Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 23 : Dunia ilusi, ketakutan geisya 1


__ADS_3

Changyi memperhatikan Geisya yang tengah berbaring di atas Batu, segera dia menyentuh kening nya dengan jari telunjuk.


Dalam mimpi Geisya yang sebenarnya hanya ilusi yang di buat oleh Changyi.


Gadis itu tiba-tiba berada di dalam hutan yang sangat gelap dan mengerikan, kemudian terdengar suara bising dari arah belakang nya.


Geisya yang terkejut segera membalikkan tubuh untuk melihat apa yang tengah terjadi.


"Dimana ini?."


Sambil terengah engah dia mulai mencari jalan untuk keluar dari tempat aneh itu.


Saat Geisya tengah berjalan untuk mencari jalan pulang, dia tidak sengaja menginjak sebuah tanah yang membuat nya terjatuh dan masuk ke dalam tanah itu.

__ADS_1


Geisya sangat terkejut, di dalam tanah itu berisikan air yang sangat banyak dan perlahan tanah yang retak itu kembali tertutup.


Geisya hampir kehabisan napas di dalam sana, dia merasa sangat takut terdengar suara teriakan dari ke dua orang tua nya yang memanggil memanggil nama nya. dia terlihat kebingungan memandang ke kanan ke kiri membalikkan tubuh nya berkali-kali untuk menemukan dimana ayah dan ibu nya berada.


Tak lama Geisya yang tengah mencari keberadaan Suara itu. Tubuh nya dengan tiba-tiba terlilit tumbuhan berduri yang melukai nya, darah bercucuran bercampur dengan air, wajah nya terlihat beberapa sayatan yang membuat darah tidak berhenti mengalir.


Geisya hampir berputus asa lalu dia tersadar bahwa tadi dia sedang berada di atas Bukit bersama dengan Changyi. kemudian dia memahami bahwa itu hanya lah sebuah ilusi.


Satu kali gagal, ke dua kali juga tetap gagal namun Gadis itu tidak lantas menyerah begitu saja, dia mencoba untuk yang ketiga kali nya kekuatan yang cukup besar menghantam tanah itu kemudian pancuran air yang berwarna merah keluar dari Dalam tanah.


Geisya meraih bibir tanah yang mulai terbuka sedikit lalu dia mencoba untuk mengeluarkan diri dari Dalam sana.


Tumbuhan berduri itu masih melilit tubuh Gadis itu, bahkan akar yang sangat besar melilit leher nya duri duri itu menancap di leher Geisya, darah bercucuran, dengan cepat dia segera menarik tumbuhan itu dan melepaskan pada tubuh nya.

__ADS_1


Saat dia melihat tanah yang mulai membelah semakin lebar tanpa berfikir panjang segera dia keluar dari sela sela belahan tanah itu.


Saat sudah berada di atas tanah Geisya terlihat sangat lemah, tubuh nya penuh dengan luka. dia kemudian bangkit dan terus berjalan sambil memegangi tubuh nya yang terasa sangat sakit.


Saat dia berjalan untuk mencari jalan keluar dia melihat ayah dan ibu nya yang tergantung di atas tembok besar dengan mengenaskan.


Geisya merasa tidak kuat melihat hal itu, meskipun hal ini hanya ilusi yang di buat oleh Changyi namun dia benar benar tidak akan merasa rela jika ke dua orang tua nya mati.


Geisya berlari kencang untuk menjauh dari mayat ayah dan ibu nya yang mengenaskan itu. nafas nya terengah engah detak jantung Wanita itu berdegup sangat kencang.


Akhir nya dia memutuskan untuk beristirahat sejenak. Namun, saat dia tengah beristirahat di bawah pohon basar ada sesuatu yang menetes di wajah nya.


Dengan segera dia menyentuh cairan itu menggunakan tangan nya, kemudian dia melihat cairan apa itu. Geisya terkejut melihat darah di tangan nya kemudian dia mengangkat kepala nya untuk melihat apa berada di atas sana.

__ADS_1


__ADS_2