Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 38


__ADS_3

Changyi memperhatikan Haili yang tengah berada di depan nya itu. Kemudian Pria itu berbicara pada Haili.


"Apakah kau melihat Siluman Bunga Mawar itu datang ke sini?."


Haili yang tengah berada di depan Changyi segera menjawab tanya Pria itu.


"Tidak ada, kami bahkan tidak tidur semalam untuk berjaga jaga jika Siluman Bunga Mawar itu datang lagi ke sini. Namun, sepertinya Siluman itu sudah pergi setelah menyebarkan Racun pada Tubuh Warga."


Changyi kemudian terdiam sejenak lalu dia segera menjawab perkataan dari kawan nya itu.


"Hmm, jadi menurut mu tujuan dari siluman itu adalah hanya untuk melukai warga, bukan untuk mengincar pedang milik ku?."


"Hmm, mungkin saja atau mungkin tidak."

__ADS_1


Jawab Haili sambil memandang wajah Changyi. Kemudian Pria itu terdiam sejenak lalu dia segera memasuki Rumah Warga, Haili hanya melirik changyi sekilas kemudian dia memandang Diego yang berada di samping nya, pria itu melanjutkan duduk nya dan Hewan buas itu meletakkan tubuh nya di perut Haili.


Di dalam rumah warga Changyi melihat Geisya tengah meracik ramuan untuk menyembuhkan warga yang terkena racun Siluman Bunga Mawar. Kemudian, pria itu memandang seorang pria yang tengah berbaring kesakitan di kasur nya dia melihat Seorang Gadis dan anak kecil tengah menangis tersedu.


Changyi berjalan mendekati pria itu dia memperhatikan seluruh tubuh nya yang pucat pasi dan di penuhi oleh Duri Bunga Mawar yang cukup besar.


Tak lama Geisya datang menghampiri Pria yang tengah kesakitan itu dengan membawa ramuan yang berada di Dalam Cangkir Kayu. Kemudian Gadis itu duduk di samping pria yang sangat sangat merasakan ketidak nyamanan pada tubuh nya, gadis itu mencoba untuk membantu Pria itu agar dia dapat meminum ramuan yang sudah di buat nya.


Kemudian pria itu menatap Geisya dan segera dia meminum ramuan yang sudah dibuat oleh Gadis itu untuk nya. Setelah dia meminum ramuan itu Geisya kembali membantu pria itu untuk berbaring di atas kasur nya. Changyi memperhatikan tubuh Pria itu yang kemudian merasakan reaksi dari ramuan yang di buat oleh Geisya.


Isteri dari Pria itu terlihat sangat panik saat melihat tubuh dari suaminya berguncang-guncang dan tubuh nya mengeluarkan keringat dingin.


"Nona, apa yang terjadi pada suami ku?." Dengan panik wanita itu melihat tubuh suaminya yang sangat aneh.

__ADS_1


Geisya yang tengah berdiri di samping kasur Pria itu terlihat sangat yakin bahwa dia akan segera sembuh.


"Nyonya tenang saja sebentar lagi suami anda akan segera pulih."


Isteri dari Pria itu terlihat sangat khawatir melihat suami nya yang sangat kesakitan. Namun, tak lama tubuh dari Pra itu berubah menjadi Kuning Langsat warna asli dari tubuh nya, juga duri hitam yang menempel di tubuh nya hilang, isteri dari pria itu sungguh merasa tidak percaya suami nya dapat di sembuhkan.


"Tubuh ku?!, kembali pulih." Ucap pria itu sambil memandangi tubuh nya.


Kemudian dia bangun dari tidur nya dan memandang Changyi dan Geisya yang sudah menyembuhkan diri nya itu.


"Tuan, Nona terimakasih anda telah menyembuhkan saya. Terimakasih."


Geisya memandang Pria itu yang memeluk Isteri juga anak nya kemudian terlihat dari raut wajah nya rasa rindu teramat dalam terhadap ke Dua Orang Tua nya.

__ADS_1


__ADS_2