
Geisya dan Changyi akhir nya meninggalkan hutan, tubuh nya yang penuh luka-luka itu terus berjalan dengan di bantu oleh Changyi.
Changyi menatap Geisya yang terlihat sangat kesakitan.Timbul perasaan iba terhadap Gadis itu namun dia tidak berani untuk berkata apapun, dia takut jika dia berkata maka ucapan nya itu akan menyinggung perasaan Geisya.
"Hm, aku akan membawa mu Ke Desa Swang yang dengan Teleportasi ya?. Agar kita tidak terlambat untuk mengobati para penduduk yang terluka." Ucap Changyi dengan meyakinkan Geisya.
Kemudian Gadis itu menatap langit yang sudah hampir Fajar lalu dia menganggukkan kepala nya.
"Baik lah, aku bersedia."
Kemudian Changyi segera membawa Geisya dengan kekuatan teleportasi nya tak lama mereka sampai di desa Swang Yang. Geisya dan Changyi segera mencari rumah warga yang terkena racun Siluman Bunga Mawar dengan cepat.
"Tunggu, tetapi kau berhasil kan mengambil daun itu?." Ucap Geisya sambil menghentikan jalan nya sebentar.
__ADS_1
Changyi yang berada di samping gadis itu. Kemudian, mengangkat tangan nya Geisya memperhatikan tangan Changyi yang mengeluarkan Cahaya berwarna putih kemudian beberapa Daun Kliwang di serahkan nya kepada Geisya.
"Bagus, sekarang kita harus mencari rumah warga yang terkena racun dari Siluman Bunga Mawar itu, aku lihat Haili kemarin melam mengantar seorang pria itu dengan lewat jalan ini bukan ?." Ucap Geisya sambil menunjuk jalan kecil setapak yang berada di samping nya.
Changyi kemudian memperhatikan jalan itu.
"Kau benar, tunggu apa lagi kita harus cepat pergi kesana." Ucap pria itu.
"Terimakasih."
Changyi memperhatikan Geisya yang tengah menatap nya itu kemudian dia memasang wajah tidak suka pada Geisya.
"Kau itu memang lah Gadis yang keras kepala ya?!, tubuh mu ini sedang terluka tetapi kau tidak berhati hati dalam berjalan?!."
__ADS_1
"Iya iya maafkan aku tuan Changyi." Jawab Geisya dengan sedikit meledek.
Changyi yang melihat Gadis itu tersenyum di hadapan nya segera pria itu membalas nya lalu mereka bergegas menuju rumah penduduk. Tak lama, akhirnya Changyi melihat rumah salah satu penduduk dan di luar sana ada Haili juga Diego yang tengah berjaga jaga di luar.
"Bukan kah itu mereka?." Ucap Changyi.
Geisya kemudian menatap wajah Changyi yang melirik ke arah depan. segera Gadis itu, mengalihkan pandangan nya dan benar saja itu adalah Diego hewan kesayangan nya yang tengah duduk di teras rumah warga dengan Haili.
Tanpa pikir panjang mereka bergegas menghampiri rumah itu. Kemudian, Haili dan Diego menatap Changyi dan Geisya yang sudah kembali dengan selamat. Namun, mereka berdua sangat terkejut melihat Geisya yang terluka sangat parah.
"Kalian sudah kembali baguslah, namun apa yang sudah terjadi dengan mu nona?." Tanya Haili kemudian dia bangkit dari duduk nya dan memandangi tubuh Geisya yang penuh luka.
"Kita bicarakan itu nanti, sekarang kita harus cepat menyembuhkan para Penduduk Desa yang sudah terkena racun dari Siluman Bunga Mawar." Ucap Geisya sambil menaiki tangga dan segera dia memasuki Rumah Warga itu.
__ADS_1