Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 98 (Musuh dalam selimut)


__ADS_3

Putri Yumika yang tengah berada didalam Rumah milik Kakek Lin Tan, segera terbangun dari duduknya, ia kemudian berjalan menuju ke arah luar, Coco yang tengah duduk diatas Kursi dengan perlahan melirik ke arah Putri Yumika yang tengah berada diluar Rumah. Namun, sejauh ia memandang ia tak berkata apapun, tatapannya terlihat sangat lah dingin, tak seperti Coco yang biasa, kali ini ia tampak begitu sangat memperhatikan Putri Yumika dengan tegas.


Putri Yumika yang tengah menatap langit malam yang dipenuhi dengan para ribuan bintang, menatap dalam setiap sinar yang dipancarkan oleh bintang. Rasa iri dalam dirinya mulai terlihat ketika Changyi begitu sangat perduli dengan Putri Geisya, bukan hanya Changyi saja menurut pandangannya yang terlalu menjurus kepada hal-hal buruk, semua orang yang saat ini bersama dengan dirinya selalu menatap ke arah Putri Geisya.


"Hmh! Mungkin saat ini aku memanglah tidak sebanding dengan dirimu, Putri Geisya. Kekuatan yang kau miliki cukup besar, tetapi suatu saat nanti aku pasti akan menjadi seseorang yang paling tak bisa terkalahkan oleh siapapun. Pedang jiwa itu sebentar lagi akan menjadi milikku, aku pastikan itu!" Dalam benak Putri Yumika yang terus menatap tajam langit malam dengan ribuan bintang.


"Saat ini aku harus bersama dengan Coco, dan dia tengah terluka, apa sebaiknya aku tinggalkan dia saja? Dan diam-diam pergi mengikuti Changyi?" Dalam benak Putri Yumika yang sedikit melirik ke arah Coco.

__ADS_1


Coco yang tengah duduk diatas kursi, tengah merasa bahwa ada suatu hal yang saat ini Putri Yumika tengah sembunyikan dari dirinya. Dengan perlahan Coco bangkit dari duduknya untuk dapat menghampiri Putri Yumika yang saat itu tengah berada diluar. Coco berjalan dengan perlahan untuk dapat menghampiri Putri Yumika, Putri Yumika yang mendengar suara langkah kaki seseorang berjalan mendekati dirinya membuatnya dengan segera memalingkan tubuhnya untuk dapat melihat seseorang yang tengah berada dibelakangnya.


Putri Yumika menatap tajam Wajah Coco, tampangnya begitu sangat dingin begitu juga dengan Coco, tak lama kemudian Putri Yumika segera menunjukkan raut Wajah lugu dihadapan Coco, sambil berbicara kepada dirinya.


"Coco? Kau mengejutkan diriku saja? Ada apa?" tanya, Putri Yumika dengan raut Wajah lugu.


"Aku tidaklah tau apa yang saat ini tengah kau rencanakan, yang aku tau kau hanyalah seorang Putri lugu dan polos, tetapi sepertinya aku salah akan hal itu, hm... Ah tidak, aku hanya bercanda saja." Ucap, Coco dengan mengubah raut Wajah dinginnya menjadi senyuman manis yang melintang dikedua sisi pipinya.

__ADS_1


Putri Yumika agak terkejut dengan apa yang tengah dikatakan oleh Coco kepada dirinya, lalu Putri Yumika berjalan untuk dapat melewati Coco yang saat itu tengah berada dihadapannya. Ketika ia tengah berada disamping Coco langkahnya terhenti kemudian Putri Yumika kembali berbicara kepada Coco.


"Jangan macam-macam dengan diriku, Coco!" Ucap, Putri Yumika yang segera melirik Wajah Coco dengan tatapan dingin.


Coco yang mendengar perkataan dari Putri Yumika, dengan cepat ia memalingkan Wajahnya untuk dapat menatap Putri Yumika yang saat itu tengah berada disampingnya. Ketika ia melihat sorot dari kedua bola Mata hijau milik Putri Yumika, Coco dapat melihat sebuah kecemburuan dari dalam diri Putri Yumika.


"Rasa cemburu, rasa iri, sungguh menarik, dengan paras lugu seperti itu siapa yang tau jika kau adalah ular berbisa yang dapat menyerang siapapun dengan tidak terduga, aku mengerti mengapa kau gunakan cara semacam ini, hmh... Karena kekuatan yang saat ini dia miliki tidaklah sebanding dengan Changyi dan rekan lainnya. Yumika, jangan lah jatuh terlalu dalam, itu hanya akan membuat dirimu terluka saja." Dalam benak Coco yang segera membuang pandangannya.

__ADS_1


__ADS_2