Tanda Mata Langit

Tanda Mata Langit
Chapter 54


__ADS_3

Mereka ber tiga saling menatap satu sama lain, kemudian Changyi tersenyum manis memandang wajah Geisya yang masih terlihat kagum.


"Jaga baik-baik Gelang itu, suatu hari nanti kau akan mengerti apa makna yang berada di dalam Gelang itu." Ucap Changyi.


Geisya merasa bingung dengan maksud dari perkataan Pria itu kepada nya.


"Apa maksud mu?." Ucap Geisya dengan penasaran.


Pria itu hanya tersenyum tipis memandang wajah Geisya yang penuh dengan perasaan tanya di dalam hati nya.


"Changyi, jika kau tau ayo lah cepat katakan pada ku." Ucap Geisya dengan memohon.


Pria itu kemudian berjalan meninggalkan Geisya dan Haili dengan meletakkan ke dua tangan di kepala. Geisya sungguh merasa sangat penasaran dengan maksud dari ucapan pria itu. Kemudian Gadis itu berlari untuk menghampiri Changyi yang terus saja berjalan.


"Hey...."


Gadis itu kemudian menghampiri changyi dan memukul tubuh nya, pria itu melirik Geisya dengan sedikit menundukkan kepala nya. Pria itu dengan segera menarik hidung Geisya dengan sedikit keras.


"Aww, itu sakit." Ucap Geisya sambil melepaskan tangan Changyi dari hidung nya.


Changyi tertawa melihat Geisya yang begitu kesal terhadap dirinya.


"Hey, Geisya aku ini ingin membuat hidung mu sedikit mancung."

__ADS_1


"Ah, Changyi aku serius." Ucap Geisya dengan kesal.


Kemudian Pria itu merangkul tubuh Geisya.


"Aku juga."


Haili yang memperhatikan ke dua orang itu yang berkelakuan sangat aneh tiba-tiba dia tersenyum.


"Hm, kita mungkin ditakdirkan untuk bersama." Dalam benak Haili.


Pria itu kemudian berlari untuk mengejar ke dua teman nya yang sudah berada jauh dari diri nya itu.


"Hey, tunggu aku." Teriak Haili dengan cukup keras.


Geisya terus memandang Gelang yang di berikan oleh wanita itu kepada dirinya, kemudian Changyi berbicara kepada Haili dengan maksud mengejek Geisya.


"Haili, lihat Gelang ku bagus sekali." Ucap Changyi.


"Wah, benar Changyi apakah aku boleh meminjam nya?." Ucap Haili.


"Tidak tidak, Gelang ini sangat lah berharga untuk ku." Ucap Changyi.


Geisya memandang ke dua teman nya itu yang tengah meledek nya, dengan pandangan kesal Geisya mengepalkan ke dua tangan dan memukul wajah ke dua teman nya itu dengan cukup keras.

__ADS_1


"Aduh." Ucap Changyi dan Haili dengan kesakitan, mereka menyentuh pipi mereka masing masing yang terkena pukul oleh Geisya.


"Masih berani untuk meledek ku?." Ucap Geisya sambil melirik ke dua teman nya itu.


"Tidak, nona Geisya tersayang." Ucap Changyi dengan mendekat kan wajah nya pada wajah Geisya.


Haili hanya terkikik saat changyi terus saja mengganggu Geisya. Geisya yang sangat marah itu kemudian memandang wajah Changyi yang berada di depan nya.


"Tetapi aku tidak sayang dengan dirimu!." Ucap Geisya dengan kesal.


Kemudian gadis itu berjalan dengan cepat meninggalkan Changyi dan Haili.


"Sepertinya dia sangat kesal kepada mu Changyi." Ucap Haili yang kemudian berjalan mendekat i Changyi.


Changyi tersenyum tipis saat mendengar jawaban dari kawan nya.


"Ah tidak mungkin, dia itu sudah mengetahui bahwa ucapan ku ini hanya lah candaan saja." Ucap Changyi.


"Jika dia marah karena ucapan mu itu tidak lah serius terhadap nya bagaimana?." Ucap Haili sambil melirik wajah teman nya itu.


Kemudian Changyi menatap wajah Haili yang terlihat sangat serius berkata begitu terhadap dirinya.


"Maksud mu, dia...?." Ucap Changyi.

__ADS_1


Haili hanya menganggukkan kepalanya dan segera memutarkan ke dua bola mata nya itu.


__ADS_2