Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 83


__ADS_3

Akhirnya Yumika, Haili, dan Changyi segera meninggalkan tempat itu dan Haili memapah tubuh Coco yang tengah terluka parah. Sedangkan Changyi dibantu oleh Yumika untuk bangun dan berjalan. Mereka semua memperhatikan sekeliling tempat itu terlihat sangat asing, tembok yang terbuat dari bata berwarna merah menjulang tinggi. Rumah-rumah itu sangat tingkat.


Namun mereka tidak melihat satu pun orang yang berada di tempat itu. Rumah yang sangat besar itu terlihat sangat usang.


"Mungkinkah, kita terlempar ke tempat yang tidak berpenghuni?." Dalam benak Yumika sambil memperhatikan sekeliling.


Bola mata Haili melirik kanan kiri, suara derap langkah kaki terdengar di sepanjang jalan. Tempat itu begitu sangat sunyi, dan sepi sudah sampir seharian mereka berjalan untuk menemukan seseorang namun tempat itu nampak tidak berpenghuni.


"Mungkinkah ini sudah direncanakan oleh Siluman itu?." Ucap Haili yang terus memandang sekeliling dengan perasaan waspada.


"Dimana Geisya dan Yoyo saat ini pun aku tidak lah tau, mungkinkah mereka baik-baik saja?." Ucap Changyi dengan Terus berjalan sambil menahan rasa sakit ditubuhnya.


Yumika memperhatikan Changyi yang nampak sangat kesakitan.


"Apa kau masih bisa bertahan? Sebentar lagi mungkin kita akan segera menemui tabib." Ucap Yumika yang terlihat sangat khawatir.

__ADS_1


"Jangan merisaukan ku, aku masih bisa bertahan tetapi kita harus dengan cepat keluar dari tempat ini dan menemukan tabib untuk mengobati luka Coco, sebenarnya aku bisa saja menyembuhkan luka Coco tetapi...." Belum sampai Changyi meneruskan ucapan nya dengan cepat Yumika menambah perkataan Changyi dengan perasaan panik.


"Tidak perlu! Apa kau lupa dirimu saja tidak mampu berdiri dengan tegap!." Ucap Yumika sambil melirik Changyi.


"Seandainya Geisya berada disini, pasti dia mampu untuk menyembuhkan luka kalian berdua." Ucap Haili yang terus berjalan sambil menopang tubuh Coco yang tidak sadarkan diri.


Changyi nampak khawatir dengan Geisya, entah mengapa dia tidak mampu melihat keberadaan Geisya saat ini. Seperti ada kabut hitam yang terus saja menutupinya saat dia mencoba untuk menemukan Geisya dan Yoyo.


"Aku pasti akan menemukan kalian." Dalam benak Changyi.


Di tempat lain Geisya dan Yoyo masih terus berjalan menyusuri jalan setapak yang cukup curam. Pakaian ke duanya nampak kotor dan basah. Geisya terus memandang kearah depan tekadnya tidak gentar begitu saja saat kehilangan Changyi dan kawannya yang lain.


Di tengah perjalanan mereka dikejutkan dengan kabut berwarna hitam yang sangat besar menuju kearah mereka. Sontak saja membuat Geisya dan Yoyo terkejut dan menghentikan langkahnya. Geisya yang berada didepan Kabut itu segera mundur kearah belakang dengan sedikit cepat. Wajahnya yang sudah nampak sangat lelah, pucat tetap mampu memperlihatkan tatapan yang menyeramkan.


"Hati-hati Yoyo." Ucap Geisya dengan pandangan tajam.

__ADS_1


Yoyo memperhatikan Kabut hitam itu yang tak lama semakin besar dan berubah menjadi sosok Siluman yang sangat mengerikan dan menjijikkan.


Tubuhnya dipenuhi sisik berwarna hitam, wajahnya seperti kulit yang terbakar. Bola matanya terus mengeluarkan darah. Hampir sama dengan Siluman yang sebelumnya mereka hadapi tetapi Siluman yang saat ini berada dihadapan mereka dirasa lebih berbahaya dan pastinya kekuatan yang dimiliki Siluman itu sangat besar.


Dari dalam tubuh Siluman aneh itu mengeluarkan cairan yang berwarna merah dan terus saja mengalir tanpa henti. Cairan aneh itu mengelurkan uap yang menandakan cairan itu sangat panas bak air yang mendidih.


Geisya yang memperhatikan cairan aneh yang semakin lama semakin banyak segera melirik Yoyo yang berada di sampingnya dan meminta Yoyo untuk segera menyerang Siluman itu sedangkan Geisya akan mengecohnya saja.


"Yoyo, aku mengandalkanmu serang dia aku akan mencoba untuk mengecohnya saja." Ucap Geisya dengan serius segera dia mengepalkan tangannya yang berada dipinggang tak lama sebuah pedang yang di selimuti cahaya petir berada digenggamnya.


Yoyo yang mengerti maksud dari Geisya segera mengeluarkan yang di milikinya. Geisya memandang Yoyo yang ternyata hanya memiliki kekuatan yang jauh dibawahnya membuat diri Geisya harus melawan Siluman itu sendirian.


Geisya memandang Yoyo yang akan menyerang Siluman aneh itu dengan pedang miliknya. Namun saat Geisya mencoba untuk mengecoh Siluman itu siapa sangka pandangan Siluman mengerikan itu mengarah pada Yoyo dan dengan cepat dia mengeluarkan sesuatu berbentuk panjang seperti usus yang besar dari dalam tubuhnya.


"Awas Yoyo!." Teriak Geisya yang berada didepan Siluman itu.

__ADS_1


Yoyo yang tersadar segera menghindar lalu Siluman itu menghiraukan Geisya begitu saja. Sasarannya saat ini adalah Yoyo yang sudah dengan beraninya melawan.


__ADS_2