dia mengeluarkan kekuatan nya, kerikil kecil yang berada di tanah terangkat Yumika mengarahkan kerikil itu pada arah yang lain.
Prajurit yang mendengar suara yang aneh segera memastikan apa yang sedang terjadi. Yumika berhasil mengecoh Prajurit itu.
__ADS_1
Dengan cepat dia berjalan ke arah tembok besar yang menjadi jalan keluar nya itu, tanpa pikir panjang Gadis itu melompati tembok yang tinggi dan besar itu. Saat sudah berada di atas tembok segera dia mendaratkan diri ke tanah dan pergi menjauh dari istana nya.
"Berhasil, aku bebas hufft tetapi sekarang aku harus pergi kemana?." Gumam Gadis itu sambil terus berjalan dengan cepat.
"Jika aku ke hutan, apakah nanti aku akan bertemu dengan Geisya? aku bahkan tidak tau dia berada dimana sekarang. Entah lah sebaiknya aku cepat pergi dulu dari sini."
Yumika terus berjalan sampai menuju ke arah Hutan, terdapat keraguan dalam diri nya namun dia tetap memaksa kan diri untuk memasuki Hutan.
"Geisya, apa kau masih berada di sini?." Teriak nya sambil terus berjalan memasuki Hutan yang semakin gelap itu.
Di rasa tidak ada apa apa dia terus melanjutkan langkah nya. Yumika merasa kan ke hadiran sosok yang sangat kuat tengah mengikuti nya. Beberapa kali dia menoleh ke belakang namun tidak ada siapapun yang berada di sana.
Hanya ada dia seorang diri saja.Yumika berjalan dengan sangat cepat sampai akhir nya sosok itu kehilangan Yumika.
__ADS_1
"Sial dimana Gadis itu?."
Ucap seorang Gadis dengan menggunakan pakaian berwarna merah. Bermata Ular dan tubuh yang di penuhi oleh Sisik Ular.
Saat Gadis Siluman itu tengah mencari Yumika sebuah kekuatan berbentuk pusaran angin menyerang tubuh nya dari belakang.
Siluman itu terkejut dia hampir terjatuh karena mengenai serangan Yumika yang begitu besar.
Siluman Ular itu menatap Ke arah Yumika yang berada di atas dahan pohon yang besar.
"Kita tidaklah saling mengenal, apa tujuan mu mengikuti ku?."
Siluman Ular itu menatap Yumika, dia terkikik dengan suara yang menyeramkan.
__ADS_1
"Memang, tetapi karena kau sempat menyebut nama Geisya aku merasa kita sedikit akan ada urusan, hihihihi."
Yumika memperhatikan Siluman Ular itu dia tidak tau menau ada hubungan apa antara Geisya dengan Siluman itu.