
Pagi hari di gubuk tengah hutan. Changyi sudah bangun pagi-pagi sekali kemudian dia melihat Haili yang masih tertidur di kursi. Changyi segera berjalan keluar dari dalam Gubuk dia melihat Yumika tengah duduk di bongkahan kayu. Changyi segera menghampiri Yumika yang berada disana.
"Pagi Nona Yumika?." Ucap Changyi yang tiba-tiba menyapa nya dari belakang.
Yumika yang tengah memandang langit biru kemudian membalikkan wajahnya dan melihat Changyi tengah berada dibelakangnya.
"Iya, Pagi wah Tuan Changyi ini sangat rajin ya untuk bangun di pagi hari." Ucap Yumika dengan ramah.
Changyi hanya tersenyum tipis memandang wajah Yumika yang begitu manis.
"Bolehkah saya duduk di sini?." Ucap Changyi.
"Oh, silahkan." Ucap Yumika dengan ramah.
"Gadis ini terlihat sangatlah ramah." Dalam batin Changyi yang segera duduk di atas bongkahan kayu itu.
"Boleh kah aku bertanya sedikit saja?." Ucap Changyi.
Yumika melirik Changyi yang berada disampingnya.
"Tentu saja, Apa yang ingin anda tanyakan Tuan?." Ucap Yumika dengan penasaran.
"Hmm, sebelumnya panggil saja aku Changyi tidak perlu dengan kata Tuan." Ucap Changyi yang memandang wajah Yumika.
"Baiklah, Changyi." Ucap Yumika dengan senyum ramah.
"Hmm, Apa kau pernah di usik oleh Siluman?." Ucap Changyi."
Yumika sedikit heran mengapa Changyi menanyakan hal itu terhadap dirinya.
"Pernah, memang nya ada apa?." Ucap Yumika dengan penasaran.
"Tidak, aku hanya bertanya saja, tetapi ucapan mu semalam memanglah benar kau ini bukan gadis yang lemah, pasti Liontin itu dari ke dua orang tua mu kan?." Ucap Changyi sambil tersenyum.
Yumika terkejut saat Changyi membahas tentang Liontin yang dia kenakan.
"Ini, Bukan." Ucap Yumika.
"Hmm, benarkah lalu dari Guru mu?." Ucap Changyi sambil melirik wajah Yumika.
Yumika menatap Changyi yang terus saja menanyakan tentang Liontin yang dia kenakan.
__ADS_1
"Aku tidak memiliki Guru, Liontin ini sudah berada di dalam kamar ku sejak aku masih sangat kecil sekali." Ucap Yumika menjelaskan tanpa ada rasa ragu sedikitpun.
"Oh, Apa aku boleh memegangnya?." Ucap Changyi sambil menatap Wajah Yumika.
Yumika terlihat sangat polos dan dengan mudahnya dia memperbolehkan Changyi untuk meminjam liontin miliknya.
"Tentu saja." Ucap Yumika sambil melepaskan liontin itu dari lehernya. Dan memberikannya kepada Changyi.
Changyi melihat liontin yang berwarna biru itu kemudian dia mengambilnya dari tangan Yumika. Changyi memperhatikan Liontin yang berada di genggamannya itu. Tak lama dia meminta izin untuk menyentuh tangan Yumika.
"Hmm, boleh kah aku meminjam lengan mu. Sebentar saja." Ucap Changyi sambil menatap Yumika yang berada disampingnya itu.
"Untuk Apa?." Tanya Yumika dengan panik.
"Tidak aku hanya ingin menyentuh lengan mu, maaf seharusnya aku tidak melakukan itu terhadap dirimu. Maaf sudah berlaku tidak sopan." Ucap Changyi dengan perasaan canggung.
Yumika menatap Changyi yang terlihat sangat canggung terhadap dirinya. Kemudian Yumika memberikan tangannya kepada Changyi. Changyi terkejut saat melihat tanga kanan Yumika dia letakkan di atas tangan Changyi. Changyi memperhatikan Yumika yang memperbolehkannya untuk menyentuh tangan Yumika.
"Apakah tidak apa?." Ucap Changyi.
Yumika hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Changyi dengan segera menggenggam tangan Yumika dia merasakan sebuah aliran yang sangat dingin bagai air mengaliri tubuh nya. Changyi sangat terkejut saat merakan hal itu, kemudian dia memejamkan matanya dan perlahan sesuatu dari dalam tubuh Yumika mengalir ke dalam tubuh Changyi dan membuat Tanda mata langit bersinar.
Saat Geisya tengah memandang langit Haili berbicara kepada Geisya dan membuatnya sangat terkejut.
"Geisya."
"Hah? Ada apa?." Ucap Geisya yang segera menatap Haili.
"Dimana Changyi?." Ucap Haili.
"Tidak tau!." Ucap Geisya dengan cuek.
Haili memperhatikan wajah Geisya yang tengah tidak dalam kondisi baik-baik saja.
"Ada apa dengannya?." Dalam benak Haili.
Kemudian Haili melirik ke arah samping di lihatnya Changyi tengah duduk bersama Yumika sambil berpegangan tangan.
"Hmm, Jadi itu masalahnya." Dalam benak Haili.
Tak lama Geisya meninggalkan Haili yang berada di sampingnya dia jalan begitu saja tanpa menghiraukan Haili yang tengah berdiri di samping Geisya.
__ADS_1
"Hei, kau ingin pergi kemana?." Ucap Haili
"Cari udara segar." Ucap Geisya yang menghentikan langkahnya.
"Hemm ku rasa di sini sudah sangat segar udaranya?." Ucap Haili dengan tampang yang aneh.
"Masih kurang." Ucap Geisya.
Changyi yang mendengar suara Geisya dan Haili segera membuka matanya. Dan melepaskan genggamannya itu.
"Maaf, Terimakasih sudah mengizinkan ku untuk menyentuh tangan mu." Ucap Changyi sambil menatap Wajah Yumika.
Yumika hanya tersenyum manis memandang Changyi.
"Iya sama-sama memangnya ada apa ya?." Ucap Yumika dengan penasaran.
"Hmm kekuatan mu itu sungguh luar biasa kau harus bisa mengendalikannya dengan baik. Kalau begitu aku tinggal sebentar ya." Ucap Changyi.
Yumika hanya menganggukkan kepalanya dan melihat Changyi yang pergi meninggalkan dirinya.
Changyi segera berjalan menghampiri Haili dan Geisya kemudian dia bertanya kepada teman nya itu apa yang tengah mereka bicarakan.
"Ada apa ini?." Ucap Changyi sambil menatap Wajah Geisya dan Haili.
Geisya hanya terdiam tanpa berbicara sepatah kata pun.
"Coba kau tanyakan kepada Geisya." Ucap Haili dengan tersenyum aneh kepada Changyi.
Changyi kemudian menatap Geisya yang berada di sampingnya.
"Apa yang tengah kalian bicarakan?." Ucap Changyi.
"Kami tidak berbicara apapun, mungkin kau salah dengar." Ucap Geisya dengan segera dia melanjutkan langkahnya.
Changyi merasa sangat aneh dengan Geisya pagi ini. Tingkah nya terlihat sangat berubah.
"Ada apa dengan dirinya?." Tanya Changyi kepada Haili yang berada di sampingnya.
Haili memperhatikan Geisya yang berjalan dengan cepat untuk meninggalkan ke dua temannya.
"Kejar dia, Kau sudah membuat kesalahan yang besar." Ucap Haili.
__ADS_1