
Di dalam Istana Raja Siwang.
Raja Siwang, sebagai seorang penguasa didalam Istana itu, terlihat tengah terduduk diatas Kursi besar berwarna merah, Wajahnya yang terlihat sangar dan bengis menandakan dirinya tengah marah besar, tak lama kemudian ia memperhatikan para pengikutnya yang saat itu tengah menatap Wajahnya dengan rasa takut dalam diri mereka.
"Kalian semua tidak berguna! Untuk apa aku menjadikan kalian pengikutku jika kalian saja tidak mampu membawa Putri Geisya kehadapanku! Humh! Apakah sebaiknya aku melenyapkan kalian satu persatu saja!" Ucap, Raja Siwang dengan tatapannya yang tajam dihadapan para pengikutnya.
__ADS_1
Beberapa Siluman dan Monster yang tengah bersujud dihadapan Raja Siwang tampak begitu sangat terkejut dengan perkataan dari Raja Siwang terhadap mereka.
"Ampun Tuan, saya waktu itu pernah bertemu dengan Putri Geisya. Namun, ada seorang Pria yang telah menghalangi saya untuk membawa Putri Geisya, saya tidaklah tau siapa Pria itu, tetapi jika dilihat dari Wajah dan pakaiannya ia Pria muda yang memiliki kemampuan dalam bertarung yang cukup luar biasa." Ucap, Siluman Ular yang tengah bersujud dihadapan Raja Siwang.
Raja Siwang yang mendengar hal itu tampak semakin murka, bukan hanya kepada Changyi tetapi juga kepada pengikutnya, segera Raja Siwang bangkit dari duduknya sambil menatap Wajah Siluman Ular itu dengan sepasang bola Mata tajam.
__ADS_1
Beberapa Monster dan Siluman yang mendengar hal itu, merasa sangat takut dengan apa yang baru saja Raja Siwang ucapkan, dengan segera mereka menghilang dari hadapan Raja Siwang untuk dapat mencari keberadaan dari Putri Geisya.
Raja Siwang yang melihat hal itu, merasa sangat kesal, kedua telapak tangannya mengepal dengan sangat kuat, raut Wajahnya tampak sangat garang.
"Sial! Siapa yang dengan beraninya menghalangi diriku! Siapa Pria bodoh yang telah membantu Putri Geisya itu! Cepat atau lambat aku pasti akan membunuhmu! Geisya, apakah kau tidak merindukan kedua orangtua mu yang saat ini sudah sangat menderita?! Mengapa kau tidak menyerahkan dirimu kepadaku! Apakah ancamanku ini hanya sebuah permainan bagimu! Baiklah Geisya jika itu maumu maka aku akan mengabulkannya, agar kau tau tengah melawan siapa kau saat ini!" Ucap, Raja Siwang dengan raut Wajah kesal, tak lama kemudian ia segera berjalan untuk dapat meninggalkan Ruangannya.
__ADS_1
Langkhanya begitu sangat cepat, entah kemana ia akan pergi. Tetapi terlihat raut Wajah murka pada dirinya, tak lama kemudian Raja Siwang kini tengah mendekat ke salah satu ruangan yang saat itu tengah tertutup rapat, ketika ia menghentikan langkahnya dihadapan sebuah ruangan yang tertutup rapat, kedua lengannya dengan perlahan ia angkat ia menepuk sekali kedua telapak tangannya, tak lama kemudian pintu yang saat itu tengah tertutup rapat terbuka dengan perlahan, Raja Siwang kemudian segera melanjutkan langkahnya untuk dapat memasuki ruangan itu.