
Pagi itu Geisya, Changyi dan Haili berpamitan untuk meninggalkan Desa Swang yang kepada Penduduk Desa, para penduduk berkumpul di depan halaman untuk menyaksikan kepergian Tiga Pendekar itu.
Mereka sangat merasa tertolong berkat ada nya ke Tiga orang pengembara yang mereka sebut dengan julukan pendekar.
Saat ke Tiga orang itu akan pergi melanjutkan perjalanan nya lagi, salah seorang warga menghampiri Geisya dengan membawa sebuah Gelang yang sangat cantik.
"Tunggu, aku ingin memberikan sesuatu milik ku yang berharga ini untuk anda Nona." Ucap Isteri dari seorang warga yang di tolong nya.
Geisya menghentikan langkah dan membalikkan tubuh nya dengan cepat, dia tidak tau apa yang akan di berikan kepada nya itu.
"Ada apa Nyonya?." Tanya Geisya dengan lembut.
Wanita itu mendekati tubuh Geisya dan menarik tangan kanan Gadis itu, dia memasangkan sebuah Gelang berwarna putih dengan ukiran berwarna emas dan itu terlihat sangat cantik sekali, sungguh pantas di kenakan oleh Geisya di lengan nya yang putih dan bersih itu.
__ADS_1
Gadis itu agak terkejut saat seorang wanita itu memberikan nya sebuah Gelang yang sangat cantik.
"Terimakasih, ini untuk saya?." Ucap Geisya sambil memandang wajah wanita itu.
Wanita itu hanya menganggukkan kepala nya dan tersenyum saat memandang wajah Geisya.
"Tetapi anda tadi sempat berkata bahwa Gelang ini adalah sesuatu yang sangat berharga untuk Nyonya? mengapa nyonya memberikan nya kepada saya?." Ucap Geisya dengan penasaran.
Wanita itu hanya tersenyum memandang Geisya yang seperti nya merasa sangat tidak enak terhadap dirinya.
Geisya memperhatikan wanita itu yang terus memaksa nya untuk tetap menerima benda yang menurut wanita itu sangat berharga untuk dirinya.
"Baiklah, jika Nyonya memaksa maka saya akan menerima Gelang ini. Terimakasih." Ucap Geisya dengan tersenyum manis.
__ADS_1
Kemudian wanita itu melepaskan genggaman nya, Geisya segera berjalan menghampiri Changyi dan Haili yang sudah menunggu nya cukup lama itu.
Ke tiga orang itu pergi meninggalkan Desa Swang Yang, seluruh penduduk desa menyambut kepergian nya. dengan serentak seluruh warga swang yang melambaikan tangan nya.
Geisya, Changyi dan Haili memandang ke belakang dan secara bersamaan mereka juga membalas lambaian tangan dari seluruh penduduk Desa.
Mereka berjalan menjauh dari desa swang yang untuk mencari keberadaan ke dua Orang Tua Geisya, karena jika Changyi menggunakan kekuatan nya itu sama saja dengan mereka masuk ke dalam dunia mimpi, orang-orang tidak akan ada yang bisa melihat mereka juga mereka pun tidak bisa mengeluarkan kekuatan yang mereka miliki.
Jadi mau tidak mau mereka harus berjalan kaki untuk menuju kerajaan siluman itu, lagipula saat mereka melakukan perjalanan yang sangat panjang maka akan terlihat bagimana keadaan di berbagai negeri yang mereka lewati.
"Geisya, coba perlihatkan kepada ku gelang yang di berikan oleh Nyonya tadi?." Ucap Changyi sambil memandang lengan Geisya.
Gadis itu memperhatikan Changyi yang berbicara kepada diri nya, kemudian dia mengangkat tangan nya dan memperlihatkan Gelang yang di berikan oleh salah seorang penduduk Desa itu.
__ADS_1
Changyi dan Haili memandang gelang yang berada di tangan kanan Geisya, kemudian Changyi menggenggam tangan Geisya itu di angkat nya tepat di hadapan sinar matahari, tiba-tiba Gelang itu berkilau dan terlihat sebuah cahaya berwarna putih dan ke emas an di hadapan mereka.
"Waw." Dengan serentak mereka ber tiga sungguh terpana melihat pemandangan indah itu.